BREAKING NEWS

Berita

HILANGNYA NILAI SPRITUAL KAUM MUDA

“Kegiatan rohani sangat penting bagi generasi sekarang sebab kehidupan muda mudi sekarang berda dalam carut-marut persoalan dan diselimuti oleh kegiatan jasmani”

Oleh : Henk Akapakabi Yeimo-PAPUA

Sebuah Catatan Refleksi, Konteks Kaum Muda Papua

Pemuda-pemudi adalah generasi penerus yang akan melanjutkan segala warisan yang diturunkan oleh moyang maupun orangtua mereka pemuda-pemudi juga menjadi pusat perhatia orang tua yang lanjut usia (lansia) dalam, mengupayakan dan mempertahankan warisannya. Dalam melatih dan megolah serta membina iman. Orang mudah adalah harapan dan tumpuhan orang tuan dan moyang mereka dalam mewariskan nilai spiritual, cultur nialai adat dan sebagainya.
Dalam menjalankan tugas dan karirnya sebagai generasi muda. Kaum muda diharapakan agar tidak terlepas dari kegiatan mengereja ini sebab kegiatan ini sangatlah penting bagi kaum muda-mudi dalam membina iman dan meningkatkan nilai spiritual, agar generasi muda-mudi tidak terluput dalam dosa di zaman yang mengglobal ini. Banyak pemuda-pemudi yang berangapan bahwa kegiatan mengereja itu seolah-olah tidak penting yang mereka pentingkan dalah kegiatan-kegiata diluar kegiatan rohani ini merupahkan salah satu wujud hilangnya nilai spiritual. Tidak lazim lagi bagi kaum-muda kalau mendapatkan tugas di mereka gereja saling menolak dan tidak mau menjalankannya padahal nilai koodratnya lebih tinggi di bandingkan kegiatan jasmani. Pemuda pemudi yang berperilaku seperti ini merupakan kaum-muda yang tidak mau berkembang tentu tidak ingin masuk ke kerajaan surge. Tentu orang tua dan bangsa Papua inipun akan merasa kehilangan sesuatu yakni harapan dambaan. Untuk itu bagi kaum muda sekarang sangatlah penting untuk berpartisipasi dalam berbagai acara maupun kegiatan yang diadakan oleh gereja karena dizaman yng moderen ini tentu semu kaum muda akan mengikut arah perubahan-perubahan yang terjadi.
Muda-mudi adalah harapan dan tumpuhan orangtua dan gereja. Pemuda-pemudi merupakan motor pengerak dalam menegakan kehidupan bersifat spiritual ini. Banya orang-orangtua yang mengupayakan anak-anaknya yang nantinya akan memimpim bangs adan gereja harapan orangtua agar muada mudi bisa menggantikan posisi atau jabatan orang tua dalam berorganisasi dalam pemrintahan dan kegiatan keguitan yang didakan oleh pihak-pihak gereja seperti ibadaah doa kring pembinaan anak-anak sekolah minggu dan kegiatan muda-mudi dsb.
Kegiatan-kegiatan yang diadakan di gereja ini diasdakan untuk melatih muda-mudi gereja agar muda mudi yang diharapkan oleh orang tua atau masyarakat dapat berkembang rohaninya dalam kegiatan kegiatan yang diselengarakan oleh gereja.


Menurut pengamatan penulis partisipasi muda mudi dalam mengikuti kegiatan mengerejam hampir 50 % yang aktif dalam kegiatan mengerejma ini sedangkan 50% yang tidak aktif. Jika demikian orangtua akan mersa gagal dalam mewujudkan impian yang diharapkan oleh orang tua dan masyarakat tetapi muda mudi merasa hal ini wajar dilakuakn salah satu faktornya adalah pengaruh lingkungan. Kegiatan yang diadakan oleh pihak gereja ini merupankan pendidikan nonformal bagi kaum muda untuk menjadi intelek yang handal. Kita tidak hanya cukup dengan mendapatkan materi yang diberikan oleh bapak ibu guru tetapi salah satu bentuk materi yang didapatkana melalu kegiatan kegiatan ini dapat kami ikut berpartisipasi karena salah satu materi yang kami dapatkan adalah kegiatan kegiata tambahan seperti kegiatan yang diadakan oleh pihak gereja.
HILANGNYA NILAI SPRITUAL KAUM MUDA Reviewed by Majalah Beko on 19.44.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.