Breaking News

Berita

Alasan Tradisi Umat Katolik Meminta Doa Kepada Bunda Maria

Ilustrasi Maria Bunda Allah bersama anaknya, Yesus Kristus. Foto: Ist.
Mengapa tradisi umat katolik harus meminta doa kepada Bunda Maria untuk didoakan kepada Tuhan Allah?

Pertanyaan semacam ini seringkali kita dengar dari teman-teman kita sesama umat Katolik maupun Kristen. Sehingga dalam menjawab pertanyaan semacam itu, kadang kita (umat Katolik) sendiri sering bingung bagimana menjawab pertanyaan seperti itu. Maka dari itu, penulis ingin membagikan pemahaman untuk menjawab pertanyaan tersebut. Ulasannya sebagai berikut:

Siapa Bunda Maria itu?
Bunda Maria adalah orang Yahudi. Ia seorang wanita sederhana yang tidak mempunyai noda dan dosa. Dia yang juga seorang perawan yang tinggal di Nazaret, daerah Galilea. Orang tuanya adalah Yoakim dan Anna. Malaikat Gabriel utusan Allah mengatakan kepada Maria bahwa ia akan mengandung Yesus, anak dari Allah yang hidup melalui mukjizat dari Roh Kudus. Sehingga, dalam kesehariannya, Yesus disebut sang Mesias, yaitu juruselamat dunia dan pembebas umat manusia. Dalam kehidupan geraja Katolik, Bunda Maria merupakan sosok pribadi yang mempunyai tempat sungguh istimewa. Gereja Katolik sangat menghormatinya, sehingga dapat kita lihat, begitu kuat devosi terhadap Bunda Maria.

Apa Penghormatannya?
Gereja Katolik dengan berbagai macam cara dan devosi memberikan bulan khusus, yaitu Mei dan Oktober untuk menghormati Bunda Maria. Pada bulan Mei dan Oktober, gereja Katolik mengajak umatnya untuk berdoa Rosario, baik secara pribadi maupun berkelompok (di lingkungan atau stasi, kring, dsb.) ataupun lewat ziarah-ziarah ke gua Maria. Dalam kehidupan liturgi, gereja Katolik menempatkan beberapa pesta yang berkaitan dengan Bunda Maria. Hal tersebut menunjukan bahwa Bunda Maria sungguh mempunyai tempat yang istimewa di dalam gereja Katolik.

Lalu, Di Mana Letak Keistimewaan Bunda Maria Itu?
Dalam Injil Lukas (Lukas 1:26-38) dikatakan, “Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya, engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia”.
Dari Injil Lukas tersebut, kita dapat mengetahui bahwa dengan penuh iman dan penyerahan diri secara total kepada penyelenggaraan ilahi, Bunda Maria berani menjawab panggilan Allah.
Dalam perjalanan hidupnya, Bunda Maria mempunyai relasi yang sangat mesra dengan putranya, Yesus Kristus sejak ada dalam kandungan serta sampai wafat-Nya, karena ia telah dipilih oleh Allah melalui Roh Kudus menjadi Bunda Allah. Melalui kedekatan relasi inilah yang menjadikan tradisi gereja Katolik mempunyai keyakinan bahwa Bunda Maria sungguh-sungguh istimewa dan baik dihadirat Allah maupun manusia.
Berdasarkan sejarah perjalanan gereja Katolik dalam bimbingan Roh Kudus, lewat berbagai konsili menetapkan bahwa Yesus sebagai Anak Allah dan memang sungguh-sungguh Allah oleh karena sehakikat dengan Allah, menjadi Roh Kudus, menjadi daging, dan menjadi manusia. Sehingga, Ia disebut Allah karena keallahan-Nya dan Roh Allah dan Manusia (secara serentak). Namun tetap satu, yaitu tritunggal atau trinitas Allah.
Yesus adalah benar-benar Allah dan dikandung oleh Roh Allah, maka ibu Yesus menjadi Bunda Allah. Ada  Istilah yang biasa disebut dalam (bahasa Latin) "Mater Dei" yang artinya Bunda Allah. Bunda Allah mulai disebut pada abad ke-IV.

Oleh Yosep Susanto, Pr. / Marcel Yogi

(Redaktur : Aten Pekei)
Alasan Tradisi Umat Katolik Meminta Doa Kepada Bunda Maria Reviewed by Majalah Beko on 08.27.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.