BREAKING NEWS

Berita

Kasus Penembakan Dogiyai: Pihak Kepolisian Harus Investigasi Bersama Pihak-pihak Independen

Jhon NR Gogai (kiri) dan Marthen Agapa (kanan). Foto: IT/Beko.
Jayapura, Beko - - Keluarga korban menilai, kasus penembakan terhadap Yoseni Agapa (15) di Ugapuga, Distrik Kamu Timur, Kabupaten Dogiyai dilakukan secara tidak manusiawi. Sehingga, keluarga korban meminta pihak kepolisian segera menginvestigasi dan mengungkap pelaku penembakan tersebut.

Hal tersebut disampaikan keluarga korban, Marthen Agapa saat jumpa pers di Kantor KontraS, Padangbulan, Jayapura, Jumat (03/07/2015) siang.

“Kami pihak keluarga korban melihat, kejadian yang terjadi di wilayah Meepago tidak manusiawi. Kami minta kepada pihak kepolisian untuk menginvestigasi masalah ini dengan baik, menyelidiki persoalan ini secara adil untuk menjaga keamanan negara,” katanya.

Sementara ini, tambah Marthen, sebutan Orang Tak Kenal (OTK) sangat banyak.

Marten meminta pihak kepolisian segera mengungkap pelaku penembakan ini. “Kapan mau ungkap pelakunya? Jadi, kami minta pelakunya harus diungkap secara transparan,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Paniai, Jhon NR Gobai mengatakan, penembakan oleh aparat keamanan di wilayah Meepago dan Papua merupakan serangkaian tindak kekerasan. “Penembakan ini kan salah satu dari serangkaian kekerasan yang terjadi di wilayah Meepago dan Papua pada umumnya. Ini disebabkan oleh tindakan aparat keamanan yang berlebihan terhadap orang Papua. Seakan-akan orang Papua ini musuhnya negara,” katanya.

Menurutnya, aparat keamanan tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan pendekatan secara manusiawi di wilayah Meepago khususnya dan pada umumnya di Papua.

Tambah Jhon,  personil keamanan di wilayah Meepago terlalu berlebihan. Sehingga, Jhon menegaskan, institusi aparat keamanan harus ditarik.   “Kalau lihat dari personil keamanan yang ada di wilayah Meepago, sudah terlalu berlebihan. Institusi aparat keamanan ini sebenarnya harus ditarik,  seperti Brimob, Timsus. Itu waktunya untuk ditarik,” tegasnya.

Jhon mengatakan, aparat keamanan dan agen-agennya yang menciptakan konflik-konflik di wilayah Meepago dan Papua. “Wilayah Meepago dan Papua pada umumya aman. Konflik-konflik yang ada ini diciptakan oleh aparat (TNI/Polri-red) sendiri dan orang-orang yang menjadi agen-agen,” ujarnya.

Menurut John, kasus penembakan di Dogiyai merupakan tindakan kriminal. Sehingga Jhon menegaskan, pihak kepolisian harus bertanggung jawab. “Tindakan kriminal yang harus segera diselesaikan atau diungkap oleh pihak kepolisian. Kalau kalimatnya Aparat Tak Dikenal (ATK) mungkin masuk akal,” tegasnya pula.

Jadi, tambah John, kalau dilakukan investigasi, harus kerja sama dengan pihak-pihak independen, tidak bisa hanya pihak kepolisian.

Jhon menilai, kasus penembakan di Dogiyai merupakan serangkaian kekerasan oleh aparat keamanan, sehingga pihaknya sedang mengumpulkan data-data terkait. (Isodorus Tebai/Beko)
Kasus Penembakan Dogiyai: Pihak Kepolisian Harus Investigasi Bersama Pihak-pihak Independen Reviewed by Majalah Beko on 08.34.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.