BREAKING NEWS

Berita

Disbudporapar Nabire Gelar Pesta Budaya Daerah III, Peserta Minta Bupati Nabire Bekali Aset Seni dan Budaya Papua

Pergelaran seni dan budaya daerah pegunungan asal Distrik Siriwo di panggung pertunjukan, Taman Gizi, Nabire, Papua, Selasa (21/04/15) siang.
Nabire, MAJALAH BLACK KOTEKA - - Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Nabire menggelar Pesta Budaya Daerah ke-III. Pesta Budaya Daerah ke-III ini dilaksanakan selama 5 hari di Taman Gizi, Oyehe, Nabire, Papua.

Dengan tema “Seni Budaya Lokal Sebagai Perekat Bangsa yang Harus Dilestarikan”, Pesta Budaya Daerah ke-III dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Nabire, Isaias Douw, S.Sos. beserta Kepala Disbudporapar Kabupaten Nabire, Drs. Blasius Nuhuyanan di Taman Gizi, Senin (20/04/15) kemarin sore.

Menurut pantauan Majalah Black Koteka, Panitia Pelaksana Pesta Budaya Daerah ke-III telah menyediakan stan dan panggung pertunjukan yang hendak digunakan para peserta atau perwakilan dari 15 distrik yang ada di Nabire seperti pesta budaya sebelumnya. Peserta yang berpartisipasi adalah orang asli Papua (OAP) asal pegunungan dan pantai yang ada di Kabupaten Nabire. Selain stan untuk 15 distrik, panitia juga menyediakan stan khusus bagi sanggar Dewan Kesenian tanah Papua di Nabire, yakni Sanggar Rejago dan Sanggar Enaimo.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini diadakan pergelaran seni dan budaya dengan busana adat dari peserta tiap distrik. Dalam kegiatan ini juga digelar promosi atau pameran produk-produk budaya, masakan tradisional, dan pameran hasil kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomis, seperti anyaman, lukisan, seni pahat, ukiran, noken, tikar, gelang, dan kalung.

Selain itu, Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (BPPAKB) Kabupaten Nabire berkerja sama dengan Dewan Kesenian tanah Papua di Nabire menggelar sayembara ciri khas batik asal Nabire. Ciri khas batik terbaik direncanakan hendak digunakan resmi oleh instansi-instansi di Kabupaten Nabire.

Sementara itu, saat ditemui Majalah Black Koteka di stan Sanggar Rejago, Taman Gizi, Nabire, Selasa (21/04/15) siang,  Natalia Pekei, Sekretaris Sanggar Rejago Nabire mengatakan generasi Papua sekarang harus mempertahankan dan mengembangkan budaya serta kreasi seni yang dimiliki orang Papua.

“Ini sebagai tahap awal. Jadi, generasi muda bisa melanjutkan dan pertahankan seperti apa yang mama buat dari kulit kayu untuk buat noken, anyam-anyaman lain, seperti baju yang bermodel-model,” ujarnya.

Lanjutnya, “Saya promosi ini supaya generasi ke depan bisa buat seperti ini atau nanti mereka berubah.”

Selain itu, Natalia juga mengatakan, selama satu periode kepemimpinan, Bupati Kabupaten Nabire, Isaias Douw tidak memperhatian pengembangan aset seni dan budaya yang dikembangkan sanggarnya.

“Saya ikuti selama satu periode ini, tidak ada yang perhatikan. Berapa kali saya promosi, tetapi bupati tidak perhatikan kami. Saat ini pun belum,” katanya.

Pungkasnya, “Kami mau lanjutkan seperti ini, tapi karena kurang anggaran, tidak ada yang perhatikan kami. Sehingga, sampai sekarang seperti begini sudah.”

Selain melestarikan kekayaan seni dan budaya Papua yang ada di Kabupaten Nabire seperti pada kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Nabire dalam hal ini Bupati dan  Disbudporapar Kabupaten Nabire perlu mensponsori kekayaan seni dan budaya Papua dengan mendirikan museum khusus seni dan budaya Papua serta membina orang asli Papua (OAP) untuk mengembangkan seni dan budaya leluhur agar tidak punah. (Aten Pekei/BEKO)
Disbudporapar Nabire Gelar Pesta Budaya Daerah III, Peserta Minta Bupati Nabire Bekali Aset Seni dan Budaya Papua Reviewed by Majalah Beko on 21.36.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.