BREAKING NEWS

Berita

Saya Bukan Saya


“Ungkapan Santai Seorang Sahabat”
Yosias Iyai, foto : Dok Pribadi

Hari ke enam tepat di kota Bagor, setelah tibah dari Papua-istana kami. Natto, begitu teman-teman menyapanya. hari itu begitu cerah mukanya, dia senyum menggambarkan seakan-akan dia siap menghadapi segala cuaca yang terjadi di hari itu. Semangatnya seperti tidak putus hanya pada pagi hari. Mukanya makin cerah, setelah dia mandi alias membersikan badan dan membuat dia semakin percaya diri. Melihat wajah cerahnya saya curiga, “mungkin dia menggunakan lima sabun segalikus” pikirku.

Kerena semangatnya terlalu tinggi hari itu, menambah kecurigaan dan membuat pertanyaan yang besar bagi saya. Pace ini, dia pu rencana apa tuk hari ini e? dalam bahasa sehari-hari, tanyaku dalam hati. Semakin lama, membuat saya penasaran untuk mencari tahu rencananya dan saya langsung menyanyakan pada Natto. To, kamu lain hari ini? Saya biasa saja, saya ini adalah saya sudah. Jawabnya. Kamu mau kemana hari ini? Yah, kita jalan-jalan ke kampus sama-sama to. Jawabnya sambil tersenyum.

Kami (saya, Natto dan Merry) keluar dari kontrakan menuju jalan besar. Jarak dari kontrakan ke kampus-Universitas Pakuan- tidak memakan waktu yang lama. Kami berjalan kaki menuju kampus tersebut dan setelah tiba di lingkungan kampus, kami bertemu dengan kakak Minai-mahasiswa semester lima di UNPAK. Kakak yang kami bertemu ini mengajak untuk bercerita-cerita dengannya. Kami merasa bahagia, karena banyak hal yang dapat ketahui melalui perbincangan dengan kakak Minai.

Seusai berbincang-bincang, Natto mengajak kami (saya dan merry) untuk ke studio foto. Kami mengantarnya ke studio foto. Rasanya anak ini perlu tenangkan diri dan istirahat sejenak di tempat duduk sampil menunggu antrian yang panjang. Beberapa waktu kemudian, antrian yang panjang itu berkurang menjadi beberapa orang saja. Saatnya sahabat saya (Natto) ini harus bergerak cepat untuk mendaftarkan diri untuk di foto kepada petugas. Tak lama kemudian, petugas ini memanggil namanya dan dia memasuki sebuah ruangan kecil untuk foto. Seusai foto kami harus menunggu beberapa menit. Petugas itu menyerahkan hasil fotonya dan tiba-tiba seuntaian kaliamat santai diungkapkan sahabat ini “saya bukan saya”.

Entah mengapa seuntai kalimat itu terucap, membuat saya harus merenung. Ternyata kalimat ini dia ungkapkan karena mamang beda penampilannya setelah ia mininggalkan istananya. Muka yang carah seakan-akan ingin belajar semuanya. Ingin belajar supaya kembali bembangun daerahnya yang penuh dengan tanda tanya. Namun satu pesan yang ku titip kawan, bahwa setelah kawan tahu semuannya itu, jangan kawan kembali mambuat tanda tanya lagi demi hidup seribu tahun nanti.  Oleh : Yosias Iyai)*
 
Saya Bukan Saya Reviewed by Majalah Beko on 07.08.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.