BREAKING NEWS

Berita

MENGOMSUMSI KEKERASAN BELUM BERHAKIR

Mengomsumsi Kekerasan adalah Solusi Utama dari Negara Kita NKRI terhadap Papua
Papua belum berhakir mengomsumsi kekerasan,dari sejak Indonesia kuasahi hingga dini hari. Tindakan ini segala sesuatu yang melangggar hukum tetapi TNI dan Polisi sendiri mengomsumsi kekerasan papuan baik melalui alat senjata api maupun alat-alat tajam lainnya. Kejahatan mengomsumsi kekerasan Papua ini kapan pun tidak akan berhakir karena semuanya dilakukan oleh TNI dan Polisi sendiri. Padahal TNI dan Porli adalah tugas utamanya mengawasi dan mengontrol bahkan mengamankan dengan baik masyarakat yang ada di wilayah NKRI, tetapi khusus untuk Papua belum jalankan tugas dengan baik, tugas utama TNI dan Porli yang ada di Papua adalah mengomsumsi kekerasan dengan cara memaksa mmembunuh secara tidak kemanusiaan atau tidak adil. TNI dan Porli memaksa terhadap masyarakat sipil Papua dengan cara tidak adil sehingga penduduk papua semakin hari semakin menurun bahkan punah.

Melakukan tindakan kekerasan/mengumsumsi kekerasan yaitu motif dari politik, tetapi pertanyaan disini adalah apakah memang salah masyarakat yang belum tahu apa-apa, atau/buta huruf tentang politik ? Dan sasarannya masyarakat yang belum tahu itu menjadi derita atau korban perbuatan dari TNI dan Polisi. Dalam mengomsumsi kejahatan secara yuridis, kejahatan yang dapat di definisikan sebagai suatu tindakan yang melanggar Undang-undang atau ketentuan yang berlaku dan diakui secara legal.
Secara kriminologi yang berbasis sosiologis mengomsumsi kejahatan yang dilakukan oleh TNI dan Porli terhadap masyarakat Papua merupakan suatu pola tingkah laku yang merugikan masyarakat secara umum dengan kata lain (korban) . Dan suatu pola yang mendapatkan reaksi sosial dari masyarakat.

Kekerasan yang dilakukan oleh TNI dan Porli di tanah Papua ini kita tidak heran karena kebanyakan TNI dan Porli yang ada di Papua ini merupakan tamatan atau selesai dari Sekolah Dasar (SD). Saya dikatakan TNI dan Porli yang ada Papuan tamatan SD karena mereka belum tahu apa itu Hukum dan apa itu undang-undang?. Apa lagi anda tanyakan seputar Pembukaan, dia pasti tidak akan menjawab, apalagi Pasal-Pasal. Sebab pasal-pasal lebih berat dari pada Pembukaan. Tetapi hebat TNI dan Porli mereka adalah mengomsumsi kekerasan di tanah Papua dengan baik sehingga, kekerasan di tanah Papua meningkat secara cepat. Kalau kita dibanding-kan dengan daera-daerah lain yang ada di wilayah Indonesia Papua adalah Juara satu dalam mengomsumsi kekerasan dari Tni terhadap masyarakat tertindas yang berada di Papua.

Dengan demikian, salah satu alasan muncul terhadap TNI dan Porli adalah jangan sampai punah mengomsumsi kekerasan terhadap pribumi Papua, tetapi sayangnya adalah TNI dan Porli belum tahu masalah sebenarnya dan yang penting membunuh secara tidak adil. Tindakan yang dilakukan oleh masyarakat (forum) berupa mengajukan aspirasi kepada pemerintah daerah saja sebagai ancaman negara, dengan masyarakat menjadi kena sasaran dari polisi segingga masyarakat pulang ke rumah dengan kena peluru senjata api, sebenarnya aspirasi masyarakat merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan yang terjadi, dan di samping itu juga untuk sebagai wahana terhadap Pemerintah daerah agar tidak terjadi perbedaan pendapat.

Khusus untuk Papua aspirasi masyarakat belum dapat makna yang jelas artinya, aspirasi masyarakat belum mengajukan sama sekali sampai sekarang, sehingga kerusuhan-kerushan yang dilakukan oleh TNI dan polisi terhadap masyarakat Papua menjadi tumbuh subur. Misalnya, dari sejak 1 mei 1963 sampai dini hari bahkan nantinya sampai punahnya suku malanesia, yang berada didaerah paling timur NKRI, (Papua).

Kerusuhan kekerasan yang terjadi di daerah Papua baik di perkotaan maupun pedesaan/pelosok-pelosok misalnya Intanjaya/wamena Tahun 2010 korban lebih dari 5 orang dan Timika Tahun 2010 korbannya Goliat Tabuni dan kawan-kawannya itu sebagai meningkat mengomsumsi kekerasaan. Pengorbanan nyawa orang papua yang dilakukan olh TNI dan Polisi ini adalah sarana yang terpenting bagi negara NKRI untuk mencapai cita-cita negara, karena cita-cita Negara NKRI adalah Negara berdiri dan tegak diatas kekuatan TNI dan Polisi.

Gambar dibawah ini adalah cara mudah untuk mencapai cita cita Negara adalah berani membunuh orang dengan cara menggunakan senjata api. Kini saatnya TNI menangkap dan membunuh seekor Ayam suku Malanesia yang berada di daerah Indonesia paling timur,(Papua). Kata TNI saat menangkap seekor Ayam jantan ini. katanya demikiaan, “Korbanlah diatas Tanahnya sendiri dan Tanah-mu aku akan menguasainya biar suku-mu pun punah, dan suku-ku akan menggantinya”. Orang papua bunuh berdasarkan latarbelakang yang tidak jelas. Kekerasan yang dilakukan oleh TNI terhadap masyarakat ini adalah orang yang belum tahu apa-apa,/buta huruf belum pernah masuk di Taman Kanak-kanak (TK ) apa lagi Sekolah Dasar (SD).

Tugas dan pekerjaan utamaya adalah menanam Sayur,Ubmbi-Umbian, Tebuh dan Buah-Buahan dari hari pagi hingga malam. Tetapi, saat ini juga TNI menagkap dan membunuh dengan kekayaan alam yang dia milikinya. Membunuh orang ini dengan menggunakan Ujung tombak senjata api atau alat negara. Yeri Madai/(Ye Ge Madai)
MENGOMSUMSI KEKERASAN BELUM BERHAKIR Reviewed by Majalah Beko on 19.40.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.