Breaking News

Berita

Sebuah Keluarga di Tengah Hutan

Jhoni_Di sebuah hutan yang rimba hiduplah sepasang suami isteri. Kedua suami isteri ini hidup sendirian. Tak ada orang di atara mereka selain pepohonan yang nan rimbun serta kicauan burung yang selalu memecah kesunyian mereka.Hari-harinya mereka selalu memburu hewan yang ada di dalam hutan itu sebagai sumber makanan untuk memenuhi kelangsungan hidup mereka. Mereka tidak membuat kebun dan menanam tanaman karena susah untuk mendapatkan bibit tanaman yang harus ditanam. berganti hari tahun berganti tahun kehidupan seperti itu terus berlangsung. Hewan yang ada di sekitar mereka semakin habis seiring dengan selang waktu hidup mereka.Suara hewan serta kicauan burung semakin menjauh sehingga kesunyian seakan membara. Selama itu mereka tak dikaruniai seorang anak pun. Rasa untuk mendapatkan anak merasuki kehidupan mereka. Suatu ketika, Tuhan memberi seorang anak laki-laki kepada kedua sepasang suami isteri itu. Kehadiran anak itu merubah kehidupan mereka sebelumnya yang mengandalkan alam sebagai sumber kebutuhan mereka. Suatu malam sang ayah ini mulai merenungkan tentang kehidupannya itu. Ia menyadari bahwa hewan yang ada di sekitarnya diburu habis. Keharmonisanantara dia dan alam semakin hilang. Lantas, muncul pertanyaan di benaknya bahwa apakah selama ini saya menjadi seorang yang konsumeris Ia terus memikirkan hal itu. Kini ia menyadari untuk membuat kebun namun bibit yang harus ditanaminya belum tersedia. Ia ingin segara mencari dan mendapatkan bibit tanaman itu. Sebelum ia jalan mencari bibit tanaman itu , ia terlebih dahulu menyiapkan makanan bagi anak dan isterinya.Pagi harinya, sebelum sang surya terbit ia mengambil anak panahnya yang selalu menemaninya. Ia mulai beranjak keluar dari gubuknya dan berjalan meninggalkan isteri dan anaknya yang baru beberapa bulan itu.Ia terus berjalan melintasi hutan belantara itu meskipun ia tak tahu ia harus ke arah mana untuk mencari bibit tanaman tersebut.Anak dan isterinya itu tetap di rumah menantikan kedatangan ayahnya cepat atau lambat. Ibunya ingin suaminya cepat pulang sebelum perlengkapan makanan mereka berdua habis. Tetapi sang suaminya terus berjalan dengan anak panah di pundaknya. Ia masuk hutan keluar hutan. Ia ingin selanjutnya tak begitu lagi dan cepat menemukan seseorang atau suatu kampung.Si ibu dan bayi itu tinggal sendirian di tengah hutan. Tak ada seseorang yang menyapa mereka kecuali dahan-dahan pohon yang dimainkan angin. Hari berganti hari, hal yang sama pun terus dirasakan. Kini anaknya bisa berjalan. Ibunya sangat senang melihat hal itu apalagi mengingat pesan suaminya bahwa ia harus merawat dan menjaga kesehatan anaknya.Mereka tetap berduaan berada di tengah hutan itu menantikan ayahnya pulang. Makanan yang disiapkan ayahnya hampir habis namum ayahnya tak kunjung datang. Kini ibunya mulai berpkir-pikir untuk mencari makan bagi anaknya. Ibunya ini sangat sayang pada anaknya sehingga ia tetap mencari makan maski itu pekerjaan seorang lelaki. Ayahnya sendiri dalam perjalanan pulang. Ia telah mendapatkan bibit tanaman itu dari seseorang yang berada di negeri seberang hutan itu. Ia harus melewati hutan belantara. Sebelumnya seseorang yang berada di negeri seberang telah menunjukkan jalan pintas baginya agar cepat kembali. Ia pun melewati rute jalan yang telah ditunjukkan. Namun, di tengah perjalanan terjadi angin ribut sehingga dahan pohon yang berada tepat di atasnya jatuh terkena sehingga kepalahnya terbentur di tanah. Di situlah akhir hayatnya sehingga ia tak bisa bertemu kembali lagi dengan keluarganya.
mpian yang ingin ia wujudkan terkandas. Sementara, anaknya dalam pertumbuhan dan perkembangan menuju kedewasaan dengna ibunya yang sayang padanya. Kini muncullah pertanyaan bahwa, Akankah anak itu berkebun melanjutkan misi ayahnya dan keluar dari hutan itu?
Sebuah Keluarga di Tengah Hutan Reviewed by Majalah Beko on 11.27.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.