BREAKING NEWS

Berita

Gelar Demonstrasi Damai Dukung ULMWP, 70 Aktivis Ditangkap dan Dianiaya Aparat Kepolisian Manokwari

Aparat kepolisian Manokwari sedang menghadang massa aksi. Foto: MI/BEKO.
Manokwari, MAJALAH BLACK KOTEKA - - 70 aktivis demonstrasi damai ditahan dan dianiaya aparat kepolisian Manokwari. Aparat kepolisian Manokwari, Polri dan Brimob menahan dan menganiaya massa ketika menggelar demonstrasi damai dalam rangka mendukung wadah pemersatu perjuangan Papua Barat, The United Liberation Movement for Wet Papua (ULMWP) diterima menjadi anggota Melanesian Spearhead Group (MSG), Rabu (20/05/15).

Massa aksi berorasi di depan Pintu Utama Fakultas Peternakan Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPPK), Universitas Papua (Unipa). Gabungan Polri dan Brimob menutupi jalan dan menangkap massa aksi tersebut di tempat orasi.

Sebelum dinaikan di mobil Barakuda, beberapa massa aksi sempat dianiaya gabungan Polri dan Brimob. Setelah dianiaya, massa aksi dilarikan ke Mako Brimob Manokwari, Papua Barat pada pukul 10.20 WPB. (Baca: 73 Orang Diangkut ke Mako Brimob)

Saat berorasi, Ketua KNPB Wilayah Manukwar, Alexander Nekenem mengatakan, Rakyat Papua tidak boleh gentar, maju dan lawan.

“Kenapa kamu menghalangi kami? Ini kami punya tanah,” tegasnya ketika dihalangi dari gabungan angggota Polri dan Brimob.  

Lanjutnya, “Tidak boleh mundur. Ini kami punya tanah. Kita maju bersama dan lawan.”

Massa aksi dibubarkan secara paksa oleh gabungan Polri dan Brimob dengan menggunakan tembakan gas air mata ke arah SD INPRES 2 Amban, tempat terdekat dengan massa aksi tersebut. Akibatnya, Ujian Nasional (UN) di SD INPRES 2 Amban dihentikan spontan.

Satu tembakan gas air mata jatuh di rumah seorang guru. Ada dua siswi dalam rumah tersebut. Kedua siswi tersebut bernama, Jesika Songbes dan Eka Songbes.

Selain itu, seorang siswi, Lia Itlai (11) terkena tembakan gas air mata dalam kondisi tembakan gas air mata yang brutal tersebut.

Kemudian, ratusan massa, gabungan anggota KNPB dan mahasiswa/i lainnya berkumpul di depan Pintu Utama FPPK Unipa pukul 13.30 WPB. Ratusan masa tersebut memakai dua buah trek dan lainnya memakai motor menuju ke Kantor Dewan Adat Papua (DAP) Manokwari untuk menunggu dan meminta puluhan massa demonstrasi dikeluarkan.

Ketika ditemui Majalah Black Koteka di depan Kantor DAP Manokwari, Sekretaris Jendral (Sekjen) KNPB Wilayah Manukwar, Rafael Deikme mengatakan, Indonesia melalui aparat keamanan terus membungkan ruang demokrasi orang Papua.

“Mereka menutup ruang demokrasi orang Papua. Hal ini yang menjadi tekanan dari luar, internasional. Kanapa Indonesia melalui aparat harus menutup ruang demokrasi orang Papua? Ini dibungkam oleh Aparat Keamanan Republik Indonesia,” tuturnya.

Rafael juga mengatakan, gabungan Polri dan Brimob mengganggu ketertiban Rakyat Papua, bahkan anak-anak SD yang sedang ujian.

“Pihak gabungan keamanan TNI dan POLRI mengganggu ketertibaan Rakyat Papua, maupun anak-anak SD yang sedang ujian,” katanya.

Lanjutnya, “Tadi mereka sudah minta maaf kepada utusan mata hati yang tadi sudah negosiasi kepada anak–anak SD yang sedang belajar tersebut”.

Sementara itu, Jek Wanggai mengatakan, Polri dan Brimob dengan artribut lengkap jangan membubarkan massa aksi damai tanpa tindakan anarkis seperti ini.

“Aksi damai tersebut, tidak bisa dibatasi dengan mengirim aparat dengan bersenjata lengkap. Aksi damai tidak usah selesaikan dengan beberapa mobil barakuda untuk mempeleh terhadap rakyat Papua,” jelasnya.

Pungkasnya, “Itu sebenarnya tidak boleh dilakukan oleh pihak POLRI dan BRIMOB karena itu aksi damai.”


Hingga kini, 70 massa aksi tersebut belum dikeluarkan dari Kantor Mako Brimob Manokwari. (DD/SP/BEKO)
Gelar Demonstrasi Damai Dukung ULMWP, 70 Aktivis Ditangkap dan Dianiaya Aparat Kepolisian Manokwari Reviewed by Majalah Beko on 23.09.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.