BREAKING NEWS

Berita

Kronologis Aksi Demo Damai Aneksasi KNPB Wilayah Mnukwar, KNPB Tetap Bersatu dan Lawan

Suasana ketika penangkapan massa di depan Mbah Mar (depan kampus Unipa Manokwari) oleh aparat keamanan. Foto: SP/BEKO.
Manokwari, MAJALAH BLACK KOTEKA - - Ini kronologis aksi demo damai yang dilakukan oleh KNPB Wilayah Mnukwar, Jumat (01/05/15) kemarin.

Tanggal 1 Mei 2015 kemarin di Wilayah Mnukwar, tiga organ besar WPNCL, NRFPB, dan PRD Manokwari melakukan aksi yang dimediasi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Pada pukul 06.00 WPB, pihak aparat keamanan Indonesia, Brimob dan Datasemen C Manokwari sudah menempati titik kumpul massa aksi, di depan Mbah Mar (depan Kampus Unipa Manokwari) sebelum massa aksi tiba. Pihak tentara, polisi, dan Brimob lengkap berorganik disertai satu mobil Barakuda menduduki titik kumpul tersebut.

Pukul 8.00 WPB, massa aksi yang terdiri dari anggota KNPB dan mahasiswa Papua berkumpul di Mbah Mar dengan menggunakan alat peraga aksi. Sebelum berorasi pada pukul 08.10 WPB, tanpa negosiasi, brimob memukul massa aksi dengan tongkat serta sepatu laras. Setelah itu, massa dipaksakan naik di trek. Sebanyak 79 orang diangkut menuju Mako Brimob Manokwari.

Tidak lama, pukul 09.30 WPB, massa aksi lain dengan jumlah yang banyak disertai arak-arakan budaya Papua berkumpul di jalan utama depan Universitas Papua. Massa hendak melanjutkan perjalanan menuju tempat titik sasaran, yakni Kantor Dewan Adat Manokwari. Namun, massa dihadang oleh Aparat Brimob dan dipaksa untuk naik di trek di depan Kantor Polres Amban. Massa aksi tersebut tidak menginginkan keributan yang berdampak bentrok, sehingga massa menuruti kemauan pihak brimob.

Dalam kesaksian massa aksi tersebut, mereka sempat dipukul dan ditendang dengan sepatu laras. Massa diangkut dengan mengunakan 5 trek, 1 bus,  dan satu mobil Blakos. Massa aksi diangkut lagi untuk gelombang kedua dengan jumlah yang begitu banyak 126 orang dan dilarikan ke Mako Brimob Manokwari juga.

Sesuai kesaksian massa aksi, setiba massa di Mako Brimob Manokwari,  mereka dipukul menggunakan kayu dan ditendang dengan sepatu laras. Massa aksi yang ditahan sejumlah 205 orang. Pihak tentara, brimob, dan polisi menyuruh massa aksi duduk di lapangan terbuka di bawah terik matahari.

Tengah-tengah massa aksi tersebut terdapat seorang anak kecil di bawah umur 8 tahun. Anak tersebut berkata, “Saya ikut demo karena besok saya mau seperti saya punya kaka-kaka.”

4 orang massa aksi dipisahkan karena mereka membawa kartafel dan alat tajam (pisau). Keempat orang tersebut langsung digiring ke Polres Manokwari. Sekitar pukul 12.00 WPB, Kapolres Manokwari memberikan arahan, “Saya tahu apa yang ada di lubuk hati kalian.”

Pukul 15. 30 WPB, Kapolda Provinsi Pupua Barat datang dari Sorong menuju ke Mako Brimob Manokwari. Beliau memberikan pencerahan “Pasar Bebas Dan Persaingan Dunia Kerja” kepada massa yang ditahan sebelum dipulangkan.

Akhirnya pada pukul 17.00 WPB, massa aksi diangkut dan dipulangkan menuju ke tempat penangkapan tadi, di Mbah Mar depan Kampus Universitas Papua.

Empat orang yang dipisahkan masih ditahan. Namun, saat itu juga, 3 orang yang membawa kartafel dikeluarkan dari Kantor Brimob. 1 orang masih ditahan di Polres Manokwari karena membawa alat tajam (pisau). Hingga kini masih ada di tahanan. Massa aksi tersebut adalah Domingus Babika, Mahasiswa Universitas Papua.

Seusai massa aksi dipulangkan, mereka berkumpul di Sekretariat KNPB Mnukwar untuk ibadah bersama dan mengevaluasi aksi damai yang telah dilakukan.

Saat evaluasi Ketua KNPB Wilayah Mnukwar, Alex Nekenam mengatakan, “Secara politik kita menang dan sukses jadi mempersatukan Rakya Papua. Kita juga meyakinkan Dunia Internasional dan Negara–negara pendukung terutama MSG bahwa, Rakyat Papua menghendaki penentuan nasib sendiri. Kami juga mendukung ULMWP sebagai lembaga representasi Rakyat West Papua di MSG.”

Seusai ibadah dan evaluasi bersama, massa aksi bubar dari Sekretariat KNPB dan pulang ke tempat tinggal masing-masing.

Sementara itu, ketika ditemui Majalah Black Koteka, Koordinator Lapangan, Ogia Nuel Siep Uaga mengatakan, “Pada tanggal 1 mei itu hari aneksasi ini ada dua pemikiran. Pertama dari Pemerintah Indonesia menutupi kebenaran dengan mengatakan bahwa tanggal 1 mei itu hari integrasi West Papua kembali ke NKRI. Tetapi, kami Bangsa Papua dominan, kami berkata bahwa kami tidak bergabung kembali dengan NKRI”.

Pungkas Ogia. “Ini negara Demokrasi. Negara ini dia punya kaki tangan Kapolda maupun Pemerintahan harus menghargai hak untuk menyuarakan aspirasi kami. Silahkan mau tangkap kah tidak kah, kami tidak pernah takut. Kami tetap lawan, lawan, dan lawan!”

Kepada anggota KNPB Wilayah Mnukwar, Ogia mengharapkan anggota KNPB selalu menjaga kekompakan agar KNPB tetap solid untuk menuju pembebasa. “Saya berharap kita punya kekompakan seperti hari ini, tetap kita solid, tetap kita kompak untuk menuju pembebasan,” ajaknya.

Negara Republik Indonesia Melayu merayakan hari Integrasi Papua Barat ke dalam naungan Republik Indonesia. Tetapi, rakyat Papua Barat menilai Jumat (01/05/15) merupakan hari dimana pendudukan dan penjajahan Negara Republik Indonesia di atas tanah Papua. Manusia Papua Barat dianeksasikan atau dipaksakan bergabung dengan Republik Indonesia Melayu di bawah tekanan militer Indonesia atas kepentingan ekonomi untuk mengaruk kekayaan alam di tanah Papua Barat. (Stefanus Pigai/BEKO)
Kronologis Aksi Demo Damai Aneksasi KNPB Wilayah Mnukwar, KNPB Tetap Bersatu dan Lawan Reviewed by Majalah Beko on 13.25.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.