Breaking News

Berita

SHDRP Gelar Demo Damai, 1 Ditangkap

Massa aksi dihadang di Tanjakan Ale-ale, Padang Bulan, Jayapura, Papua. Foto: IT/Beko.
Jayapura, Beko - - Solidaritas Hukum, HAM, dan Demokrasi Rakyat Sipil Papua (SHDRP) kembali menggelar demo damai dan doa mengenang pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat di Papua Barat sejak 1961-2015. Demo tersebut digelar di Ekspo, Waena, Jayapura, Papua, Senin (29/06) siang.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum SHDRP, Usuma Yogoby dalam orasinya di demo damai tersebut.

“Pelanggaran HAM yang baru-baru terjadi di beberapa daerah di Papua Barat, yakni: 7-8 Desember 2014 di Paniai, pembunuhan terhadap warga sipil di Yahukimo, penyiksaan terhadap warga sipil di Kampung Utikini (Timika), penyiksaan terhadap anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Asrama Bintang Kejora Kokonau (Timika), kasus kekerasan di Dogiyai, 25 Juni 2015,” katanya.

Selain itu, dalam jumpa pers bersama wartawan di Abepura, Koordinator II SHDRP, Natalis Goo mengatakan, aparat keamanan membubarkan demo damai ini dan menahan 1 anggota SHDRP. “Sebelumnya, tadi ada beberapa titik kumpul yang kami tentukan. Tetapi, itu semua dibubarkan paksa oleh keamanan dan 1 dari anggota kami ditangkap di titik kumpul Ekspo, Waena pukul 08.00 WPB saat berorasi, yakni Sony Meage dan disita megapon,” jelasnya.

Lanjut Natalis, aksi kami ini aksi kemanusiaan, maka kami berharap Sony Meage segera dikeluarkan.

Sementara itu, Akius Asso mengatakan, pemberitahuan saja yang perlu diberikan kepada pihak keamanan dalam aksi yang dilakukan mahasiswa Papua. “Menyangkut ini kan tidak perlu memasukan surat ijin, cukup menyampaikan pemberitahuan. Kemudian pihak keamanan mau ijinkan atau tidaknya itu kita tidak mengharapkan, kecuali demokrasi yang di Indonesia punya boleh. Demokrasi ini kan diorbitkan oleh dunia internasional dalam hal ini PBB yang tegakkan untuk rakyat boleh berdemokrasi di mana pun rakyat berada. Masyarakat Papua ini sudah menjadi masyarakat internasional, bukan lagi masyarakat Indonesia setempat,” jelasnya.

Akius menambahkan, peraturan kepolisian di Papua tidak mengindahkan isi UUD 1945 Nomor 9 dan 12. “Memang selama ini terjadi blog antara pihak kepolisian dengan massa. Itu wajar saja karena beberapa UUD dalam No. 12 dan No. 9 itu kan kebebasan berekspresi dan kebebasan untuk menyampaikan pendapat di muka umum, tapi karena peraturan kepolisian ini yang tidak mengindahkan itu,” ungkapnya.

Jadi, lanjut Akius, wajar sana UU dengan peraturan Polisi tidak sesuai.

Akius juga mengatakan, biarkan aparat keamanan jalan sesuai aturannya dan mahasiswa Papua jalan dengan aturan mahasiswa. “Mereka (aparat keamanan, red) tidak salahkan kami dan kami juga tidak bisa salahkan mereka (aparat keamanan, red). Kami pun tidak akan pernah mundur, kan UU mengatur,” ujarnya.

Pungkas Akius, “Kami juga akan tetap turun terus sampai masalah pelangaran HAM ini berakhir.”

Hingga berita ini dipublikasikan, Sony Meage masih ditahan di Polresta Abepura. (Isodorus Tebai/Beko)
SHDRP Gelar Demo Damai, 1 Ditangkap Reviewed by Majalah Beko on 21.51.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.