BREAKING NEWS

Berita

Yesus, Mengapa Engkau rela Panggul Salib Ke Golgota?

Kerindua-Nya untuk membrantas dosa umat manusia sehingga Tuhan rela mati di atas kayu salib sehingga makna Hari Raya Paskah ini memberi sebuah hidup baru bagi umat kristiani di dunia dan terlebih kusunya manusia penghuni bumi cenderawasih”.

*Catatan renungan selama paskah 2012

Yesus Memanggul Salib Ke Golgota, Foto : Ist
Tanya seorang anak berusia 5 tahun pesis hari paskah di tahun 2010 ditengah perbincangan serius anak itu mengalikan pembicaraanya lalu bertanya, kakak kenapa Yesus Kristus harus pikul salib lalu mati? Adik punya pertanyaan bagus, seruku dengan nada pelan, Yesus memanggul salib untuk menebus dosa umat manusia, sesungguhnya Yesus hadir di tengah manusia untuk menebus dosa umat manusia adik.

Bocah itu merasa puas dengan jawabanku kemudian pergi menjauhiku dan Ia mengajak temanya-temanya sebaya bertekad untuk mengikuti hari raya paskah dengan bertekad pada Yesus mati untuk untuk kita semuanya.

Wajar saja anak itu bertanya dengan rauh wajah harus mendapatkan sebuah jawaban yang benar, dari saya rupanya banyak anak-anak sebanyanya biasanya melontarkan pertanyaan yang sama kepada saya, anak kecil itu masih ingin tahu banyak hal, terkait kesengsaraan yang dialami oleh Yesus Kristus, pertanyaan anak kecil itu seakan-akan mewakili pertanyaan anak-anak kecil seusianya khusunya di bumi cenderawasih ini sebab bayank anak kecil yang belum paham tentang pengertian sesungguhnya tentang hari Raya Paskah.

Mungkin saja ada orang dewasa penghuni bumi cenderawasih yang belum paham juga tentang perayaan paskah, kalau memang ada secara tidak langsung anak itu medobrak pertanyaan mewakili orang dewasa yang belum paham tentang perayaan paskah.

Padahal nuansa paskah selayaknya dinikmati manusia penghuni bumi terlebih khusus penghuni bumi cenderawasih sebagai hari, pembaharuan hidup masing-masing insan pemilik bumi cenderawasih.

Bumi papua yang kita huni ini kian kali di warnai dengan ragam dosa baik sengaja maupun tidak sengaja anehnya sekalipun tuhan yesusu sudah memberikan arti hidup sesungguhnya kepada kami manusia yang menghuni di bumi ini tetapi sering kali kita abaikan disinilah letak persoalanya. Kita perlu ketahui bahwa, manusia papua sesungguhnya sudah paham tetang baik dan buruk hidup ini, kami manusia bumi cenderawasih paham sesungguhnya tentang manusia alami. 

Berangkat dari pemikiran itu kami bisa mengemukakan stegmen bahwa manusia yang hidup di bumi cenderawasih tidak identik dengan dosa, secara universal kami sabagai manusia yang alami penghuni bumi cenderawasih sungguh menyadari apa sebabanya engkau memanggul salib ke golgota untuk menebus dosa manusia moderen yang bukan lagi manusia alami.

Manusia yang dianggap makhuluk secitra dengan Allah, yang memiliki budi luhur itu selalu saja mengabikan ajarannya secara tidak sadar misalnya membantah perintah orang tua dsb.  padahal kita perlu sadar bahwa allah merindukan agar manusia harus sejalan dengan perintah-Nya, kemudian sepaham akan kebenaran firma-Nya. 

Tetapi seiring perkembangan di dunia manusia penghuni bumi cenderawasih pun turut terlibat dalam kedalam praktik dosa-dosa yang membebani diri sendiri banyak harapan yang terpendam untuk keluar dari cengkeraman dosa berikut harapanya.

Tanpa senoda kami orang suci lihatlah kami dan taburilah garam semoga kami menjadi terang dunia dan berpancar dengan sinar pembaharuan yang engkau berikan
Yesus sang penebus berduri di kepala. luka parah hingga tubuh penuh berlumuran darah, demi dosa kami kau panggul salib rela mati  dipukuli karena cinta pada umat manusia.
Engkau tidak mundur dari ancaman maut yang besar itu engkau taat memikul Sali sucimu hingga engkau disalibkan di golgota.

Paham akan penderitaanmu memberikan arti hidup kepada kami manusia sesungguhnya ketaatan umat manusia akan penderitaanmu membawa hidup baru seperti engkau bangkit pada hari yang ketiga dari antara orang mati.

Engkau hiidup, sungguh hidup yesusu kristus raja dunia aku paham benar sebenarnya kau panggul salib suci itu, kegelisahan akan hidup ini membuatku menjadi kuat untuk tetap hidup di tangah lajunya perkembangan seiring lajunya dosa di dunia ini.

Sekalipun Kami tergolong kedalam dosa, kami dosa sengaja yang dilakukan oleh manusia dan dosa yang kami lakukan secara tidak sengaja, kami sadar akan ada dan selalu ada pengampunan terhadap kami umat manusia.

Kita patut bersyukur Allah pemilik bumi telah mengutus anak-Nya yang tunggal kedalam dunia ini dua ribu tahun yang silam, untuk menghapus seluruh wujud dosa yang kita perbuat secara langsung dan tidak langsung yang kita harap untuk dibrantas semoga dengan salib suci dan kerindua-Nya membuat kita semua berubah di Hari Raya Paskah ini.

Oleh :  Henk Akapakabi Yeimo

Yesus, Mengapa Engkau rela Panggul Salib Ke Golgota? Reviewed by Majalah Beko on 20.32.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.