Breaking News

Berita

Mahasiswa Ipmanapandode Se-Jadetabek Tolak Pembagian Dana Akhir Studi dan Dana Pemondokan Via Rekening

Mahasiswa Ipmanapandode se-Jadetabek beserta beberapa senioritas. Foto: Pudidi Pugiye.
Jakarta, MAJALAH BLACK KOTEKA - - Setelah menggelar rapat umum yang diadakan oleh BPH Ipmanapandode se-Jadetabek, mahasiswa Ipmanapandode se-Jadetabek menolak rencana Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Dogiyai yang hendak mengirim dana akhir studi dan dana pemondokan melalui rekening. Rapat umum ini digelar di asrama Wissel Merren, Asam Baris, Tebet, Jakarta, Sabtu (18/04/15) pukul 04.15 WITA hingga pukul 19.07 WITA.  

Rapat umum yang dipimpin oleh Ketua Ipmanapandode se-Jadetabek, Yulianus Degey beserta Ketua Korwil Dogiyai Jakarta, Nomensen Douw ini dihadiri semua anggota Ipmanapandode se-Jadetabek dan beberapa senioritas.

Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, seluruh anggota Ipmanapandode se-Jadetabek dengan resmi menolak wacana pegiriman dana akhir studi dan pemondokan melalui rekening oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Dogiyai melalui Dinas Pendidikan dan Pengajaran.

Menurut mahasiswa Ipmanapandode se-Jadetabek, Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Dogiyai harus menggikuti prosedur yang sudah ada seperti tahun-tahun sebelumnya. Perwakilan pemda (Dinas P dan P Dogiyai) harus bertemu langsung dengan mahasiswa asal Dogiyai di masing-masing kota studi.


Hal serupa disampaikan Nomensen Douw kepada Majalah Black Koteka via SMS, Minggu (19/04/15) malam. ”Saya sebagai Ketua Korwil Dogiyai se-Jadetabek sangat menolak kebijakan pemerintah daerah Dogiyai yang ingin menyalurkan dana pendidikan via rekening itu,” ujarnya.

Nomensen mengatakan, dia berserta anggotanya menginginkan pihak Dinas Pendidikan dan Pengajaran Dogiyai harus turun ke masing-masing kota studi serta membagikan dana akhir studi dan dana pemondokan di forum.

“Kami dari mahasiswa asal Dogiyai mau harus dana itu harus dibawa lalu diletakkan di forum,” ujarnya.

Tutup Nomensen, “Biar kami juga bisa menyampaikan kewalahan dan kebutuhan kami secara detail dan langsung bertatap muka agar kami merasa puas atas kehadirannya di tenggah-tenggah kami mahasiswa Dogiyai sebagai anaknya.”

Sementara itu, Kristianus Madai, senior kota studi Jakarta mengatakan, uang bukan ukuran, pemda harus datang dan bertatap muka dengan mahasiswa. Mahasiswa Ipmanapandode se-Jadetabek menolak, jika penyaluran dana studi akhir jangan disalurkan di luar forum.

“Pada intinya kami tolak, karena untuk kami itu bukan uang yang menjadi ukuran, tetapi bertatap muka itu yang menjadi ukuran,” katanya.

Lanjutnya, “Kami menolak juga yang sifatnya itu pemberian uang secara sembunyi-sembunyi di luar forum dan kehadiran pemda itu pun harus jelas melalui wadah Ipmanapandode secara bertatap muka, lalu bertukar pikiran.”


“Kami tidak mau ikut keinginan pemda. Akan tetapi kami mau supaya mereka datang di Asrama Yamewa, lalu serahkan dana ke tangan korwil.  Itu yang kami harapkan,” pungkasnya. (AP/ND/BEKO)
Mahasiswa Ipmanapandode Se-Jadetabek Tolak Pembagian Dana Akhir Studi dan Dana Pemondokan Via Rekening Reviewed by Majalah Beko on 06.21.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.