BREAKING NEWS

Berita

Pribadi-Pribadi Sejati, Lestarikanlah Potensi yang Anda Peroleh

Oleh Akulian Gobai
Seminar Sehari di Pondok Kotemo, Amban, Manokwari. Foto: Dokumen Penulis.
Dalam setiap komunitas sosial selalu ada masalah. Masalah itu tidak terputus-putus dan tidak terhambat-hambat dimusyawarahkan, diulas dan disaksikan oleh diri seseorang  melalui  panca idera dari berbagai macam sumber, entah itu lewat diskusi, TV, radio, media cetak, media online, media elektronik, Facebook, Twitter, Google dan buku yang diperoleh dan diminati pribadi itu sediri. Namun, hal ini jenuh untuk diekspresikan, dipraktekkan, diragakan, difungsikan, dimanfaatkan, dibudidayakan dan tak mampu  untuk dipupuki hal positifnya sebagai potensi yang menguntungkan dan memotivasi, serta sumber inspirasi didalam segala aspek hidup  yang dimiliki tiap pribadi.

Mengapa dan kenapa terjadi demikian? Menurut penulis atas realitas, secara universal diteliti manusia, bahwa ketika menerima sesuatu berupa teori yang bersifat seminar atau diskusi di sebuah komunitas berada, kadangkala narasumber tidak mengoreksi dirinya. Artinya, bahwa narasumber harus mempunyai sumber yang kuat dan pengalaman organisasi yang sangat optimal, sebab penerima pun dapat menyimak dengan baik sesuai dengan keterbatasan pengetahuannya. Sebaliknya juga kepada penerima, terdapat satu hal yang divirusi, yaitu tidak fokus pada apa yang dipaparkan dihadapannya, tapi kita mengerti saja, sebab manusia mempunyai karakter yang berbeda dan daya tangkap yang tidak sama. Bagaimana melestarikan perbedaan karakter dan daya tangkap?
Kerja fisik di Asrama Deiyai, Amban, Manokwari. Foto: Dokumen Penulis.

1. Perbedaan Karakter
Untuk mengkaji masalah ini, karakter  sangat mempengaruhi pribadi seseorang, ketika kita mencari kebenaran akan karakternya secara tidak sadar dan nyaman, walaupun Anda seorang profesor, doktor, filsuf, para sarjana, petua-tetua, dan lain-lain. Mengapa? Sebab karakter ini merupakan suatu misteri yang spontan dan tidak bisa dirubahkan oleh siapapun dia, kecuali seseorang dengan yang lainnya memiliki kesamaan karakter. Itu pun juga ketika seorang itu mempunyai kesadaran alam pikiran, akal sehat, dan segala kebutuhan dipenuhi orang tersebut.

Kadang manusia mencoba mempengaruhi karakter orang lain, namun itu hanya sia-sia belaka saja. Ketika dia berbicara, itu hanya sekedar saja. Tidak ada kesempatan dan ruang untuk dia dapat mencerna dan melanjutkan apa yang dia rasakan sejak dia menerimanya.

Dengan melihat konteks di atas, sangat  termotivasi  bagi aku dan engkau. Sehingga, kita harus hindari  prinsip-prinsip dan kritik-kritik menjatuhkan yang ada pada diri kita, seperti dalam hubungan kakak, bapa, mama, om, sanak-saudara, adik-kak. Jangan jadikan itu semua sebagai sebuah setir motor, kompas, satelit dan remote, jika kita ingin melihat dunia luar dari dunia dalam.

Artinya, kita harus membuka wawasan, membuka kecerahan pikiran, membuka nalar dan menuju arah jalan yang membawa ke pribadi-pribadi yang mampu bersaing dunia inovasi dan dunia modern ini, sambil meningkatkan dan menciptakan akal sehat di antara sahabat terdekat yang Anda dan saya senang jumpai, serta terpengaruh positif di areal habitatnya.

Kita harus menerapkan “Berpikir Positif dan Berjiwa yang Besar”.  Jangan tunggu-menunggu, jangan harap-mengharap, jangan tuduh-menunduh, jangan tunggu waktu dan kesempatan. Kenapa? Sebab, inilah kesempatan. Inilah saatnya Anda dan saya harus melangkah menuju penerus pengembang-pengembang pribadi yang handal demi kehidupan yang kita nantikan. Harapan Anda dan saya tidak akan kehilangan jejak, ketika kita berada pada garis kehidupan yang benar.

Itulah sebabnya, di mana satu atau dua orang yang memiliki kesamaan karakter perlu berkumpul dan melakukan hal yang baik, berguna, bermakna, berfungsi, beruntung, dapat dikreaktifkan di mana yang bisa  diarahkan dan diposisikan, entah itu Anda mengembangkan nilai-nilai agama, pendidikan, sosial dan budaya, ekonomi, politik, hukum. Itu semuanya tergantung pada kesenangan atau keinginan diri sendiri, tidak dibatasi oleh siapa pun.

2. Daya Tangkap yang Berbeda
Perbedaan ini adalah suatu alternatif yang cocok untuk dipertimbangkan dan diklasifikasikan dalam suatu pembahasan teoritis yang berpengaruh pada kedua perbedaan ini (subjek) untuk membawa inovasi-inovasi di aspek positifnya. Pembinaan karakter terlebih dahulu memposisikan peserta atau forum, sehingga daya-daya tangkap tersebut benar-benar disaksikan dan diberikan berdasarkan bahan-bahan yang disiapkan dari pemberi bahan tersebut.

Ketika pemberi bahan mengkategorikan dan menemukan daya tangkap cepat maupun lambat, pemberian bahan berupa materi pun dapat disesuaikan sambil memperhatikan daya-daya tangkap tadi, supaya tidak terjadi suatu kecemburuan sosial menyangkut bahan materi yang didapatinya. Kemudian bagi mereka yang daya tangkap lambat, dapat disuapin dan diasah terus melalui hal positif yang disenanginya hingga diperoleh hasil yang dapat dia maksimalkan berdasarkan ilmunya.

Sementara itu, menurut ahli logika dari Negara Inggris, Gerrard pada tahun 1890 dalam bukunya Logika Dasar, halaman 32, Bab III, meneliti masyarakat Eropa tentang “Maksimalkan Ilmu Pada Diri Sendiri”. Ketika manusia dipenuhi dengan berbagai ilmu, maka kehidupan dia aman dan damai bagi pribadinya, sebab di dalam dirinya terpenuhi dengan ilmu dan logika pun mengarah pada suatu perubahan yang mendapatkan panorama dan pandangan hidup yang menyenangkan, supaya orang-orang demikian bagaikan bintang berekor empat yang diwarnai dengan 12 warna berkilau-kilau.

3. Kesimpulan
Apabila kita ingin melestarikan potensi, jangan tunggu dan menunggu waktu dan kesempatan, jangan menunggu siapa saja entah dia pemimpin, pengarah, pemberi, guru, dosen, kakak, adik, dan lain-lain, tetapi bangunkanlah usaha-usaha diri Anda sendiri. Tujuannya membawa perubahan pribadi yang berkualitas dan handal melalui proses belajar yang dimiliki untuk bersaing di masa kontemporer ini. Semoga...  

*) Penulis adalah mahasiswa Unipa Manokwari, Papua Barat
Pribadi-Pribadi Sejati, Lestarikanlah Potensi yang Anda Peroleh Reviewed by Majalah Beko on 00.06.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.