BREAKING NEWS

Berita

Haus Akan Pendidikan

Kehausan akan pendidikan
Siswa dan siswi dapat terlatih siswa dan siswi dapat terlatih kedisiplinana yang ada di sekolah kedisiplinan ini bukan hanya sekedar aturan yang semata mata hanya untuk fariasi atau label kedisiplinan ini sangat membantu siswa-siswi dalam memahami materi tersebut konsenterasi
Guru berfungsi untuk mengajar,mendidik, dan memotifasi kepada anak-anak didikannya untuk mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa.guru guru bukan saja memberi materi melainkan menasihati dan melatih keterampilan siswa-siswi dan guru guru pun mampu menciptakan SDM Papua yang berprofesional Peran Guru Dalam Meyelesaikan Persoalan Yang Dialami Oleh Siswa-siswi.
Guru merupahkan salah satu motifator dan mendidik siswa dan siswi agar siswa dan siswi tidak lagi menjadi bodoh hal utma pendidikan merupah suatu proses perubahan sikap atau tatalaku seseorang siwa siswim atu kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya mendidik dan melatih pera siswa-siswi dalam proses belajar,cara prbuatan mendidikk.oran tua jjuga harus menjadi motor pengerak anak dalam mengupayakan ketrertinggalan yang dialami oleh anaknya Karena kurang didikan orang tua maka anak anak terlihat apatis dalam kemajuan pendidikan dan dipandang oleh orang terlantar
Mengapa saya mengangkat otpik ini? Karena penulis melihat secara fakta dan mewawancarai siswa -siswi yang mengalami dan menjadi korban kehausan pendidikan di pedalaman Papua mengatakan.guru-guru tidak menyadari tugas dan tanggung jawabnya dan guru gurupun belum mengerti sunguguh fungsi pendidikan bagi siswa dan siswi dimasa ini karena pendidikan adalah salah satu solusi mengejar penindasan, keterbelakangan dan kebodohan bukan pendikan semata mata hanya untuk mengejar nilai ujar Andi salah seorang siswa yang mengalami kehausan akan pendidikandi pedalaman Papua,andi menekankan kepada guru guru yang tidak yang bertanggung jawab agar guru dapat aktif mengajar ujarnya karena dimasa moderen ini tentu kami sebagai generasi muda tidak mau menjadi kerdil (tertinggal di dunia pendidikan) di zaman moderen ini.
Karena jika kami dihadapkan dengan anak anak yang sudah mendapatkan pendidikan kami yang dari pedalaman mala membutuhkan penyesuaian untuk memperoleh materi yang di berikan oleh guru guru memakan waktu yang sangat panjang untuk memahami materi materi tersebut karena pelajaran yang seharusnya kami menerima semenjak dibangku smp kami barulah mendapatkan di bangku sma maka kami membutuhkan waktu yang panjang untuk memahami materi materi tersebut. Ada beberapa factor yang membuat sehingga guru-guru menjadi semakin malas untuk mengajar yaitu:
1. kurangnya komunikasai atu petemuan antara kepala sekolah dan staf dan karyawan guru
2. Guru guru meninggalkan sekolah hingga berbulan-bulan bahkan memakan tahun dengan alasan berobat
3. kegiatan tambahan yang tidakada kaitanya dengan program pendidikan
4. saling mengharapkan
pemerintah setempat harus memeberikan kebijakan khusus kepada guru guru yang tidak bertanggung jawab dengan tugasnya guru yang dianggap paling bandel dan tidak melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya perlu dibuatnya aturan penahan gaji bagi guru-guru yang tidak bertanggung jawab .kalau sekolah memang tidak ada atau kurang guru disekolah berate manajemen sekolah harus ditata lagi guru yang sudah ditempatakan padaa suatu wilahyah bias menjalankan kewajiban sebagiman mestinya
Guru di pedalaman pedalaman masih santai dalam mengejar ketertinggalan yang dialami oleh para siswa-siswi guru guru sibuk dengan ekonomi pribumi non Papua pun sibuk dengan barang dagangan.
Hengky Yeimo Beko
Haus Akan Pendidikan Reviewed by Majalah Beko on 08.49.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.