BREAKING NEWS

Berita

Pembantaian TNI-POLRI Sejak 8 Desember 2014 dan 1 Mei 2015

Oleh Mesak Pekei
Kasus Paniai Berdarah, 8 Desember 2014. Foto: AP/Beko.
Pembantaian TNI-POLRI 8 Desember 2014
Ketidakadilan yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 08 Desember 2014 di kota Enarotali, ibu kota Paniai, mengorbankan delapan (8) warga sipil tewas lima (5) diantaranya anak sekolah. Masalah ini berawal dari Pondok Natal yang dibuat oleh beberapa anak sekolah. Akhirnya, kelima anak sekolah menjadi korban tanpa alasan.

“Rasa duka di hati menikam batin hingga tak tertahankan tangisan yang berguyuran membasahi bumi Cenderawasih, karena melihat rakyat tak bernoda menjadi korban perbudakan Tentara Nasional Indonesia. Saya di bunuh oleh mereka tanpa alasan yang jelas. Semuanya ini hanya mau menghabisi kami, orang Papua.”

Salam berjuang rakyat Papua hingga bebas. Salam dari rakyat tak bernoda yang beraksi di tanah ini. Beraksi atas semua kebijakan dan demokrasi tidak bersahabat dengan rakyat kecil. Rakyat kecil menjadi kaum minoritas di daerahnya sendiri. Aksi dan reaksi yang dibuat oleh rakyat kecil ini tidak lagi bermanfaat di mata kaum penegak hukum maupun keadilan di negeri ini. Justru, aksi mendatangkan pembunuhan, pembantaian, penghinaan, pemerkosaan, dan penghinaan, serta menjadikan massa atau demonstran sebagai daftar pencarian orang (DPO) yang dilakukan oleh para “tikus-tikus Negara” yang beroperasi di negeri Papua terhadap rakyat kecil. Aksi dan reaksi yang dilakukan di tanah ini hanya membawa malapetaka bagi kaum kecil, entah ke mana sistem keadilan dan demokrasi yang sebenarnya dan seharusnya berguna bagi rakyat. Sedangkan, semua reaksi maupun aksi ditutupi oleh kaum penegak hukum yang ada di negeri ini hanya kejahatan yang melimpah terhadap rakyat kecil.

Pembantaian yang Masih Berlanjut Tahun 2015
1 Mei adalah hari aneksasi bangsa Papua ke dalam bingkai NKRI secara tidak demokrasi kepada rakyat Papua pada 1962. Aksi demonstran yang di lakukan di seantero pulau Papua pada 1 Mei 2015 mengorbankan pulahan aktivis dan rakyat sipil. Mereka menjadi korban pembantaian atas demonstran itu oleh TNI-POLRI tanpa di pantauan wartawan nasional dan internasiol. Wartawan lokal Papua pun menjadi korban ketika melakukan peliputan saat demonstran. Seakan keadilan maupun demokrasi di Papua tidak berguna secara tidak manusiawi yang dilakukan tentara razim Jokowi dan Jusuf Kala. Lebih banyak aktivis dan rakyat sipil ditahan dan dibantai 1 Mei 2015 di seantero Papua. Hal ini menjadi isu yang tidak bermakna bagi tentara karena kurangnya jurnalis nasional serta wartawan internasional, hingga ratusan orang ditahan dan dipenjara, serta mengorbankan nyawa hingga tewas. 474 aktivis dan rakyat sipil ditahan dalam aksi demonstran ini. (….)

Bahan Refleksi: Perjuangan Myanmar
Pembantaian TNI-POLRI Sejak 8 Desember 2014 dan 1 Mei 2015 Reviewed by Majalah Beko on 14.05.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.