BREAKING NEWS

Berita

KUHP – Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau “Karena Uang Habis Perkara”

KUHP atau Kitab Undang-undang Hukum Pidana adalah kitab undang-undang yang mengatur hokum pidana dan didalamnya terdapat pasal-pasal yang mengatur tentang pelanggaran-pelanggaran, maupun kejahatan yang dilkaukan oleh rakyat Indonesia serta tercantum juga ketentuan hukuman yang harus diterima oleh tiap orang yang melakukan kelalaian, pelanggaran dan kejahatan tersebut.
Di Indonesia berlaku KHUP sebagai acuan untuk menyelesaikan suatu masalah dengan proses yang benar melalui prosedur yang ada yaitu melalui prosedur hokum. Di Indonesia terdapat banyak Undang-Undang dan peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah dengan tujuan supaya menciptakan keondisi dan keadaan kehidupan bangsa yang aman dan nyaman.
Sayangnya KUHP yang arinya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang juga mempunyai tujuan yang mulia namun para oran-orang yang menjalankannya itulah yang banyak menimbulkan banyak penyakit, dalam arti menjalankannya demi mencari keuntungan yang mencari uang dan uang. Sehingga KUHP itu sering orang mengartikan sebagai Karena Uang Habis Perkara. Mengapa dikatakan demikian?? Orang mengatakan demikian juga tidak bersalah, karena dengan mat dan hati mereka telah melihat bahwa orang yang menjalankan atau yang berwewenang itu sering tidakk jujur. Mengapa tidak jujur?? Karena menurut merekan kalau tidak jujur mereke beruntung, karena melalui kegiatan itu mereka bisa mendapatkan uang dari para pelaku pelaku pelaggaran maupun pelaku kaejahatan.
KUHP dan Hukum yang berlaku di Indonesia itu boleh saja diibaratkan seperti, ‘hukum sarang lab-laba’. Mengapa dikatakan hokum sarang laba-laba?? Karena kita bisa lihat bahwa oarng-orang yang melakukan tindakan kejahatan maupun pelanggran jika pelakunya addalah para pejabat dan pejabat atau orang yang punya banyak uang berarti dia menjalani masa hukumannya beberapa waktu saja, atau juga sering ada juga yang membayar dengan uang lalu bebas. Sedangkan seorang pencuri pisang karena lapar yang kebetulan orang yang mencuri pisang itu adalaho rang yang tidak punya banyak uang, maka yang terjadi adalah kmenghukum orang itu dengan hukuman yang tidak setimpal dengan perbuatannya. Ini artinya bahwa KUHP Indonesia bisa di perjual belikan, atau KUHP Indonesia adalah dibuat hanya semata-mata untuk mencari keuntungan dari pada KUHP itu. Tidak salah juga jiak menyebut KUHP itu ibaratnya seperti sarang laba-laba, karena yang punya uang banyak saja yang mampu menerobos sarang laba-laba sedangkan orang yang tidak punya uang banyak juga ingin menerobos tetapi sayangnya terpantul kembali atau malah terjaring didalam sarang tersebut arena tidak mempunyai banyak uang.
Sebagai kesimpulan bahwa Hukum Indonesia itu bisa dibeli dengan uang.
*(Cherren Arnold Belau
KUHP – Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau “Karena Uang Habis Perkara” Reviewed by Majalah Beko on 11.01.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.