BREAKING NEWS

Berita

KNPB Mnukwar: Tidak Benar Massa Aksi Jadi Saksi, Kami Akan Turun Demo

Sekretaris KNPB Mnukwar, Melkias Baenal. Foto: Facebook/Ist.
Manokwari, Beko - - Dalam pembuatan laporan, tidak benar pihak Kepolisian Manokwari menetapkan 17 orang dari 100 massa aksi menjadi saksi dalam sidang ke-5 atas penangkapan dan penahanan Ketua KNPB Mnukwar, Alexander Nekenem, dkk, Senin (05/10/15) kemarin. KNPB Mnukwar akan menggelar aksi demo mendesak Polda Papua Barat dan Polres Manokwari untuk mencabut laporan kepolisian terkait 17 orang yang ditetapkan sebagai saksi.

“Polisi menetapkan 17 orang menjadi saksi dalam pembuatan laporan polisi terkait aksi pada 20 Mei 2015. Pada saat aksi tanggal 20 mei 2015 itu, kami menanggapi bahwa di sekeliling pohon beringin Amban ada banyak orang yang berdiri jauh dan memantau aksi KNPB. Masuk akal mereka boleh katakan saksi. Polisi Manokwari bisa bedakan massa aksi dan saksi mata atau tidak? Mengapa massa aksi pada waktu itu diangkut ke Mako Brimob dan diperiksa, lalu dalam pembuatan laporannya ada beberapa nama yang waktu itu diperiksa dan ditetapkan menjadi saksi mata? Ini hal yang tidak benar yang dilakukan oleh Kepolisian Manokwari. Massa aksi demo yang periksa di Mako Brimob sekitar 17 orang dari 70-100 orang adalah massa aksi kami, KNPB. Mengapa polisi jadikan mereka saksi mata di antara 100 orang itu?” kata Sekretaris KNPB Mnukwar, Melkias Baenal dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi Beko Online, Rabu (07/10/15) malam.

Dituliskannya, ketika penangkapan hingga pemeriksaan di Mako Brimob, massa aksi yang ditahan pada 20 Mei 2015 lalu, ditekan pihak Kepolisian Manokwari.

“Pada saat penangkapan hingga pemeriksaan di Mako Brimob Manokwari, massa aksi mengalami trauma dan takut karena ada tekanan yang dilakukan oleh polisi. Sehingga, dalam pemeriksaan itu mereka yang diberikan keterangan hanya sah, sah saja,” katanya.

Catatan Melkias, KNPB Mnukwar menolak Mantan Kasat Binmas Polres Manokwari, AKP Suroto yang ditetapkan sebagai saksi dalam agenda keterangan saksi pada sidang ke-5 Ketua KNPB, Alexander Nekenem, dkk di Pengadilan Negeri Manokwari, Senin (05/10/15).

Terkait dengan salah satu saksi dari polisi, dalam agenda keterangan saksi pada sidang Senin, 5 Oktober 2015 di PN menghadirkan Mantan Kasat Binmas Polres Manokwari, AKP Suroto sebagai saksi itu pun tidak benar, karena beliau polisi bukan untuk memantau jalannya aksi, namun beliau bertindak sebagai perwira negosiator. Kami KNPB menuntut kenapa Pak Soto sebagai negosiator, kemarin jadi saksi? Apakah ada hukum dan aturannya harus begitu? Yang kami tahu dan bisa katakan saksi adalah orang yang memantau suatu kegiatan dari awal persiapan hingga selesai, itulah yang disebut saksi. Informasi yang dipakai untuk keamanan antara KNPB dan pihak polisi melalui negosiator Mantan Kasat Binmas Polres Manokwari, AKP Suroto itu bukan suatu bukti untuk menjadikan beliau saksi. Beliau ditugaskan untuk negosiator bukan menjadi saksi. Beliau jadi saksi di PN Manokwari pada 5 Oktober itu sangat salah dan kami KNPB menolak itu,” katanya.

Dituliskan pula, KNPB Mnukwar dengan tegas menolak 17 orang yang ditetapkan menjadi saksi dalam laporan keterangan aksi KNPB pada 20 Mei 2015 lalu.

Terkait dengan massa aksi yang polisi tetapkan menjadi saksi sesuai dengan hasil pemeriksaan mereka di Mako Brimob pada 20-21 Mei 2015 lalu. Kami merasa tidak benar. Mereka tidak tidak bisa menjadi saksi karena mereka bukan saksi, namun mereka adalah massa aksi atau juga mereka adalah pelaku aksi yang dimediasi KNPB pada 20 mei 2015. Oleh karena itu, kami KNPB menolak dengan tegas 17 orang yang polisi tetapkan menjadi saksi dalam laporan keterangan aksi KNPB 20 Mei 2015 lalu,” jelasnya.

Dituliskan Melkias lagi, KNPB Mnukwar akan menggelar aksi demo mendesak Polda Papua Barat dan Polres Manokwari untuk mencabut laporan kepolisian terkait 17 orang yang ditetapkan sebagai saksi itu.

Kami mendesak kepada Kepolisian Manokwari, segera mencabut laporan polisi atas 17 orang yang menuduh atau sangka sebagai saksi. Dalam waktu yang dekat ini, kami akan mediasi rakyat dan demo damai ke Polda Papua Barat untuk menuntut polda segera mencabut laporan polisi yang menuduh atau sangka 17 orang menjadi saksi, karena 17 orang bukan mata-mata polisi atau intel polisi, namun 17 orang adalah murni massa aksi KNPB pada 20 Mei 2015. Yang bisa menuduh mereka adalah pelaku aksi bukan saksi. Kami mendesak kepada Polda Papua Barat dan Polres Manokwari bahwa, segera memperluas tahanan atau sel, karena kami rakyat merasa tidak ada keadilan, maka kami siap mencari keadilan turun aksi terus- menerus hingga mencabut laporan polisi yang menuduh maupun sangkakan 17 orang menjadi saksi,” ungkapnya. (Michael Bobii/Beko)
KNPB Mnukwar: Tidak Benar Massa Aksi Jadi Saksi, Kami Akan Turun Demo Reviewed by Majalah Beko on 19.57.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.