Breaking News

Berita

Mahasiswa Asal Kabupaten Deiyai Kota Studi Manokwari Menunggu Detik-detik Terakhir Peresmian Asrama Permanen Kabupaten Deiyai

Mahasiswa Deiyai di Manokwari, Foto Aten Pekei
Perkembangan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), karya-karya inovatif, dan daya pikir maupun jiwa organisasi dapat mengimbangi dan juga membawa arus perkembangan sisi positif maupun negatif bagi kaum intelek Papua. Salah satu sampel yang mendukung argumen ini seperti banyak timbulnya beberapa kasus mengenai tempat tinggal yang permanen. Salah satunya seperti pendirian sebuah asrama yang kokoh. Dengan adanya asrama yang kokoh, maka proses pembelajaran, penambahan wawasan, dan penyesuaian kemajuan IPTEK akan berjalan dengan baik.

Menurut software PC, Kamus Besar Bahasa Indonesia versi 1.1 (KBBI v. 1.1), asrama merupakan bangunan tempat tinggal bagi kelompok orang untuk sementara waktu, terdiri atas sejumlah kamar, dan dipimpin oleh seorang kepala asrama. Jadi, secara universal asrama dapat dikatakan sebagai tempat tinggal sementara yang dipimpin oleh seorang ketua asrama dengan aturan-aturan tertentu yang mengikat.
Tempat tinggal sering menjadi problem yang realistis terjadi di kalangan mahasiswa di berbagai kota studi di Indonesia. Mahasiswa menginginkan agar harus ada asrama permanen ataupun kontrakan dari Pemda mahasiswa yang bersangkutan. Pada dasarnya setiap asrama yang dibangun oleh pemda merupakan aset pemda yang bersangkutan. Namun yang menjadi kendala lainnya dalam penempatan pembangunan asrama adalah jika perguruan tinggi yang digenggam mahasiswa berbeda-beda apalagi tempatnya berjauhan pula. Patut diberi jempol apabila tempat antara perguruan tinggi yang berbeda-beda tersebut berada di daerah strategis dan layak dibangun asrama maupun kontrakan pemda.

Secara realita, pemda hanya datang membangun di tempat yang disetujui bersama oleh para mahasiswa, maka tentunya perlu adanya tingkat koordinasi maupun sosialisasi yang baik antara mahasiswa dengan mahasiswa dalam menentukan tempat yang strategis, maupun mahasiswa dengan pemda dalam pegaturan perabot asrama dan lainnya. Dalam konteks ini juga, perlu ada musyawarah dan mufakat terlebih dahulu sebelum memutuskan lokasi yang strategis dan layak dibangun asrama maupun kontrakan pemda.

Salah satu kota studi di Indonesia yang mengalami problem ini adalah kota studi Manokwari asal kabupaten Deiyai. Para penggugus dan pemikir pembangunan asrama Deiyai kota studi manokwari berawal dari para senior-seniorita mahasiswa Deiyai yang pada saat itu menjabat sebagai badan pengurus koordinator wilayah (koorwil) Deiyai di bawah naungan Ikatan Mahasiswa Pengunungan Tengah (IMPT) Manokwari. Mereka adalah Anius Ukago selaku ketua, Lemander Edoway selaku sekretaris, Hanna Pakage selaku bendahara, dan Yance B. Bobii selaku pemberi ide-ide. Mereka juga telah menghadirkan sekda kabupaten Deiyai di Manokwari, Bapak Basilius Badii, B.A. selaku Pemda Deiyai pada tahun 2010 yang dihadiri oleh semua mahasiswa Deiyai kota studi Manokwari. Penghadiran sekda Deiyai dimaksud guna memberi aspirasi tentang ide pembangunan asrama permanen dan uang beasiswa mahasiswa Deiyai kepada Pemda Deiyai. Aspirasi tersebut diterima baik oleh Pemda Deiyai. Kemudian aspirasi tersebut terlaksana pada pertengahan tahun 2011 dengan membangun asrama permanen mahasiswa Deiyai kota studi Manokwari.

