BREAKING NEWS

Berita

Bangsa Melanesian di Tombak Kepunahan


Kita tak merasakan dan tak melihat perkembangan yang terjadi di samping kita yang membawa kita kea rah kepunahan.Beberapa tahun ini penduduk di papua meningkat drastis. Penambahan penduduk yang menonjol terjadi pada penduduk non-pribumi. Misalnya dari daerah Jawa, Sulawesi dan lainnya dengan tujuan kedatangan yang berbeda-beda bahkan tak jelas.
Kita bisa lihat kenyataannya pada setiap pelabuhan di Papua dan Papua Barat. Kebanyakan jumlah penumpang yang naik atau turun dari kapal berasal dari luar papua. Dengan melihat hal tersebut tentunya kita akan berfikir bahwa sebenarnya pelabuhan itu terletak di daerah mana. Apakah di luar daerah Papua, sehingga banyak sekali penumpang dari luar papua yang berangkat dan tiba.
Hal yang sama pun kita bisa lihat pada tukang-tukang ojek, pedagang maupun pada orang-orang yang lalu-lalang di kota. Misalnya pada kota Jayapura, Nabire, Timika dan lain sebagainya bahkan di setiap kabupaten yang baru dimekarkan. Jumlah mereka bertamah banyak di setiap waktu.
Sementara, penduduk pribumi sendiri sebaliknya. Jumlah penduduk pribumi sangat menurun. Angkat kelahiran lebih rendah dari pada angka kematian. Ini sangat prihatin. Bisa jadi bangsa Melanesia menjadi his story of Melanesian, judul sebuah buku dan hanya berada pada sebuah buku.
Banyak anak muda yang meninggal baik pria maupun wanita sehingga produktivitas manusia papua sangat menurun drastis disamping pertambahan penduduk non-pribumi yang semakin menonjol. Hal tersebut dikarenakan banyak kasus yang terjadi dan banyak penyakit yang sedang mewabah manusia papua.
Kasus-kasus itu diantranya pembunuhan, penculikan, penganiayaan dan banyak lagi. Kasus-kasus itu berjalan sangat misterius sehingga hanya sedikit kasus yang bisa dibuktikan. Di samping kasus-kasus tersebut ada pula penyakit yang merenggut nyawa-nyawa papua yang malang. Misalnya keracunan makanan dan penyakit AIDS.
Penyakit AIDS membawa korban yang tak sedikit. Banyak kasus AIDS yang semakin meningkat di daerah papua. Mulai dari kota hingga di pedalaman papua. Lebih lagi di area-area pertambangan. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya penyakit AIDS dan bahaya Infeksi Menular Seksual (IMS). Terutama anak-anak muda yang selalu bergonta-ganti pacaran alias pacaran cukup untuk memuaskan hasratnya. Dan meghabiskan uangnya di tempat-tempat hiburan yang tak sehat. Seharusnya, pemerintah harus melihat kondisi ini dan menyosialisasikan bahaya HIV-AIDS dan penyakit-penyakit yang ditumbulkannya. Misalnya, infeksi menular seksual yang menjadi jalan masuknya AIDS.
Disamping itu penyebab lainnya adalah pembukaan tempat hiburan dan kedatangan PSK dari luar papua. Hal tersebut memicu perkembangan HIV-AIDS di tanah Papua. Mereka dantang ke Papua dengang anggapan bahwa papua memiliki dana yang berlimpah dengan sumber daya alam yang kaya pula.
Sebenarnya banyak masalah yang terjadi di tanah Papua. Namun disini penulis hanya menulis sedikit dari yang ada dan itu merupakan realita yang terjadi bukan sebuah fiktif belaka. Sangat amat disayangkan jika masalah-masalah di atas terus terjadi tanpa dibenahi. Saya fikir tak selang lama lagi bangsa Melanesia akan habis dari negerinya sendiri. Negeri yang dipenuhi dengan susu dan madu itu.

Jhon Iyai 
Bangsa Melanesian di Tombak Kepunahan Reviewed by Majalah Beko on 17.59.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.