Breaking News

Berita

Suara Alam: Papua dalam Dekorasi

Oleh Akulian Gobai
Akulian Gobai. Foto: Dok. pribadi.
Kata “alam”, menjelang malam di balik indahnya senja yang selalu menutupi hari yang mencekam hidup ini. Dia menitip seruan hati melalui suara unggas dan desiran angin yang bergesek seakan dia mengatakan “Masih adakah yang mau menolong aku?” Mungkin ketika kita mendengar bisikan seruan hati itu kita akan bertanya “Mengapa dia harus meminta tolong pada kita? Benarkah dia sangat membutuhkan bantuan kita saat ini? Dengan cara apa kita harus menolongnya?”

Kepada siapa mama akan meminta bantuan, ketika dia ditimpa masalah yang mengancam hidupnya? Apalagi yang mengarah kepada anaknya (generasi kita saat ini), cucunya (generasi setelah kita) nanti, ketika anak kandungnya masih hidup bersamanya.

Dengan melihat realita yang sedang terjadi di depan kacamata hidup kita yang sangat membosankan ini, akankah kita membiarkan semuanya terjadi begitu saja? Kepunahan yang sedang menuju kepada generasi kita dan anak cucu kita saat ini.

Sekarang ini kita telah terperangkap dengan indahnya permainan yang diatur oleh kepala-kepala ular. Mereka berusaha untuk mengubah dan mengatur ulang semuanya. Tanpa tidak sadar, kita telah menjadi salah satu dari tim sukses mereka. Oke, itu memang, tapi ingat, bukankah dia telah merencanakan sesuatu yang buruk untuk kita saat ini? Banyak dari kita yang mengetahui tentang semuanya, tapi mengapa kita selalu membiarkan semua itu terjadi begitu saja? Tidakkah kita harus mengerti apa yang harus kita lakukan saat ini sesuai dengan talenta yang kita miliki?

Oke, ketika dia yang selalu menjaga, melindungi, dan membina diri kita, “Aku telah memberi semuanya kepadamu tanpa berharap apapun dari kamu.” Dia telah tinggal bersamamu bertahun-tahun. Dengan melihat semua yang sedang terjadi saat ini dan yang akan terjadi, dia yang terasa kesakitan selalu menjerit dengan tangisan. Pada saat ini, si bocah kecil sedang berdiri memakai mantel hitam dan menghitung hari yang akan membawa hidupnya, entah ke mana nanti.

Apa itu dekorasi? Dekorasi berarti menghias ruangan untuk suatu keperluan pernyataan seperti peta, rapat kerja, resepsi, mengatur teman, mengatur ruang, menghias pohon natal, dan mengatur rumah. Pada hal,  arti sesungguhnya jusru lebih luas dari pada itu. Bahkan, mengecek rumah pun termasuk suatu karya dalam opini ini.

Untuk lebih fokus, ketika kita hanya mengambil bagian kecil dari dekorasi tersebut, yaitu tata rias diri atau disebut juga yang sudah sejak lama dihayati dan hidup dalam lembaga di kalangan masyarakat (asli) Papua. Tata rias diri berkembang sejalan dengan tidak kesadaran berpikir tetanggaku yang tumbuh dalam diri seorang atau kelompok masyarakat agar mendapat suatu tempat yang lebih menonjol dan terhormat dari orang lain atau diri orang lain ataupun dari kelompok masyarakat lainnya.

Papua saat ini terbagi menjadi 2 etnis terbesar, yaitu etnis ikutan dan etnis pribumi.

Etnis Ikutan
Dalam realita pada zaman kini, di atas negeriku yeng permain ini, yang dimaksudkan adalah penghianat atau pengikut inovasi-inovasi dalam kebutuhan ekonomi (finansial). Apa maksud dan tujuan bagi etnis ikutan (mata-mata)? Dengan metode dan potensi lain, kami dapat memastikan tujuan dan maksud Anda, namun pada prinsipnya mengenal diri, melihat warna kulit, mengoreksi fosil-fosil identitas serta mencocokkan dengan lokasi tumpah darah Anda. Apakah etnitas itu urbanisasi ataukah telah ada sejak zaman isolemen, simbiotik, dan misionaris ataukah telah ada pada zaman kontemporer ini? Dengan kontek di atas, perlu penerapan kesadaran pikiran Anda dan jadikan bahan renungan dalam arah jalan sepanjang hidup Anda.

Etnis Pribumi
Bentuk–bentuk identitas pribadi pribumi  dituangkan melalui lambang–lambang. Tujuannya untuk memenuhui tuntutan kesemaran atau kemerian maupun sebagai bentuk toten yang mengandung nilai kepercayaan dasar yang ada.

Lambang-lambang tersebut dituangkan atau dilukiskan pada tubuh dengan aneka warna dan kebanyakan mengandung makna paling yang dalam. Selain lambang–lambang lain, juga dituangkan, dilukis atau digoreskan pada benda-benda yang dianggap dapat mewakili keperbadiannya dalam memperoleh kekuatannya.

Untuk mencapai kesempurnaan, di samping melukiskan lambang yang dimaksud pada tubuh, dikenakan pada kelengkapan atau atribut lainnya yang beraneka ragam dan mempunyai maksud serta kegunaan sendiri. Semoga....

*)Penulis adalah mahasiswa yang sedang  menimbah ilmu di Kota Buah-buahan (Manokwari) Papua Barat, tinggal di Asrama Deiyai, Manunggal Besar, Amban.

Editor : Aten Pekei
Suara Alam: Papua dalam Dekorasi Reviewed by Majalah Beko on 11.16.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.