BREAKING NEWS

Berita

Papua Bukan Tempat Untuk Mencari Pangkat

Dari dulu sampai sekarang pelanggaran HAM di Papua pada umumnya dilakukan oleh TNI dan POLRI. Dan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh TNI dan POLRI itu tidak pernah diselesaikan dengan baik. Sayangnya pelanggaran-pelanggaran itu tidak pernah diselesaikan dengan baik. Walaupun dari mayarakat mengungkapkan kasus-kasus itu tetapi dari pihak militer mengatakan dan berjanji untuk menyelesaikan masalah itu tetapi para oknum-oknum yang melakukan pelanggaran HAM itu tetapi, yang jadi persoalan adalah oknum-oknum itu bukannya dihukum tetapi malah menaikan pangkatnya.
Dari oknum-oknum tertentu baik dari TNI maupun POLRI yang melakukan pelanggaran tehadapa rakyat Papua itu biasanya bukan diadili, walaupun diadili juga itu hanya sebagai cara TNI dan POLRI untuk menenangkan emosi rakyat suapaya dibilang bahwa TNI dan POLRI benar mengadili para pelaku penggarar HAM tersenut, tetapi sebenarnya TNI dan POLRI bukannya mengadili tetapi sistim pengadilan mahkahma Militer yang TNI dan POLRI pakai adalah sistim pengadilan militer (hanya 21 hari didalam kurungan) itu yang diberlakukan bukan sistim pengadilannya digunakan pengadilan yang sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengenakan pasal-pasal pelanggaran HAM yang berat. Pada umumnya pelanggaran yang TNI dan POLRI lakukan itu termasuk dalam kategori pelanggaran berat HAM sebagaimana yang diatur dalam pasal 1 UU nomor 5 tahun 1998 tentang ratifikasi Konvensi Internasional Anti Penyiksaan dan UU no. 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, di mana di pasal 9 disebutkan bahwa Penyiksaan merupakan salah satu bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan. karena pelanggaran-pelanggaran yang TNI dan POLRI lakukan itu adalah pelanggaran-pelanggaran besar yang menghilangkan nyawa orang dengan cara terpaksa atau dipaksa. Namun hkuman yang TNI dan POLRI terima itu tidak setimpal dengan perbuatan yang TNI dan POLRI lakukan.
Banyak pelaku pelanggaran itu biasanya dipindahakan dengan berbagai macam alasan. Ada juga yang memindahkan para pelaku pelanggaran HAM itu dipindahkan untuk menaikan pangkatnya dari tempat yang lain. Sehingga perbuatan yang TNI dan POLRI lakukan itu tidak pernah tidak pernah dapat diselesaikan secara benar dan baik.
*(Cherren Emigitabi Belau
Papua Bukan Tempat Untuk Mencari Pangkat Reviewed by Majalah Beko on 18.15.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.