BREAKING NEWS

Berita

Wokebadabii, Dunahonggayamala, Tuguru


Koyaa, Kohaa, Amakane, Kinaonak, Salam

Berikut ini adalah naskah drama yang dipentaskan oleh siswa-siswi asal Pegunungan Tengah Papua (suku Mee, Moni, dan Dani) yang bersekolah di SMA YPPK Adhi Luhur Nabire pada kegiatan Festival Budaya tahun 2010. Drama ini menceritakan tentang kehidupan dalam rumah tangga, khususnya dalam tradisi pemberian nama pada seorang anak yang baru dilahirkan.

Selamat membaca!

Di daerah Pegunungan Tengah, hiduplah tiga suku yang berbeda. Ketiga suku itu adalah suku Moni, Dani, dan Mee. Mereka hidup secara aman dan damai, masing-masing suku memunyai bahasa yang berbeda, namun memiliki unsur-unsur budaya yang sama. Perbedaan bahasa tidak menyulitkan mereka untuk berkomunikasi, karena mereka sudah saling mengerti apa yang sedang mereka bicarakan.
Masing-masing suku memiliki seorang kepala suku atau dalam bahasa mereka disebut Tonawi, Sonowi, dan Inue. Meskipun demikian, mereka memunyai seorang kepala suku umum. Ia adalah kepala suku Pegunungan Tengah. Ia memiliki hak dan wewenang untuk memutuskan persoalan yang terjadi di ketiga suku itu.
Ketiga suku memiliki kampung dan batas-batas wilayah. Meskipun demikian, ada sebuah hutan besar yang dijadikan lahan kebun bersama. Lahan itu menjadi sumber alam untuk menghidupi kelangsungan hidup mereka.
Pada suatu ketika, ada seorang ibu yang sedang mengandung seorang anak. Ibu itu berasal dari suku Mee. Suatu hari, ibu itu merasa sudah saatnya untuk melahirkan anak yang dikadungnya. Ia memberitahukan tentang apa yang sedang ia rasakan kepada suaminya. Mendengar perkataan itu, sang suami berkemas untuk meninggalkannya dan pergi berburu di hutan.
Di sana, ia bertemu dengan kepala suku Moni. Ia menceritakan apa yang sedang ia lakukan di hutan dan yang terjadi pada keluarganya. Setelah itu, mereka berburu bersama. Beberapa saat kemudian, mereka berpisah. Hari kedua pun demikian. Ia bertemu kepala suku Dani yang sedang berburu di hutan itu. Ia pun menceritakan hal yang sama kepada kepala suku Dani. Mereka juga berburu bersama. Setelah itu, kedua lelaki tersebut kembali ke kampung mereka masing-masing.
Tidak lama kemudian, sang ibu melahirkan seorang anak laki-laki. Anak tersebut adalah cucu dari Edidoutuma, seorang ternama di suku Mee.
Rasa persahabatan ketiga suku erat serta konflik jarang terjadi antara ketiga suku. Hal ini mendorong mereka untuk menjenguk bayi yang sudah dilahirkan itu.
Kepala suku Moni dan Dani mulai bersiap-siap membawa makanan dan segala sesuatu yang dibutuhkan dari tempat mereka masing-masing. Setelah itu, kedua kepala suku beserta masyarakat berkemas untuk memulai perjalanan menuju kampung suku Mee. Mereka menyeberangi lereng dan gunung yang memisahkan ketiga suku itu. Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh, akhirnya, mereka sampai di tempat tujuan. Mereka memberikan semua bawahan mereka kepada si wanita yang telah melahirkan bayi itu.
Sesudah itu, mereka kembali ke kampung mereka masing-masing. Sebelumnya, ayah si bayi memberitahukan kepada kedua kepala suku bahwa pemberian nama bayi itu akan diberikan dua hari kemudian. Nama akan diberikan oleh ketiga suku berdasarkan bahasa mereka masing-masing.
Dua hari kemudian, kedua suku (Moni dan Dani) datang lagi ke kampong suku Mee. Mereka sudah mempersiapkan nama kepada si bayi. Mereka hendak mengusulkan sebuah nama. Biasanya, usulan nama dilakukan sesuai dengan kondisi dan keadaan setempat, serta masa depan yang diimpikan oleh kedua orang tua bayi. Kepala suku umum hadir dalam upacara tersebut. Mereka berdebat memberikan nama bayi itu. Nama-nama yang dipersiapkan ketiga suku adalah “Wokebadaabi” oleh suku Mee (orang tua bayi), “Dunahonggayamala” oleh suku Moni, dan “Tuguru” oleh suku Dani.
Nama-nama tersebut memunyai arti yang sama, yaitu sang pembuka jalan. Dari ketiga nama tersebut, kepala suku umum menyimpulkan menjadi satu, yaitu “Kebayabi”.

Sekian dan terima kasih!

Penulis naskah: Aten Pekei & Arnoldus Belau
Wokebadabii, Dunahonggayamala, Tuguru Reviewed by Majalah Beko on 19.27.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.