BREAKING NEWS

Berita

Mahalnya Harga Barang Dagangan Di Intan Jaya


(Tulisan ini merupakan sebuah catatan dari refleksi dari pengalaman saya sendiri selama dua minggu di kabupaten Intan Jaya)

Sungguh sangat aneh. Saya terkagum heran melihat harga barang dagangan di kabupaten Intan Jaya. Sore hari setelah saya tiba di Intan Jaya tepatnya tanggal 28 Desember 2010 lalu saya berjalan-jalan ke kios. Kios-kios itu letaknya agak jauh dari rumah saya kurang lebih 2 Km dan harus mendaki naik turun bukit dan udaranya pun sangat dingin sehingga saya harus memakai jacket yang tebal agar tubuh saya tetap hangat. Tujuan saya ke kios adalah dengan tujuan untuk beli rokok. Sesampainya di kios saya keluarkan uang senilai Rp.50.000; (lima puluh ribu) dari dompet saya untuk membeli rokok. Dalam benak hati saya berpikir untuk membeli rokok Surya yang isinya 12 batang rokok, karena surya kecil itu di nabire harganya Rp.9.000 maka saya berpiki harga di Intan Jaya itu kira-kita Rp.10.000 tetapi ini jauh dari pada yang saya pikirkan, sebelum membeli saya menanya harga sebungkus rokok surya kecil, lalu jawabnya adalah Rp.12.000. Mendengar jawaban dari penjual rokok disitu saya terkejut lalu saya protes namun ia mengatakan bahwa ‘jangan protes karena kami membayar ongkos untuk bawa barang-barang itu dari nabire ke Intan Jaya juga mahal sehingga harganya kami tetapkan seperti itu. Kemudian saya bertanya yang kedua kalinya lagi ‘siapa yang menetapkan harga satuan barang?’, ia mengatakan bahwa ‘ dengan berbagai pertimbangan kami sendiri yang menetapkan harga satuan barang. Harga rokok suraya kecil saja mahal maka pembaca bisa bayangkan mahalnya harga sendiri barang dagangan lain. artinya bahwa haraga barang di kabupaten Intan Jaya itu “mahal”.
Melalui tulisan saya ingin sampaikan ini bahwa harga satuan barang di Intan Jaya sangat mahal. Seharusnya untuk menetapkan harga satuan barang itu pertimbangkan juga pendapatan pemebeli, jangan seenaknya menetapkan harga barang yang sangat tinggi pada hal penjual beli di took-toko dengan harga yang tidak seberapa. Sebaiknya sebagai penjual yang baik itu jangan berpikir untuk mendapat keuntungan saja tetapi pikir juga sampai kapan barab dagangannya itu bisa laku dibeli oleh pembeli dan juga penetapan harga satuan barang itu harus mengunrungkan penjual dan pembeli. Artinya bahwa penjual menetapkan harag barang itu pertimbangkan juga pendapatan pembeli karena hampir 90% masyarakat di kabupaten Intan Jaya masih ,miskin dan pendapatan mereka sangat minim, rata-rata dibawa Rp.100.000 perbulan. sehinnga penjual juga perlu mempertimbangkan bahwa barang dagangan itu menggunakan jangka waktu (masa berlaku) maka bila menetapkan harga satuan barang itu jangan terlalu pukul tinggi karena bila barang dagangan itu tidak dijual habis, kita sendiri yang rugi.
Harapan saya bahwa karena sudah menjadi kabuaten maka pemerintah daerah bisa mempertimbangkan dan membicarakan hal ini bila perlu harga satuan barang dagangan itu di’Perda’kan. Perlu Pemda ketahui bahwa mengingat pendapatan masyarakat yang sangat minim maka penetapan harga itu bisa dibicarakan bila perlu pada Siadang anggota DPR, kabupaten Inttan Jaya. Karena persoalan ini merupakan persoalan yang menyangkut kesejahteraan rakyat yang perlu dibicarakan bersama.
Semoga harapan saya bisa menjadi kenyataan. . . . . . . Amakanieee

Arnold Cherren Belau)*
Mahalnya Harga Barang Dagangan Di Intan Jaya Reviewed by Majalah Beko on 17.06.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.