BREAKING NEWS

Berita

Sejumlah Bayi Terkapar Melemah di Tempat Tidur, Dengan Mewarnai Tangis, di Rumah Sakit Abepura.

Bayi Menangis, Foto, Google
Bayi-Bayi di Landa Penyakit Yang Sama, Menjerit Kesakitan Denga Suara Tangis Dasyat.
Sejumlah Bayi Terkapar Melemah di Tempat Tidur, Dengan Mewarnai Tangis, di Rumah Sakit Abepura.

Rumah sakit abepura yang terletak di kota Abepura Jayapura, yang memiliki direktur dan SKPD yang lainya. Dengan situasi rumah sakit demikian suster dan mantra itu tetap menjalankan tugasnya san tanggung jawabnya walau demikian Tampaknya makin banyak pasien juga yang datang berobat di rumah sakit Abepura, maklum rumah sakit ini letaknya di tengah kota. Jadi masyarakat mudah berobat dirumah sakit.

Rasa ingin tahu ini terus saya pendamkan tetapi, pada tanggal (26/02) akhirnya saya sendiri melampiaskan rasa ingin tahu “bagaimana para pasien itu dirawat dengan ruangan apa adanya. Padahal Rumah sakit abe ini sedang di renovasi.
Sore itu tepat pukul 06.00 sepulang dari kampus saya mendapatkan sebuah bingkisan SMS dari kakak lak-laki “adik posisiterakhir dimana” saya memebalasnya ” kaka saya baru tiba di rumah saya baru pulang dari kampus ini” kaka laki lakiku membalas “okey adik merapat kerumah sakit” saya membalas SMS “okey sip kakak saya datang tapi kakak jemput di depan yah saya belum tahu ruangan bayi dimana..?” kakak “datang saja kaka jemput di depan rumah sakit ”

Nampaknya dari kejauhan kaka laki-laki menjemputku di pintu gerbang dan kami berdua memasuki ruangan bayi, tak seorang bayi-bayi itu yang terlihat semangat. Nampaknya semuanya Letih lesu dan mereka terkapar diatas tempat tidur yang tebuat dari besi, hanya bisa di tempati oleh seorang ibu dan seorang anak bayi.

Bayi-bayi itu menjerit kesakitan diiringi tangisan yang lebat, saya duduk dan bisa menyaksikan dan mengamati tingkah ibu-ibu itu, nampakanya ibu-ibu itu pun merasa pedih mereka pun melemah sekan akan meraka juga merasakan sakit seperti anak-anaknya. Melihat kenyataan bayi-bayi yang sedang sakit ibunya hanya bisa berdoa dan memintta pertolongan agar cepat sembuh. Teriakan anak-anak itu seperti deruan ombak yang memukuli bibir pantai holtekam, jiwa-jiwa kecil nan munggil itu Nampak melemah Padahal jiak mereka tidak sakit bayi bai itulah yang akan menjadi motifator bagi orang tuanya untuk bekerja.

Seorang ibu dari pasien itu mengatkan kepada kami yang duduk diruanga itu dengan suaranya sangat pelan kayaknya penyakit ini musim rata-rata bayi-bayi sakitnya sama semuanya iya benar tarik pembicaraan seorang ibu kayaknya begitu perbincanga itu terus berlanjut dari arah depan datanglah seorang suster perawat denga membawa spoit untuk memberikan cairan kepada anak anak itu.

Banyak masyarakat lemah ekonominya dan pendapatanya, yang berobat di rumah sakit abepura dan ada pula orang orang yang mampu atau punya penghasilan, susahnya masyarakat yang tidak mampu untuk berobat di rumah sakit swasta yang dapat di kategorikan fasilitasi yang memadai dan biaya pengobatanya cukup mahal, mereka hanya bisa bertumpukan di rumah sakit yang sagat murah biaya pengobatanya.
Seorang suster yang sedang praktik itu menghampiri anak kaka lelakiku kemudian menyuntiknya ia terkejut dari bangun tidurnya kemudian mengais saya memerhatikan.
Nampaknya mereka masih sedikit gerogi dalam melayani pasien di bandingkan senior-seniornya, tetapi para suster mesti dituntut untuk menekuni bidang atau profesinya.
Disela-sela para suster perawat itu sedang melayani bayi-bayi yang kian melamah. Dari balik tembok putih itu terdengar iringan gema lagu rohani yang berjudul ALLAH KUASA, mengiringai tangis bayi-bayi yang sedang menjerit kesakitan setelah disuntik nyanyian rohani itu dinyanyikan bersama para pelayan gereja dan orang tua pasien.


Ibu-ibu membujuk anak-anaknya ketika mereka menjerit tangis dengan iringan lagu-lagu rohani, agar jiwa yang melemah itu mendapatkan kekuatan kelegaan kepada bayi yang lemah. Ibu bangun walaupun mengantuk merasa bosan dengan hari-hari yang di lewati terkurung di bawah kolong rumah sakit.

Hari mulai gelap saya dan kaka laki-laki makan malam di rumah sakit itu, setelah makan lalu saya dan kakak laki laki itu sharing tentang bebrpa persoalan terkait rumah sakit yang sedang di renovasi bitengah perbincagan itu terus berlanjut hingga tengah malam waktu menunujukan pukul 12.59 malan WIT, nampaknya kaka lelaki dan sya sudah mengatuk lalu kami bersua tidur karena ruanganya sesak kami berdua mengabil tikar kemudian alas di teras rumah sakit itu dan tidur hingga pagi,orang bingung ketika melihat kami yang kepikiran mereka adalah orang mabuk yang tidur .


Yang membangunkan kami pagi itu suara tangis anana anak itu, Pagi itu saya minta pamit untuk pulang kerumah, meniggalkan kaka laki-laki, istri dan anaknya dirumah sakit abe.suasana pagi tiu masih terdengar teriakan jeritan tangis yang keras membuat kami terkejut, semoga bayi bayi yang terkapar lemah ini mendaptakan kesembuhan dengan bantuan para susuter dan kelak nanti mereka akan di kagumi orang banyak di bumi ini.


Oleh : Hengky Akapakaby Yeimo
Sejumlah Bayi Terkapar Melemah di Tempat Tidur, Dengan Mewarnai Tangis, di Rumah Sakit Abepura. Reviewed by Majalah Beko on 09.27.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.