Breaking News

Berita

Argumen Lidah, Antara Benar dan Salah

Oleh Daud Edowai
Daud Edowai. Foto: Dokumen Penulis.
Lidah Hanya Ada Dua Pilihan
Jangan takut Anda salah dan juga jangan takut Anda benar. Selamat melalui argumen lidah adalah ketika Anda mempunyai satu alasan menyelamatkan diri Anda sesaat, tetapi di balik argumen itu harapan dan hidup Anda ke depan disiksa, kalau memang argument Anda salah atau Anda berbohong. Menyiksa melalui argumen lidah adalah ketika Anda mempunyai satu argumen yang menyiksakan diri Anda saat ini, tetapi di balik argumen justru menyelamatkan harapan dan hidup Anda ke depan, kalau memang argumen Anda benar. Benar adalah benar, jangan disalahkan. Salah adalah salah, jangan dibenarkan.

Lidah: Bom Atom
Lidah merupakan salah satu senjata “Bom Atom” yang cepat meledak. Mengapa penulis katakan demikian? Alasan tersebut akan terungkap ketika lidah sebagai daging dan mempunyai tulang. Dialah penentuan harapan hidup. Mengapa? Kadang, alasan tidak tepat dipetik untuk membingungkan perasaan saudara-saudari Anda. Itulah yang melambangkan “sampah yang lama membusuk” dalam diri Anda, entah baik maupun tidak baik. Segala sesuatu yang dipandangi dan melatarbelakangi argumen-argumen Anda akan dinilai saudara-saudari Anda dari sudut, bentuk, maupun sisi  apa saja.  Baik dan buruk akal budi Anda adalah perasaan yang sangat mendalam untuk melakukan sesuatu yang diinginkan dari diri Anda, entah baik maupun tidak baik. Apa yang dipikirkan sekarang, lakukan. Apa yang dilakukan, itu hasil pikiran.

Jujur Memelihara Jiwa; Kompas Keselamatan Hidup
Jujur itu tidak sakit, jujur itu tidak menyiksa, jujur itu bukan kegelapan. Tetapi, jujur itu memelihara nyawa atau jiwa dan sebagai kompas keselamatan hidup yang abadi, ketika ada kesalahan yang diperbaiki.

Introspeksi Diri
Coba tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah hasil pikiran yang saya lakukan semua benar ataukah semua salah? Tanyakan juga keberadaan diri pribadi Anda dan coba untuk menghomati orang yang memarahi Anda, karena mungkin Anda memang salah dan ditegur. Hal ini kerapkali dilakukan saudara-saudari Anda bukan karena membenci dan memarahi Anda, tetapi hanya untuk menyelamatkan dan memeluruskan pandangan dan harapan Anda yang salah.

Anda sebagai manusia memiliki perasaan yang terbatas. Anda perlu merenungkan kembali atas semua perbuatan yang pernah Anda lakukan, apakah itu benar ataukah salah. Jangan meledakan lidah, karena itu penentu jalan keluar-masuk Anda.

Bahasa itu sebagai angin yang keluar, tetapi dia menghasilkan salah satu limbah yang lama membusuk juga. Karena apa? Apa yang Anda ungkapkan, seringkali membuat orang lain tidak enak menerimanya di dalam hati mereka dan itu menghasilkan limbah yang lama membusuk. Membusuk karena terpendam dalam hati, pasti suatu saat akan teringat. Akibatnya, Anda ingin membenci, karena limbah tersebut masih belum membusuk.

Semua tindakan dan gerakan dilakukan oleh tubuh, tetapi lidah yang mengungkapkan perasaan Anda. Dalam mengambil keputusan, entah baik maupun tidak baik, semua hasil akal budi Anda bersifat abstrak. Tetapi apa yang Anda bayangkan, hanya lidah yang menyampaikan segala sesuatu yang tersembunyi dan buah hasil pikiran itu hanya diketahui melalui lidah.

Apa yang Harus Dilakukan?
Berdasarkan konteks di atas, manusia tidak dipandang dari penampilan, bukan dari gaya hidup, bukan dari kegantengan atau kecantikan, tetapi ada nilai yang terkhususkan walaupun jelek, karena manusia di bumi ini terdiri dari beragam suku dan bangsa, ada yang baik dan yang tidak baik. Kitalah yang harus memilih sendiri.

Penulis belum lakukan kejujuran, tetapi mari kita belajar bersama argumen-argumen yang digunakan dalam setiap hubungan komunikasi antar sesama, karena benar atau salah itu. Tetapi dengan argumen baik, dia yang salah justru membenarkan diri sendiri. Ada juga dia yang benar disalahkan akibat salah peneguran dan pengertian, sehingga timbul pertentangan perasaan antara si A dan si B. Mana yang benar? Pihak pelaku atau pihak penegur sebagai titik input penimbul masalah? Ini ada di tangan kedua belah pihak  yang melakukan hubungan komunikasi.

Jadi, dalam membangun setiap hubungan komunikasi, jangan mencari menang di atas kesalahan dan jangan menyerah atas kebenaran, karena benar adalah benar dan salah adalah salah. Jujur itu sakit… sakit… sakitkah?!
Thank you for read my opinion. God will bless all of us.

*) Penulis adalah Mahasiswa Asal Papua yang Sedang Kuliah di Jurusan Antropologi, Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Papua (Unipa) Manokwari
Argumen Lidah, Antara Benar dan Salah Reviewed by Majalah Beko on 08.18.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.