BREAKING NEWS

Berita

Anak Nakal Berubah Sekarang untuk Maju

Oleh Daud Edowai

“Anak-anak yang nakalnya “luar biasa”. Dikatakan luar biasa ketika ada perubahan yang luar biasa dalam hidup Anda, karena nakal itu bukan ukuran, jikalau Anda  menyadari  bahwa Anda adalah Anda serta itu demi harapan Anda untuk membentuk karakteristik Anda.”

Saya hidup, maka ada (Anitopako aniyaa umitouko topaa: Bahasa Mee), jangan berpikir bahwa saya ada dan tidak hidup (Anikii topaa kodoyaa keitetimakee koo beuu: Bahasa Mee), dan saatnya untuk saya, saya ada (Aniyawagiko topakouko aniki topakouyaa: Bahasa Mee). 3 hal ini membentuk saya, artinya bukan segala sesuatu yang mengatur saya. Melainkan sayalah yang mengatur segala sesuatu yang ada di sekitar saya.

Apa arti dari pada nakal itu? Nakal itu bukan kehebatan jahat, tetapi nakal itu perjuangan hidup yang hebat. Anak nakal tidak dicap terus-menerus dan begitu saja, ada batas-batas perubahan hidupnya. Mengapa saya katakan demikian? Anak nakal sudah merasakan pahit, pedis, asam, manis, enak, serta tidak enaknya hidup ini. Maka itu, momentum pasti ada bagi anak-anak nakal, ketika dia punya optimis dan inisiatif, serta semangat yang penuh bergairah untuk berubah, maju dan berkembang dalam diri pribadi, dengan percaya diri yang penuh sambil menyayangi tubuhnya.

Penulis berpikir, anak nakal sudah memegang prinsip untuk mau memberantaskan hal negatif yang sedang mengancam dirinya. Apa penyebabnya; saya harus mengetahui diri saya sendiri dahulu, dan di mana keberadaan saya saat ini.

Pertanyaan-Pertanyaan Harapan
Nantinya, saya dipandang sebagai manusia model apa? Apakah saya bisa jadi manusia sejati? Apakah saya bisa berubah? Baikkah karakter saya? Ini pertanyaan besar buat kita, anak-anak Papua. Hilangkan virus yang ada pada manusia; isme, egois, patrilineal, dan matrilineal.

Penulis mengamati, banyak manusia biasa bahkan pejabat yang kuliah sampai digelarkan “puncak gunung yang tinggi”, artinya mereka mendapatkan gelar S1, S2, S3, dll. Mereka memiliki gelar yang luar biasa, tetapi virus tadi masih saja ada. Mana mungkin development pembangunan infratuktur daerahnya berjalan dengan lancar, terlembaga, terhimpun, dll? Apakah  berjalan baik dan semaksimal? Ada dua pertanyaan yang muncul; mengapa saya kuliah, tetapi masih saja ada virus tadi, apa penyebabnya? Mengapa saya belajar, tetapi tidak memahami sistem social (masyarakat) dan penyebabnya?

Jangan sampai virus tadi menular ke “system”. Kalau virusnya menular sampai ke “system”, pastilah “error”. Langkah apa yang harus kita ambil / lakukan? Kita tahu, kalau salah-salah, pastilah data akan terformat. Kalau terjadi, dalam diri Anda bermasalah.

Refresh
Tuhan datang di dunia untuk menyelamatkan semua umat manusia yang ada di atas dunia ini. Semua umat manusia yang ada di dunia sudah dihitung dan ditemukan Tuhan. Oleh sebab itu, Dia mengharapkan dan memilih kita untuk memilih pandangan yang baik, karena sesungguhnya di situlah ada harapan yang cerah.

Mari saya dan anak nakal lainnya, kita melawan dan memberantaskan hal negatif yang sedang mengancam dan membingungkan hidup kita di dunia ini. Mari kita terus berusaha membawa diri kita menuju manusia inovatif dan kreatif. Mari kita bergandengan tangan untuk maju bersama di waktu sisa yang ada ini. Kita harus memanfaatkannya, karena momen bagi kita, anak nakal adalah sekarang. Waktu tidak akan menunggu kita, entah tua, muda, laki-laki, perempuan, besar, dan kecil. Jadikanlah diri kita sebagai wadah penampung sesuatu yang baik untuk menjaga keseimbangan keindahan atau estetika sosial, baik individu, kelompok maupun sesama  manusia.

*) Penulis Adalah Mahasiswa Asal Papua yang Sedang Menempuh Kuliah di Jurusan Antropologi, Fakultas Sastra Dan Budaya, Universitas Papua (Unipa) Manokwari
Anak Nakal Berubah Sekarang untuk Maju Reviewed by Majalah Beko on 20.35.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.