BREAKING NEWS

Berita

Pohon Tua

Oleh Marthen Tebai, Port Numbay, 11 Maret 2015
Marthen Tebai. Foto: Dok. Pribadi.
Suatu ketika, ada pohon rindang di padang. Dahannya rimbun dengan dedaunan yang lebat. Batangnya tinggi menjulang. Akarnya tampak menonjol keluar menembus tanah hingga dalam. Pohon itu tampak gagah dibanding dengan pohon-pohon lain di sekitarnya.
Pohon itu menjadi tempat hidup bagi beberapa burung di sana. Mereka membuat sarang dan bergantung hidup pada batang-batangnya. Burung-burung itu membuat lubang dan mengerami telur-telur mereka dalam kebesaran pohon itu. Pohon itu pun merasa senang mendapatkan teman saat mengisi hari-harinya yang kosong dan panjang.
Orang-orang bersyukur atas keberadaan pohon tersebut. Mereka kerap singgah dan berteduh pada kerindangan pohon itu. Orang-orang itu sering duduk dan membuka bekal makan di bawah naungan dahan-dahan. "Pohon yang sangat berguna," begitu ujar mereka setiap selesai berteduh. Lagi-lagi sang pohon pun bangga mendengar perkataan tadi.
Seiring dengan berjalannya waktu, sang pohon mulai sakit-sakitan. Daun-daunnya rontok, ranting-rantingnya pun mulai berjatuhan, dan tubuhnya kini mulai kurus dan pucat. Tak ada lagi kegagahan seperti dulu lagi. Burung-burung mulai enggan bersarang di sana. Orang yang lewat tak lagi mau mampir dan singgah untuk berteduh.
Sang pohon bersedih dan bertanya-tanya, "Ya Tuhan, mengapa begitu berat ujian yang Kau berikan padaku? Aku butuh teman. Tak ada lagi yang mau mendekatiku. Mengapa Kau ambil semua kemuliaan yang pernah aku miliki?"
"Mengapa tak Kau tumbangkan saja tubuhku, agar aku tak perlu merasakan siksaan ini?” Begitu ratap sang pohon, hingga terdengar ke seluruh hutan. Sang pohon terus menangis. Air mata membasahi tubuhnya yang kering.
Musim telah berganti. Keadaan belum berubah. Sang pohon tetap kesepian dalam kesendiriannya. Batangnya tampak semakin kering. Ratap dan tangis terus terdengar setiap malam mengisi malam-malam hening yang panjang, hingga pada saat pagi menjelang.
Tiba-tiba, "Cittt...cericirit...cittt”. Sahut pohon, “Ah, suara apa itu?”  Ternyata, itu suara seekor anak burung yang baru menetas. Sang pohon terhenyak dalam lamunannya. "Cittt...cericirit...cittt”, suara itu makin keras melengking. Ada lagi anak burung lain yang baru lahir. Tidak lama kemudian, riuhlah pohon itu atas kelahiran burung-burung baru. Satu...dua...tiga...dan empat anak burung lahir ke dunia. "Ah, doaku di jawab-Nya," begitu seru sang pohon.
Keesokan harinya, beterbanganlah banyak burung ke arah pohon itu. Mereka hendak membuat sarang-sarang baru. Ternyata, batang kayu yang kering, mengundang burung dengan jenis tertentu dan tertarik untuk mau bersarang di sana. Burung-burung itu merasa lebih hangat berada di dalam batang yang kering, ketimbang sebelumnya. Jumlahnya pun lebih banyak dan lebih beragam. "Ah, kini hariku makin cerah bersama burung-burung ini,” gumam sang pohon dengan berbinar.
Sang pohon pun kembali bergembira, apalagi dilihatnya ke bawah  hatinya kembali membuncah. Ternyata, ada sebatang tunas baru yang muncul di dekat akarnya. Sang tunas tampak tersenyum. Ah, rupanya airmata sang pohon tua itu membuahkan bibit baru yang akan melanjutkan pengabdiannya pada alam.
****
Sahabat, begitulah. Adakah hikmah yang dapat kita petik di sini? Tuhan memang selalu punya rencana-rencana rahasia buat kita. Tuhan dengan kuasa Yang Maha Tinggi dan Maha Mulia akan selalu memberikan jawaban-jawaban buat kita. Walaupun, kadang penyelesaiannya tak selalu mudah di tebak. Namun, yakinlah Tuhan Maha Tahu mana yang terbaik buat kita.
Saat dititipkan-Nya cobaan buat kita, maka di saat lain diberikan-Nya kepada kita karunia yang berlimpah. Ujian yang sandingkan-Nya bukanlah harga mati dan bukanlah suatu hal yang tak dapat disiasati. Saat Tuhan memberikan cobaan pada sang pohon, maka sesungguhnya Tuhan sedang menunda memberikan kemuliaan-Nya. Tuhan tidak memilih untuk menumbangkannya, sebab Dia menyimpan sejumlah rahasia. Tuhan sedang menguji kesabaran yang dimiliki sang pohon.
Sahabat, yakinlah, apapun cobaan yang kita hadapi adalah bagian dari rangkaian kemuliaan yang sedang dipersiapkan-Nya buat kita. Jangan putus asa dan jangan lemah hati. Tuhan selalu bersama orang-orang yang sabar.

(Editor : Aten Pekei)
Pohon Tua Reviewed by Majalah Beko on 18.43.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.