Breaking News

Berita

Leonard Imbiri: Mahasiswa Papua Bisa Bicara di PBB untuk Hak-hak Adat Papua

Direktur Yayasan Anak Dusun Papua (Yadupa), Leonard Imbiri. Foto: IT/Beko.
Jayapura, Beko - - Keputusan yang diterima masyarakat adat Papua di MSG sebagai pengamat bukan sebuah kegagalan.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Yayasan Anak Dusun Papua (Yadupa), Leonard Imbiri dalam Lomba Debat Mahasiswa/i Antar Kampus se-Kota Jayapura dengan tema ““Eksistensi Hak-hak Dasar Masyarakat Adat Papua dalam Pembangunan Nasional” di Kotaraja, Jayapura, Papua, Sabtu (27/06) siang.

“Perjuangan masyarakat adat Papua diterima menjadi Observer di forum resmi di MSG,” katanya.

Maka itu, tambah Leonard, saya mengajak kita, jangan berpikir soal menang atau kalah.

Leonard mengatakan, masyarakat adat PNG dan negara lain bisa berbicara hak-hak adat mereka pada masa lampau di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sedangkan kenapa Papua tidak bisa.

Leonard mengatakan, dirinya yakin, mahasiswa Papua bisa berbicara hak-hak masyarakat adat di PBB nanti. “Saya yakin, di waktu mendatang, ada mahasiswa Papua yang mewakili masyarakat adat untuk berbicara di meja PBB untuk hak-hak masyarakat adat Papua,” ujarnya.

Dirinya juga yakin, dalam menyikapi aspek global, mahasiswa sebagai generasi penerus Papua dan agen perubahan bisa membuat suatu perubahan di tanah Papua kelak.


Sementara itu, di kesempatan yang sama, Adolena Levan mengatakan, Papua itu ibaratkan republik kecil dan bisa mandiri. “Di Papua sudah ada unsur-unsur daerah yang sudah khas, diantaranya ada batas wilayah (7 wilayah adat), pemimpin (tonawi/sonowi/onwafi), rakyat dan dilengkapi dengan sudah diakui oleh daerah luar bahwa Papua bisa mandiri,” ujarnya. (Isodorus Tebai/Beko)
Leonard Imbiri: Mahasiswa Papua Bisa Bicara di PBB untuk Hak-hak Adat Papua Reviewed by Majalah Beko on 08.25.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.