BREAKING NEWS

Berita

Pergaulan Bebas Yang Berujung Pada “Aborsi”

Bayi aborsi, Foto : ist

Diawal Berlayar Merasa Bangga, Namun Berlabuh Dengan Kesengsaraan
Meniggalkan Pacar, Anak Menjadi Korban  Salah Siapa ?

Pada saat kawin memang gampang, tetapi menikah susah. Kalau kebutuhan biologis terpenuhi, mala senang tetapi susah untuk bertangung jawab. Hasil produksinya yah jika demikian ujung-ujungnya aborsi, fenomena fakta ini terus terjadi tanpa sepengetahuan orang banyak, biasanya.
Saya melewati halaman rumah seorang lelaki dan istrinya yang sedang menggendong anaknya, nampaknya mereka berdua tegang rauh wajah istrinya mencolok marah. Nampaknya mereka juga hendak menghampiri ibu dari anak kecil yang sedang diaborsi itu.
Saya hanya melewati dan langsung bertemu dengan kakak ipar dari si perempuan yang melakukan aborsi ini kemudian melontarkan beberapa pertanyaan singkat mengenai kejadian ini.
Ketika itu saya melihat seorang gadis yang terkapar melemah di tempat tidurnya sekan-akan ia tidak memiliki kehidupan lagi nantinya. Saya bertanya kepada orang di sekitarnya. Kenapa perempaun itu bisa terkapar lemah padahal tidak seperti biasanya ia melemah? Ah….. dia baru selesai aborsi. Mengapa bisa demikian tanya saya dengan prihatin? Ah pacar laki-lakinya menyuruh dia untuk menggugurkan anaknya.  Kemudian ia pergi tinggalkan perempuan itu. Baru laki-lakinya kemana kah? dia hanya menitip pesan demikian lalu dia ke kampung halamanya. Mengapa perempuan itu melakukan aborsi? Padahal  dia masih mudah dan bisa para anaknya toh, ah kita ikuti sesuai amanah pacarnya saja, Apakah sudah  beritahukan orang tuanya lelaki?  Belum..belum beritahu, Kenapa tidak beritahu saja, siapa tahu mama dari lelaki itu bersedia pelihara anak itu… Ah sudah terlanjut jadi.
Bagaimana pendapatan orang tua perempauan? Orang tuanya tidak mampu untuk menghidupi dan mereka sudah tau tambah lelaki itu tapi si cewek itu  bikin gaya macam anak penjabat saja. Lelaki  itu menambahakan kita hidup itu harus apa adanya.
Lalu, Apakah orang tua perempuan setuju atau tidak mereka  setuju untuk mengugurkanya  karena tidak mampu untuk menghidupinya, sebab sumber pendapatannya pun sangat minim. Untuk membiyayai anak perempuan tersebut orang tuanya harus berjualan sambil berjemur dibawah panasnya cahaya raja siang dan mengeluarkan keringat. Begitu pun orang tua lelaki, sehingga aborsi-lah yang menjadi solusi.
Lalu, mengapa perempuan itu memilih untuk menggugurkan buah hatinya? Ah….. rupanya dia dibujuk oleh orang agar anak itu untuk diaborsikan. Apakah suaminya saja yang menyuruhnya untuk aborsi?  Tidak ada pihak lain juga menyuruhnya untuk mengaborsi anaknya, orang yang menyuruh untuk aborsi  ternyata si pemuda dan istrinya yang saya bertemu tampak gelisah, wajah mereka juga termasuk orang yang membujuk perempuan itu untuk melakukan aborsi.
Dimana tempat mereka melakukan aborsi, apakah di dukun beranak atau melalui bantuan medis? Di salah satu apotik di persimpangan perempatan itu.Ternyata para dokter juga masih bisa membantu untuk mengaborsikan anak.
Maka pemerintah dalam hal ini pihak kepolisian harus, menggeleda apotik-apotik yang ada sebab mereka tidak hanya melayani pasien tetapi mereka juga membatu membunuh anak dengan cara aborsi.
Tambah lelaki itu, Saya sempat ribut di depan apotik itu. Tetapi suster itu datang dan memberitahukan kepada saya untuk tidak ribut. Kemudian suster itu tanya  pada saya punya  istri, siapa dia? Itu suami saya, aduh coba bilang dia tidak boleh ribut kah…. Istrinya datang perlahan  dan mengatakan jangan teriak begitu bapak. Dengan tegas lelaki itu mengatakan “jangan apa kamu pikir kamu bunuh binatang kah.. itu manusia dia juga berhak hidup”.  “Saya akan laporkan kalian ke polisi, agar kalian ditangkap. Kurang ajar ini , Kalau mau cari uang itu bukan dengan cara seperti ini ,” tegas lelaki itu.
setelah itu ia, membangunkannya dari pembaringan dan menyuruhnya duduk dan keluar untuk mengubur mayat anak kecil itu. bersama dengan pihak laki-laki dan pihak perempuan. “Saya tidak mau ikut pemakaman ini kecuali kalian membayar uang atau menyelesaikan persoalan ini dengan baik lalu saya bisa ikut”tegas lelaki itu.
Hal ini merupakan pelajaran bagi kita. lelaki itu terus berceramah sebab ini persoalan hidup. Jika sudah siap untuk melakukan perkawinan berarti sudah siap untuk membangun rumah untuk menampung keluarga. Setelah demikian harus bertangung jawab susah atau senang hidup ini. Kalau  kejadian seperti ini  kan konyol. Kita manusia harus melewati dua badai hidup yang besar baik itu badai hidup yang baik dan tidak baik. Orang yang menerima enaknya saja itu akibatnya menggugurkan anaknya. Tipe orang yang tidak mau menerima badai buruk dalam hidup.
Saya merasa prihatin dengan tindakan mereka akhirnya saya tidak memberikan dan hanya saya belikan fresh tea saja untuk mereka, karena saya sungguh tidak terima dengan perilaku mereka. Seandainya perempuan itu menerima kenyataan tanpa mendegarkan bujukan pacarnya dan orang lain untuk menggugurkan anaknya saya siap bantu karena hal itu tidak sengaja dan itu memang rencana Tuhan. Saya sudah cap mereka membunuh orang jadi saya tidak mau bantu mereka”.
Makin banyak apotik makin membatu masyarakat dalam pelayanan kesehatan tetapi mala terbalik, makin banyak apotek, makin banyak orang yang melakukan aborsi, dan ada bantuan dari medis tambahnya lagi. Padahal kita orang Papua butuh orang yang lebih banyak mengapa sampai orang itu datang dengan menerima orang Papua yang ingin melakukan tindakan yang diluar dugaan kita atau Aborsi.
Orang Papua makin habis jika demikian melalui politik banyak rakyat yang korban sedangkan melalui aborsi juga demikian tapi malah tidak ada penanganan dari pemerintah tentang hal ini anak-anak jaman sekarang  baru SMP saja sudah begaya orang dewasa dengan memiliki lebih dari satu pacar padahal kami dulu jika orang tua dengar kami pacaran kami dikejar macam apa kucing kejar tikus.

Oleh : Hengky Akapakaby Yeimo


Pergaulan Bebas Yang Berujung Pada “Aborsi” Reviewed by Majalah Beko on 20.59.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.