BREAKING NEWS

Berita

Menjual Tanah, Menggadai Kehidupan


Oleh: Felix Minggus Degei*  
  
Felix Minggus Degei, Foto; Dok Pribadi.
“Pada mulanya manusia berasal dari tanah. Dan, akhirnya akan kembali ke tanah lagi. Tidak hanya awal dan akhir dari kehidupan manusia yang berasal dari tanah. Akan tetapi, sebenarnya seluruh kehidupan manusia bersumber dari tanah.
Oleh karena itu, manusia semestinya bersahabat dengan tanah.”   

Berita tentang larangan untuk jual beli tanah sebenarnya  adalah bukan wacana baru ragi “lagu lama. Karena selama ini di berbagai media massa, selalu mempublikasikan tentang masalah tanah tersebut. Pemberitaannya, baik melalui media cetak maupun elektronik. Selain di media massa, persoalan ini juga selalu dibahas dalam berbagai acara acara besar seperti, ceramah, diskusi, seminar, ibadah, pembelajaran, perkuliahan dan lain-lain. Akan tetapi, masih saja banyak terjadi kasus jual beli tanah. 

Bahkan, tanah juga menjadi obyek dalam proses perdagangan dengan cara tukar menukar barang (barter). Oleh karena itu, penulis merasa sangat penting untuk kembali mengingatkan tentang betapa vitalnya tanah bagi kelangsungan hidup manusia. Harapannya supaya masyarakat sadar akan pentingnya konservasi tanah dengan baik dan benar. 

Tanah adalah sumber segala kehidupan bagi manusia. Dalam kisah penciptaan manusia pertama di Taman Firdaus, Tuhan membentuk manusia laki-laki dengan debu tanah liat. Ia dibentuk dengan gambar dan rupa Allah sendiri. Lalu, Tuhan menghembuskan nafas kepadanya dan Ia menamainya Adam. Akan tetapi, Tuhan merasa tidak baik kalau Adam seorang diri. 

Oleh karena itu, Tuhan menciptakan pendamping hidupnya seorang perempuan dari tulang rusuk Adam dan menamainya  Hawa. Dengan membaca dan memahami isi kisah penciptaan ini, maka tentu kita perluh sadari bahwa sebenarnya kita dibentuk dari tanah. 

Dan, pada akhirnya setelah ajal tiba pun kita akan dikuburkan dalam tanah. Karena hanya nafas kehidupan atau roh saja yang milik Tuhan sendiri. Sedangkan, seluruh anggota badan kita adalah debu tanah liat biasa.

Tanah sangat berperan penting bagi kehidupan manusia. Peranannya adalah antara lain; a).Tanah sebagai  tempat tinggal dan tempat melakukan segala kegiatan, b).Tanah sebagai tempat tumbuhnya vegetasi yang sangat berguna bagi kepentingan hidup manusia, c).Tanah sebagai tempat mengandung bahan tambang atau bahan galian yang berguna bagi manusia dan d).Tanah sebagai tempat berkembangnya hewan yang sangat beguna bagi manusia. Berikut adalah penjabaran dari peranan tanah bagi kehidupan manusia.

Tanah Sebagai  Tempat Tinggal dan Tempat Melakukan Segala Kegiatan

Di atas tanah, manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan dapat  hidup dan berkembang biak. Mereka juga melakukan segala aktivitasnya demi kelangsungan hidup. Burung yang memiliki sayap saja, ketika hari telah malam mereka akan kembali hinggap di dahan atau pun saran untuk berlindungnya. Tentunya, dahan atau saran yang mereka berlindung  adalah bertempat di atas tanah.

Oleh karena itu, sangatlah benar bahwa tanah berfungsi sebagai tempat tinggal dan tempat melakukan segala aktivitas bagi semua makhluk hidup.
 
Tanah Sebagai Tempat Tumbuhnya Vegetasi yang Sangat Berguna Bagi Kepentingan Hidup Manusia

Manusia dapat hidup karena tumbuh-tumbuhan yang hidup dan berkembang biak di atas tanah. Hampir seluruh bahan makanan yang dikonsumsikan manusia berasal dari tanah. Bukan hanya itu, udarah bersih (oksigen) yang manusia hirup saja bersumber dari tumbuh-tumbuhan. Hal ini berarti bahwa, sebagian besar kepentingan hidup manusia bersumber dari tumbuh-tumbuhan yang berasal dari di atas tanah.  

Tanah Sebagai Tempat Mengandung Bahan Tambang atau Bahan Galian yang Berguna Bagi Manusia

Di dalam kandungan tanah memiliki banyak hal yang berguna bagi manusia. Salah satunya adalah berbagai jenis bahan galian yang ada dalam tanah. Bahan galian atau bahan tambang tersebut adalah baik itu bahan galian logam maupun non logam. Oleh karena itu, tanah juga banyak menyimpang berbagai misteri bahan galian yang sangat berguna bagi kelangsungan manusia. 

Tanah Sebagai Tempat Berkembangnya Hewan yang Sangat Beguna bagi Manusia

Tanah juga merupakan tempat tinggal, hidup, tumbuh dan berkembang biaknya seluruh hewan ciptan Tuhan. Tentunya,  seluruh hewan ciptaan tersebut sangat berguna bagi kelangsungan hidup manusia. Daging hewan dikonsumsikan sebagai lauk pauk. Selain itu, manusia juga menggunakan jasa hewan untuk menunggang seperti; kuda, unta, keledai. Dan, tentunya masih banyak fungsi hewan bagi manusia yang tidak disebutkan satu persatu dalam tulisan ini.