Pembangunan asrama berjalan dengan baik, namun tentunya masih ada pro dan kontra lokasi pembangunan asrama ini terkait dengan permasalahan yang telah diutarakan di atas. Perlu diketahui bahwa hampir sebagian besar mahasiswa Deiyai mengenyam pendidikan di UNIPA lokasi Amban, sebagian kecilnya di tujuh sekolah tinggi lain di daerah kota seperti STIH, STIE, STT, STIKOM, PGSD, AKPER, STPP, dan POLIKRINDO. Setiap sekolah tinggi di daerah kota tersebut memiliki mahasiswa yang sangat minim. Jarak antara kedua lokasi tersebut sangat jauh.

Asrama permanen Diyai dibangun di daerah Amban. Inilah yang menjadi kontrafersi utama para mahasiswa yang mengenyam pendidikan di daerah kota. Mereka berkeras pendapat bahwa badan pengurus koorwil Deiyai yang lama memilih lokasi pembangunan asrama sesuka hati tanpa memikirkan nasib para mahasiswa di daerah kota. Mereka juga beranggapan bahwa ketidakadilan sungguh terjadi. Disamping itu, dengan tegas mereka juga menekankan agar pemda segera membeli kontrakan atau asrama permanen kedua. Hal harus ditindaklanjuti oleh Pemda Deiyai ke depan. Namun, “nasi sudah menjadi bubur”, asrama permanen Deiyai telah dibangun dan siap diresmikan oleh Pemda Deiyai. Oleh karena itu, para mahasiswa berharap kepada badan pengurus koorwil Deiyai agar berkoordinasi dengan Pemda Deiyai untuk menyempaikan aspirasi tersebut.

Guna menyukseskan peresmian asrama Deiyai, mahasiswa Deiyai membentuk panitia peresmian asrama Deiyai yang diketuai oleh Petrus Mote dan disekretarisi oleh Leander Tekege. Dalam masa kerja panitia ini juga terdapat beberapa masalah yang timbul akibat kurang adanya tingkat koordinasi dan sosialisasi yang baik antara mahasiswa dengan mahasiswa, khususnya antara badan pengurus koorwil Deiyai dengan panitia peresmian asrama Deiyai.

Menyikapi masalah tersebut, Petrus Mote mengungkapkan kepada forum (mahasiswa Deiyai kota studi Manokwari) pada rapat koorwil Deiyai yang diadakan tanggal 02 Maret 2012 lalu di kompleks asrama permanen Deiyai, bahwa harus ada koordinasi, pengertian, penghargaan, dan penghormatan antara sesama guna tersukseskannya acara peresmian asrama Deiyai pada beberapa waktu mendatang.
Hal serupa pernah diutarakan panitia peresmian asrama Deiyai itu pada sharing dengan Bapak Frans Ign. Bobii di lokasi yang sama pada tanggal 29 Februari 2012 lalu bersamaan dengan acara syukuran wisudawan/ti UNIPA Manokwari. Sharing ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi mengenai kekurangan perlengkapan asrama, seperti perabot, dll. Dalam sharingnya dengan para mahasiswa Deiyai saat itu, Frans Ign. Bobii mengungkapkan bahwa mahasiswa harus mendapat dan memiliki nilai plus (+) dengan adanya fasilitas yang lengkap ini, khususnya di asrama Deiyai yang baru ini agar dipakai pada saat di lapangan kerja. Biar begitu, kekompakan dan kekeluargaan mahasiswa Deiyai kota studi Manokwari tidak berkurang.
Semua mahasiswa Deiyai sangat berapresiasi dan bangga memiliki asrama permanen Deiyai alias asrama “01” Deiyai di Papua Barat. Mahasiswa Deiyai di kota studi buah-buahan tersebut hanya menunggu detik-detik peresmian asrama permanen asset Pemda Deiyai. Peresmian asrama Deiyai direncanakan segera dalam beberapa waktu ke depan. Semoga asrama permanen mahasiswa Deiyai kota studi Manokwari ini dapat membantu dalam proses perkuliahan dan pengorganisasian di lingkup kampus maupun di luar kampus guna memajukan dan meyukseskan motto kabupaten Deiyai “Dou, Gaii, Ekowai” (Melihat, Berpikir, Melakukan).

Oleh : Aten Pekei
Mahasiswa Asal Kabupaten Deiyai Kota Studi Manokwari Menunggu Detik-detik Terakhir Peresmian Asrama Permanen Kabupaten Deiyai Reviewed by Majalah Beko on 20.05.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.