BREAKING NEWS

Berita

Ketua BEM STIH Umel Mandiri Jayapura : Perancangan Perpu dan Perda di Papua diCopy-Paste dan Tidak Sesuai Dengan Filosofi Masyarakat Papua

Ketua BEM STIH Umel Mandiri Jayapura, Yohanes Piyaiyepai Magai. Foto: Ist.
Jayapura, MAJALAH BLACK KOTEKA - - Perancangan Perundang–Undangan (Perpu) maupun Peraturan Daerah (Perda) merupakan hal yang penting  bagi suatu negara, khususnya di suatu daerah, baik di provinsi maupun kabupaten/kota, karena perda sebagai aturan hukum positif yang sifatnya afermatif yakni perlindungan, keberpihakan, dan pemberdayaan masyarakat. 

Hal ini disampaikan Ketua BEM STIH Umel Mandiri Yohanes Piyaiyepai Magai, di sela–sela Rapat Kordinasi Kerja Ketua-ketua Tingkat di Lingkungan Kampus Umel Mandiri di ruangan Sekertariat BEM STIH Umel Mandiri, Kota Raja, Jayapura, Rabu (13/4/2015), pukul 11.00 WPB.

Mahasiswa Jurusan Hukum Tata Negara itu menilai, ada berapa daerah kabupaten atau kota pemekaran maupun definitif perancangan peraturan daerahnya di-copy-paste dari luar.

“Beberapa legislatif maupun eksekutif yang tidak mempunyai kapasitas untuk membuat sebuah perancangangan peraturan daerah, sehingga kebanyakan copy paste dari daerah luar sepertinya Jawa, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, dan lain sebagainya. Sayangnya filosifi di sana tidak sama dengan filosofi orang Papua, sehingga perdanya akan berdampak besar pada masyarakat Papua, jelas terjadi,” ujarnya.

Lanjutnya, “Kemudian, berapa daerah kabupaten/kota yang sidang anggaran maupun sidang resmi lainnya, buka dan tutup digunakan durasi waktu 15 menit saja. Hal ini merupakan sala satu tantangan bagi penyelenggaraan pemerintahan di Indonesia. Sebagai indikatornya bahwa, legislatif maupun eksekutif kabupaten tersebut tidak mampu untuk menyelenggarakan sidang istimewa. Seharusnya, sidang merupakan momen yang tepat untuk membahas berbagai perancangan peraturan daerah.”

Selain itu, Yohanes mengatakan, semua pihak harus bergandeng tangan dalam perancangan perda, karena perancangan perda merupakan tolak utur pembangunan, terlebih khusus dasar dari pada filosofi daerah itu sendiri. “Mari bergandeng tangan untuk mendorong dan membuat peraturan daerah dengan baik. Baik itu, pihak legislatif, eksekutif, serta perlu melibatkan beberapa komponen, di antaranya pihak akademisi, mahasiswa hukum, dan lembaga lainya agar ke depannya bisa berjalan dengan baik.” (Isodorus Tebai/BEKO)

Ketua BEM STIH Umel Mandiri Jayapura : Perancangan Perpu dan Perda di Papua diCopy-Paste dan Tidak Sesuai Dengan Filosofi Masyarakat Papua Reviewed by Majalah Beko on 15.15.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.