BREAKING NEWS

Berita

Budaya Orang Moni Di Depan Pintu Ambang Kehancuran

Budaya adalah identititas yang menyatakan kedudukan dan posisi seseorang, dan dengan adanya budaya itu identitas seseorang bisa diketahui. Dalam suku moni terdapat budaya-budaya tradisional yang unik. Sayangnya orang moni sendiri tidak puas dengan budayanya sehigga membudayakan budaya orang lain yang seakan-akan diperlakukan sebagai budayanya alias budaya orang moni. Akhir-akhir ini anak-anak muda lebih tertarik kepada budaya orang dani dan dawa dari pada budaya orang moni sendiri. Di kaca mata saya anak-anak moni tidak ada satu pun yang tertarik dengan budayanya ini terlihat dari cara mereka maupun, kebiasaan bernyanyi, yang mana yang sering mereka lakukan adalah sapusa, wisisi, bukan duduk maen tem, dana lain-lain yang termasuk budaya mereka.
Amat sangat disayangkan budaya orang moni diambang pintu kepunahan. Karena tidak ada orang yang melestarikan dan menjaganya. Anak-anak mudanya pun tak ada yang pernah sadar untuk melakukan apa yang terkait dengan budnyaa, coontoh yang paling kecil yang terdapat dalam kehidupan sehari-hari yang secara. Oleh karena itu pantaslah jika kebudayaan orang moni sebagian hilang. Dampak yang akan dating kalau tiadak lestarikan, yakni melahirkan anak-anak yang tak berbudaya. Transparan bisa dapat di lihat dalam kehidupan orang moni adalah misalnya, budaya untuk pakai pakaiana adat, tidak ada satu anak muda orang moni yang tidak berani untuk memakainya, alasan mereka adalah takut dana malu, ada satu contoh lagi yang sering terjadi adalah, dalam budaya orang moni ada yang namanya budaya Jamotegaiya, atau dalam tetapi malah anak-anak sekarang itu malah meninggalkan budayanya karena terpengaruh oleh budaya orang dani dan Ndauwa/Nduga yaitu budaya sapusa atau wisisi.
Harapan saya adalah semoga orang muda lebih khusus lagi bagi kaum muda adalah semoga kita dapat menjadikan dan menunjukan diri dan jati diri kita sebagai orang moni yang memiliki kebudayaan yang unik. Pesan saya adalah “Mari kita bersama-sama bergandeng tangan untuk membangun dan melestarikan kebudayaan kita, sehingga kelak kita tidak jadi orang yang tak berbudaya dan menjadi orang yang tak beridentitas.
(Cherren Arnold Belau)
Budaya Orang Moni Di Depan Pintu Ambang Kehancuran Reviewed by Majalah Beko on 17.25.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.