BREAKING NEWS

Berita

PT.Freeport Dinilai Tidak Menghargai Pemilik Hak Ulayat Suku Moni

PT.FI – Freeport Indonesia dinilai tidak mengahargai pemilik hal-hak ulayat dan tanah adat suku moni di kampung Iwaka (Mimika). Jangan Freeport dengan sewenang-wenang melarang masyarakat adat untuk berkebun, berburu maupun mengadakan kegiatan yang lain oleh masyarakat adat khususnya tanah adat milik suku moni, khususnya di kampong iwaka. Freeport melakukan pengejaran dan dengan paksa diatas tanah adat mereka, walaupun itu letaknya di wilayah kawasan PT. Freeport Indonesia. Alasan dari pada Freeport melakukan pengusiran tanpa pemberitahuan kepada masyarakat itu adalah Kampung Iwaka berada di kawasan hutan konservasi dan masuk dalam area kontrak karya PT Freeport.
Setidaknya jika perusahaan yang berprpfesional tindakan pengusiran terhadap masyarakat di kampong iwaka tidak mungkin terjadi. Jika benar kalau PT. Freeport Indonesia professional maka, sebelumnya harus mengadakan perundingan ataupun membicarakan tenatang masalah itu bersama masyarakat pemilik hal ulayat atau pemilik tanah adat.
Perlu mengahargai juga pemilik tanah adat setempat, meskipun itu tanah terletak di kawasan hutan konservasi dan masuk ke area kontrak karya PT.Freeport, sebagai Negara demokrasi yang yang tidak bisa mengambil keputusan sendiri, artinya dalam mengambil keputusan itu sebelumnya harus ada konsultasi bersama pemilik hak ulayat dalam hal ini adalah suku moni, dan juga memutuskan suatu keputusan itu melalui hasil musyawarah bersama mesyarkat setempat. Jangan di bibir itu mengatakan bahwa Negara Indonesia adalah Negara demokrasi yang dalam mengambil keputusan itu melalui musyawara bersama, namun dalam pelaksanaanya tidak ada, dalam hal ini PT.Freeport yang melakukan pengusiran terhadap masyarakat pemilik hak ulayat tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Ddalam menjalankan tugasnya PT.Freepot juga harus mengacu pada Undang-Undang No. 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua. Pada pasal 43 ayat 1 dan 5 mengatakan bahwa pemerintah provinsi wajib mengakui dan menghormati, melindungi, memberdayakan dan mengembangkan hak-hak masyarakat adat. Jangan melakukan tindakan-tindakan yang pada akhirnya merugikan kehidupan masyarakat adat setempat.
*(Cherren Arnold Belau
PT.Freeport Dinilai Tidak Menghargai Pemilik Hak Ulayat Suku Moni Reviewed by Majalah Beko on 09.33.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.