Jika dikaji lebih dalam, maka sebenarnya banyak peranan tanah bagi kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu seluruh manusia memunyai tugas dan tanggung jawab dalam menjaga dan melestarikannya dengan baik dan benar.   

Pada hakekatnya, seluruh manusia percaya bahwa tanah merupakan harta tetap yang warisi oleh Tuhan sendiri. Dengan kepercayaan itu, maka pembagian tanah pun biasanya dilakukan sesuai suku bangsa yang hidup dan tinggal di daerah setempat. Harapannya supaya, setiap pemilik tanah tersebut menjadi tuan di atas tanah leluhurnya tersebut. Jika ada orang lain yang mau hidup dan tinggal di atas tanah tersebut,  maka harus sepengetahuan pemilik tanah tersebut. Misalnya, Tanah Jawa,  maka tanah tersebut sepenuhnya milik Orang Jawa. Jika di Tanah Toraja, maka tanah tersebut sepenuhnya milik Orang Toraja. Sama halnya juga di Tanah Papua, tentunya pemilik atau tuan tanahnya adalah Orang Papua Ras Melanesia.

Terlebih khusus di Tanah Papua, sistem kepemilikan tanah sesuai dengan marga yang hidup dan tinggal di daerah tersebut. Berdasarkan kepemilikan tanah itu pula, masyarakat adat setempat memunyai hak sepenuhnya atas status tanah tersebut. Apakah tanah yang diwarisi sejak zaman nenek moyang tersebut, mau dijual, digadai atau pun mau dikonservasinya?.  

Akan tetapi, realita yang sudah dan sedang terjadi di Tanah Papua saat ini adalah tanah dijadikan sebagai barang bisnis atau dagangan. Padahal, diketahui bahwa tanah adalah harta tetap yang patut dirawat dan dilindunginya.

Di berbagai kabupaten kota yang ada di Tanah Papua, masyarakat adatnya sedang ramai dengan menjual tanah dengan harga yang murah meriah. Selain jual, ada juga masyarakat yang menggadai sebidang tanah dengan kendaraan motor bekas atau pun barang lainnya. Apa jadinya nanti, jika hal ini terus terjadi?. Pertanyaan ini menjadi bahan renungan yang paling penting  untuk kita sebagai anak tanah di negeri yang penuh dengan susu dan madu ini.

Penyerahan dan penjualan tanah harus dilihat dari skala prioritas juga kebutuhan. Tidak semua tanah diberikan juga jual sembarangan. Hal yang harus dilihat adalah minimal tentang pembangunan apa yang hendak dibangun?. Jika pembangunan tersebut demi  kepentingan umum, maka tentunya bisa dipertimbangkan dalam penyerahan juga penjualannya. Pembangunan yang sifatnya untuk kepentingan umum adalah seperti; gedung sekolah, rumah sakit dan sarana prasarana menyangkut keagamaan. Jika selain itu, maka semestinya masyarakat tidak perluh menjual tanah lagi.

Sejarah di dunia mencatat bahwa banyak suku bangsa besar pun termarijinalisasi atau pun dimarijinalisasikan hanya karena ulah mereka terhadap tanah sebagai sumber kehidupan mereka. Suku Asli Benua Australia yakni Suku Aborigin saat ini mereka termariginalisasi karena Orang  Eropah telah menguasainya. Selain itu, Suku Indian di Amerika menderita di tanahnya sendiri karena dikuasai oleh Bangsa Eropah (Inggris).

Selain di tingkat dunia, Masyarakat Adat Papua pun saat ini sedang termarijinalisasi. Hal tersebut terlihat karena banyak Warga Pribumi Papua yang sedang tinggal di rumah kontrakan atau pun sewa yang dibangun di atas tanah leluhurnya sendiri. Selain itu, masyarakat juga kembali membeli hasil bumi yang sebenarnya dikelolah dan dapat dari ibu pertiwi kita. Bukankah hal ini adalah fenomena yang sedang terjadi di Papua saat ini?.   

Jika, tidak mau senasip seperti yang dialami oleh Warga Pribumi Australia (Aborigin), Amerika (Indian), maka ini saatnya untuk berpikir secara bijaksana. Kebijaksanaan tersebut harus terlihat dalam melakukan perlindungan keberpihakan pada eksistensi tanah dan Masyarakat Adat Papua. Tugas ini adalah tanggung jawab semua pihak. Tanpa ada yang terkecuali. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?. Dan, kalau bukan kita, siapa lagi?. 

***LET’S TAKE OVER, TO SAVE PEOPLE AND FOREST OF PAPUA, RIGHT NOW!!!***
     
*)Penulis adalah Alumnus dari  Program Studi Bimbingan dan Konseling (Psikologi), Universitas Cenderawasih Jayapura Papua tahun 2012. Menaruh Perhatian pada Masalah Pendidikan dan Kebudayaan di Papua.      


Menjual Tanah, Menggadai Kehidupan Reviewed by Majalah Beko on 20.03.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.