Breaking News

Berita

SPMP Manokwari Tuntut MRP dan DPR Papua Barat Blokade Perdasi dan Perdasus, Polisi Manokwari Bubarkan Massa dan Menahan 4 Anggota SPMP

Suasana ketika gabungan aparat keamanan Manokwari membubarkan massa secara paksa di Perempatan Wosi, Rabu (29/04/15) siang. Foto: MI/BEKO.
Manokwari, MAJALAH BLACK KOTEKA - - Gabungan aparat keamanan Manokwari, Polisi, Brimob, dan TNI membubarkan secara paksa aksi demo damai Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa Papua (SPMP) di Manokwari yang hendak berdemonstrasi meminta MPR dan DPR Papua Barat blokade peraturan daerah provinsi (Perdasi) dan peraturan daerah khusus (Perdasus) yang diterapkan di tanah Papua, khususnya di Papua Barat. Polisi membubarkan massa secara paksa dan menahan 4 anggota SMPM di Perempatan Wosi, Manokwari, Rabu (29/04/15) siang.

Solidaritas Pemuda dan Mahasiswa Papua di Manokwari menilai implementasi Perdasi dan Perdasus tidak sesuai dengan amanah UU Otsus No. 21 Tahun 2001 dan dinamika yang ada di Manokwari, Papua Barat.

Aksi dimulai dari Sanggeng menuju kantor MPR dan DPR Papua Barat. Namun, ketika massa tiba di Perempatan Wosi, gabungan aparat keamanan Manokwari, Polisi, Brimob, dan TNI membubarkan massa secara paksa.

“Kami minta aparat keamanan tanggung jawab hal ini. Aksi demo kami disikapi tidak dengan baik, artinya kita demo dengan baik atau murni untuk menyuarakan hak kami, tetapi MRP, DPR, dan lain kurang penanggapan aksi demo ini. Gabungan aparat kepolisian dan Brimob dibantu tentara dengan peralatan senjata lengkap melakukan pembubaran paksa, sehingga kegiatan aksi demo ini batal,” kata  Lamek Dowansiba, Ketua Koordinator Lapangan aksi wilayah Manokwari kepada pers via keterangan tertulis.

Lanjutnya, “Tujuan aksi bukan dikatakan aksi anarkis, namun untuk bagaimana menyuarakan di atas tanah kekayaan bumi dan mempeduli masyarakat Papua melihat dinamika yang ada. Bagaimana kalau ketika menyuarakan HAK kami pemuda dan mahasiswa peduli masyarakat Papua, tetapi pemerintah daerah bahkan perwakilan rakyat Papua anggap kami meminta dana untuk membantu kekurangan dalam masyarakat?”

Menurut pantauan Majalah Black Koteka, dua unit mobil “Barakuda” dan sebuah mobil Patroli sudah memalang jalan sekitar Perempatan Jalan Raya Wosi. Selain itu, gabungan aparat keamanan tersebut mengancam massa dengan kata-kata ancaman, “Jangan melakukan aksi demo apapun”.

“Ketika massa tiba, gabungan aparat TNI, Brimo, dan Polisi di bawah pimpinan Kapolda Papua Barat. Aksi demo ini menuju ke kantor MRP papua barat. Aksi demo ini bertujuan menyuarakan aspirasi dari pemuda dan mahasiswa peduli masyarakat Papua bukan aksi anarkis,” kata Adelek Dowansiba, seorang aksi massa.

Dalam pembubaran aksi tersebut, Polisi Manokwari menahan Lamek Dowansiba (Ketua Koordinator Lapangan), Sepmi Dowansiba (Penanggung Jawab Aksi), Adelek Dowansiba (anggota aksi massa), Deflisen Pahala (Wakil Presiden Mahasiswa Unipa, Manokwari), Sambudin (anggota aksi massa).


Selanjutnya, massa yang ditahan di bawah ke kantor Polres Manokwari. Hingga pukul 15.00 WPB, tahanan dibebaskan setelah diinterogasi pihak Polres Manokwari. (Yance Edowai/BEKO)
SPMP Manokwari Tuntut MRP dan DPR Papua Barat Blokade Perdasi dan Perdasus, Polisi Manokwari Bubarkan Massa dan Menahan 4 Anggota SPMP Reviewed by Majalah Beko on 19.55.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.