Breaking News

Berita

Cenderawasih Menangis Melihat Duka Bertubi-tubi Menimpa OAP

Oleh Mesak Pekei
Ilustrasi. Foto: Beko.
Tangisan tiada hentinya menimpa jiwa-jiwa tak bernoda di Negeri Cenderawasih.
Kekuatiran bagi orang asli Papua (OAP) pun selalu menjadi famili hidup sehari-hari.
Tekanan demi tekanan kian tak terhindarkan.
Segala aktivitas OAP diawasi orang tak bertanggung jawab yang menguasai seantero Papua.

Tangisan jiwa, tangisan hati, dan tangisan perasaan, bahkan tangisan air mata pun terus mengalir dalam setiap nadi OAP.
Kini, nyawa dijadikan sebagai polisi tidur yang harus diinjak-injak tanpa sebab akibat.
Kini, nyawa manusia dijadikan sebagai nyawa hewan yang mudah dimusnahkan.
Orang tak bertanggung jawab menguasai negeri ini dengan segala bentuk kejahatan.

Tangisan terus bergulir hingga saat ini.
Nyawa manusia seakan menjadi hal yang bisa dimusnahkan orang tak bertanggung jawab.
1969 adalah awal pembantaian yang dilakukan orang tak bertanggung jawab kepada OAP. Hingga saat ini belum juga berakhir.
Tikus-tikus negara yang tak bermartabat mengusik jiwa tak bernoda di negeri ini.

Salam juang kaum tertindas.
Suatu saat, Anda akan menang atas semua perjuangan ini.
Tangisan ini akan terjawab dan para tikus-tikus akan menangis darah.
Our dream's will freedom. God struggled with Papuan.
Satu Tujuan, Satu Komando!

*) Penulis: aktif di Majalah Beko Online
Cenderawasih Menangis Melihat Duka Bertubi-tubi Menimpa OAP Reviewed by Majalah Beko on 00.45.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.