BREAKING NEWS

Berita

Membutuhkah Kasih Sayang

“Pale,…..Pale”, itulah panggilan masyarakat setempat kepada pak Slamet Yusuf. Dialah seorang peternak babi dan sapi milik pastoran Serikat Jesus (SJ) di Wisma SJ. Bapak yang lahir di Pekalongan (Jateng) 1920-an itu mempunyai sorang istri berumur ½ darinya. Mereka hidup pas-pasan. Rumah mereka terletak di Jalan PDAM dekat pinggiran jalan. Rumah mereka terbuat dari seng dan kecil, hanya bisa untuk tempat tidur mereka saja. Mereka juga tidur di atas papan yang berantakan. Bisa dibayangkan kalau hujan. Apa yang terjadi? Itulah sekilas mengenai pak Slamet Yusuf.

Pada tanggal 13 Februari 2011, tim redaksi Majalah Black Koteka datang berbincang-bincang bersama pak Slamet. Saya dan Paulus Adii (atau akrabnya dipanggil Louis’14) pergi ke rumah pak Slamet yang terletak di tengah Kota Nabire itu. Setiba di rumah pak Slamet, saya dan Paul langsung menyapa dan memberi salam kepada pak Slamet dan istrinya. Kami menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan kami. Kami datang untuk mewawancarai seputar tema majalah ini; “Kasih Sayang”. Mereka adalah orang yang murah hati. Mereka menerima kami dengan baik. Nah, kawan-kawan inilah hasil wawancara kami.

Majalah Black Koteka: Apakah kasih sayang itu menurut Bapak?
Pak Slamet: Yaaa…Kasih sayang itu kasih sayang itu sendiri. Seperti kasih sayang antara sesama manusia. Kalau sayang itu harus saling mengasihi, memberi, dan menghargai.

Majalah Black Koteka: Apakah Bapak membutuhkan kasih sayang?
Pak Slamet: Sangat, sangat. Apalagi dalam masa tua begini dan kondisi ekonomi saya yang kurang sekali.

Majalah Black Koteka: Apakah selama ini ada perasaan kasih sayang yang Bapak dapat dari masyarakat setempat?
Pak Slamet: Ada kala ada. Kalau dari masyarakat setempat itu tidak ada, kecuali dari orang yang tak dikenal. Orang itu memakai mobil mewah. Mereka biasanya memberi beras sekarung. Kemudian, ada lagi orang yang memberikan uang pada saat hari raya Natal kemarin (2010), yaitu Br. Prapto, SJ. Saya rasa itu merupakan bentuk kasih sayang mereka kepada saya dan istri saya.

Majalah Black Koteka: Kasih sayang seperti apa yang Bapak dambakan?
Pak Slamet: Yaaa…Itu tadi. Tapi yang paling penting adalah kasih sayang yang diwujudkan dalam kesabaran dan ketabahan. Dengan demikian, saya mempunyai suatu pegangan, yaitu saya harus tabah dan sabar dalam hidup ini sehingga saya bisa bertahan hidup.

Begitulah jawab pak Slamet dengan senyuman. Setelah wanwancara, kami berterima kasih dan pamitan. Sungguh pelajaran interview perdana yang menyenangkan dan menantang.

“Kami datang pas pak Yusuf dengan istrinya lagi duduk-duduk di rumah mereka. Sebelumnya, kami menemukan pintu rumah mereka masih terkunci. Tapi, kami sangat bangga karena kami bisa wawancara dengan pak Yusuf,” ucap Paul kepada teman-teman redaksi Majalah Black Koteka saat diskusi (beberapa waktu setelah interview ini dilakukan. (Aten Pekei & Paulus Adii)

Sumber: Majalah Black Koteka Edisi Cetak III / Tahun II / Maret 2011
Membutuhkah Kasih Sayang Reviewed by Majalah Beko on 01.24.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.