BREAKING NEWS

Berita

Guru Tidak Hanya, Tamatan Strata Satu (S1)

Oleh : Isodorus Tebaipapa Tebai

ISOSDORUS TEBAI
Saya dididik di sebuah kampung yang terpencil, saya dibina oleh seorang Guru tamatan SPG menurut saya Mereka adalah barometer bagi guru Zaman sekarang. Karena menurut pengamatan saya Saat ini kebanyakan guru yang tidak mau turun ke kampong terpencil. Mungkin karena gengsi atau bagiman tidak jelas” penulis melihat Kebanyakan guru sekarang banyak mengeluh karena berbagi alasan di kampung-kampung, tidak ada kendaraan letak geografis dan sebaginya dengan alasan itu penulis coba  mengambil judul artikel ini, Guru Tidak Hanya Tamatan Strata 1 (S1)”. Seusuai dengan judul tulisan saya ini bahwa. Guru yang  ditugaskan di daerah terpencil, tetapi mala menolak. Tetapi kebijakan pemerintah untuk menetapkan bahwa setiap guru harus S1  itu idak PAS di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Banyak guru tamatan sarjana S1  turun ke pedalaman karena  tidak mampu bertahan dengn alasan kondisi geografis, di pedalaman sarana tidak lengkap dan sebaginya.  Ada pula guru yang  sebelum ujian mereka sudah turun berlibur pada  Juli  ke kota kota. buru dong naik naik ke pedalaman pada saat ujian untuk mengawasi, kemudan turun kembali ke kota ini fakta guru guru di pedalaman papua. 

Tetapi kalau kita lihat perbandngan guru, tamtan SMA dan tamatan D3 dan tamatan S1 SAYA MELIHAT yang lebih aktif mengajar adalah  mereka yang tamatan sma para guru itu mengajar dengan kasih sayang terhadap anak didiknya. Yang haus akan pedidikan di pedalaman papua. Menurut penulis kebanyakan guru sekarang yang mementingkan diri sendiri, maunya pangku kaki, tidur bangun di atas kasur yang empuk tanpa pertimbangan anak didiknya.  Khasus seperti begini terjadi banyak terjadi di didaerah pedalaman pegunungan tengah papua khususnya, ini memang sangat hironi.
 
Dengan demikian Apakah hasil kekayaan yang ada di Papua ini dapat terolah sendirinya? Apakah saya tidak bisa menghasilkan sesuatu yang bisa dipakai oleh semua orang?  Jangan maunya menunggu orang luar yang datang membatu tenaga guru sebab papua sudah banyak SDM yang mengangur salah siapa? Apakah dengan guru S1 dapat menjangkau pelosok  di papua yang masih belum tersentuh oleh pembangunan?

Menurut saya, Pemerintah  Jangan mengambil kebijakan yang nantinya menyulitkan anak-anak sekolah di dusun dusun yang hingga saat ini masih belum tersentuh pendidikanya. Pemerintah mesti turun lapangan disetiap sekolah untuk mempertimbangkan kebijakan dengan kondisi ril yang di hadapi oleh siswa-siswai dan antisispasi guru-guru yang nantinya bertugas tetapi tidak lama hanya karena kondisi kampung membuat sehingga mereka harus kembali ke kota-kota.  Lebih bagusnya jika, pemerintah mengaktifkan kembali SPG. Kebanyakan guru-guru didikan SPG langsung terjun ke lapangan dibandingkan guru-guru sekarang yang tamatan dari berbagai Unifersitas yang ada di Indonesia. 

Menurut penilaian saya, Sejak Tahun ajaran 2002 kebawah, memang guru guru pada massa itu mereka  dengan sunguh-sungguh mendidik ana didiknya sehingga berjalan lancar dan semuanya sudah dikategorikan sebagai orang yang berpendapatan menengah. Dan mereka cukup dikatkan berhasil karena anak didiknya berhasil semuanya.

Bukalah mata hati kalian dan Marilah turun bersama-sama dengan saya yang sedang ngidem, pendidikan formal yang sebenarnya.

Ko dantang  di pinggir lereng gunung, dipinggir sungai, dan laut, ko lihat saya yang sangat menderita dan haus akan pendidikan. Saya menilai guru yang dulu dengan sekarang lebih aktif guru gur yang dulu didikan belanada ketimbang didikan indonesia, anehnya guru yang pamalas kok tetap di gaji  itu sama saja dengan merugikan uang Negara. Biarpun pemerintah menerima/membuka pendaftaran, biarpun diterima dan ditugaskan di daerah-daerah terpencil, tetapi saya tidak jamin,yang telah di terima tidak mungkin mereka ke tempat tugasnya karena alasan diatas.  

Guru-guru yang sekarang kebanyakan mencari uang, kok setelah tidab di pedalaman membuka kios toko dan sebaginya.padahal Sudah dibiayai mahal-mahal untuk menjadi guru. Nah buat apa saya ke kampong yang terpencil, di sana tidak ada listrik, tidak ada sinyal, cuacanya selalu mendung, dingin lagi. Siapa yang mau pergi menderita. ? bukankah demikian?

Penulis Pemula adalah: Mahasiswa Umel Mandiri Jayapura, Prody Manajemen Informatika.

Guru Tidak Hanya, Tamatan Strata Satu (S1) Reviewed by Majalah Beko on 20.43.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.