Breaking News

Berita

Tanah adalah Ibu

Joni-Tanah merupakan tempat tinggal abiotik dan biotik. Manusia dan tumbuh-tumbuhan hidup dan tumbuh di atas tanah. Manusia adalah makluk yang berakal budi. Di atas tanah manusia melakukan berbagai macam aktivitas. Misalnya, membangun rumah dan berkebun. Manusuia juga berinteraksi dengan sesama dan dengan alam di sekitarnya di atas tanah.

Tanah adalah ibu yang memelihara, menumbuhkan, memberi makan, serta memberi kehidupan kepada setiap makluk hidup ataupun organisme.Di atas tanah manusia berinteraksi dengan hewan, lingkungan ( air, udara, tumbuhan) serta antarsesama manusia. Tetapi pada kenyataanya saat ini, tanah menjadi salah satu bahan untuk mendapatkan uang dengan cara menjual. Tindakan semacam ini yang merusak tanah adat Papua semakin rusak tanpa memikirkan masa depan yang akan datang.

Kini banyak masyarakat Papua yang menjual tanah. Orang tua pernah mengatakan bahwa menjual tanah jauh lebih tidak baik dari pada memberikan tanah kepada orang yang memiliki banyak keturunan atau orang yang tidak punya lahan untuk berkebun. Bukankah mereka belum tahu bahwa tanah memiliki arti ekonomis yang paling kaya?, atau menumbuhkan benih- benih tumbuhan yang menghidupi manusia untuk mempertahankan hidupnya. Perlindungan terhadap tanah adat kini semakin berkurang bahkan hampir semua tanah yang ada dijual.

Mengapa kini banyak masyarakat yang menjual tanah? Padahal tanah adalah ibu kita dan apabilah kita mengolah tanah ini dengan baik maka, kita akan mendapat hasil yang baik dan merubah tingkat ekonomi kita. Caranya, kita membuka atau membuat sebuah lahan untuk menanam tumbuhan. Misalnya sayuran, buah-buahan dan lain sebagainya dan ketika kita memanennya, kita juga bisa mengambil sebagian untuk menjual dan sebagian untuk kita sendiri.
Tanah adalah Ibu Reviewed by Majalah Beko on 16.22.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.