BREAKING NEWS

Berita

Bukan Aku Tulang Rusuk Mu

Oleh Amos. M. B. Degei

Amos M. B. Degei (Doc. Pribadi*)
Sebuah senja yang sempurna. Sepotong roti dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu apalagi bagi sepasang manusia (orang) yang memadu kasih? Jeek dan Rooz berdiri menatap terbenamnya sang ibunda “matahari” di punggung senja itu. Percakapan dimulai dan dilalui lewat beratus canda-tawa. Rooz berdiam sejenak dan berkata “Katakan cinta mu” Jeek tidak meresponnya. Rooz memulai meminta kepastian tentang cinta Jeek.
Rooz    : Siapa yang paling ko cintai di dunia ini?
Jeek     : Siapa lagi kalau bukan ko!
Rooz    : Menurut koi, saya ini siapa jadi?
Jeek     : (Berpikir sejenak, lalu menatap Rooz dengan pasti) Koi itu za punya tulang rusuk.
            Terkejut, berdebar rasanya hati Rooz. Terasa dingin memamasuki hingga ke dinding hatinya, ketika mendengar ungkapan Jeek  yang lembut dan merdu suaranya itu. Namun secara tiba-tiba saja, hati Roos terasa sakit seakan sedang ditusuk sebuah jarum yang tajam. Rooz menundukan kepalanya ke arah tanah.
Jeek     : Roos, ko kenapa ka?
Roos    : Tiba-tiba za punya jantung ini rasa sakit sekali.
Jeek menjadi bingung. Terdengar suara tangisan di kedua kuping Jeek. Jeek pun memandang ke arah Rooz. Cucuran air mata Roos sudah membasahi pipinya. Tangisan Roos kian terbahak-bahak. Perasaan Roos ketika mendengar suara hatinya  Tanda hidupnya tidak akan aman seketika menikah. Tiba-tiba  Roos memegang kedua tangan dari Jeek. Kemudian Jeek menghapus air mata Roos yang masih menetes.
Jeek     : Roos ko kenapa ka?
Roos    : ”Jeek saya sangat cintai sama ko, tapi ini mungkin pertemuan antara kami berdua yang
  terakhir.”
Jeek     : “Kenapa?
Roos    : “Ko bukan za punya tulung rusuk.
Jeek     : “Tidak mungkin Ros, za sangat cinta sama ko!?”
Hati Roos terasa sakit ketika mendengar sebuah ungkapan kata hati JeekEngkau tulang rusuk ku”. Mungkin saja hal ini bertanda bahwa hidup tidak akan damai ketika menikah. Sambil mendengarkan tanpa ada kedipan mata, Jeek masih saja duduk menatap wajah kekasihnya. Roos pun mulai menatap Jeek, sambil perlahan-lahan melepaskan tangan kekasihnya Jeek sambil berkata,  Selamat tinggal Jeek, saya tau kamu sangat mencintai saya, begitu pun diri saya padamu. Tetapi sayangnya proses cinta kami berdua sia-sia, saya bukan pilihan tepat untuk dirimu Jeek, saya bukan tulang rusuk mu. Saya yakin suatu hari nanti kamu akan mendapatkan kekasih baru yang lebih baik dari saya, Selamat tinggal Jeek. Roos melepaskan tangan Jeek lalu pergi. Tak ada sekata pun yang dibalas Jeek. Hati Jeek sangat pedih rasanya. Jeek sudah tidak berdaya untuk berbuat apa-apa. Air mata Jeek jatuh berderai tanpa ada hentinya. Arah pandangan mata Jeek masih saja menatap ke arah perginya Roos, pujaan hatinya.
Dengan berat hati, akhirnya Jeek mengucapkan, “Kalau ini mamang takdir, saya akan doakan untuk dirimu Roos, semoga tanpa menunggu waktu yang lama engkau mendapatkan kekashi barumu. Terima kasih atas semuanya.
Manokwari (14/3/2013)

Sallam perjuangan !

(Dialog-dialog di atas menggunakan bahasa nonbaku alias bahasa rumah)

Bukan Aku Tulang Rusuk Mu Reviewed by Majalah Beko on 17.27.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.