Breaking News

Berita

Tuntut Hak Guru, PGRI Dogiyai Gelar Mogok Mengajar dan Demo Damai

PGRI Dogiyai sedang menuju Kantor Pemda Dogiyai untuk demo damai, Senin (02/11/2015) siang. Foto: YD/Beko. 
Dogiyai, Beko - - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se-Kabupaten Dogiyai menggelar mogok mengajar tingkat SD, SMP, SMA dan SMK dalam sehari dan demo damai di Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Dogiyai, Senin (02/11/15).

Sebelumnya, PGRI Dogiyai melakukan longmarch dari Lapangan Umum (LU), Ekemani, Dogiyai menuju Kantor Pemda Dogiyai, Moanemani, Kabupaten Dogiyai.

PGRI Dogiyai menilai, pendidikan di Kabupaten Dogiyai hampir punah, diakibatkan dana pendidikan di Dogiyai belum dibagikan secara merata dan transparan. Selain itu, mereka menuntut hak guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di Dogiyai.

“Kami daerah terpencil sedang mengajar dengan bertekun. Tekad kami sebagai anak negeri dan penuh sayang kepada anak-anak sekolah, sehingga kami berhasilkan anak-anak kami. Namun saja, kami sedang menangis dengan perbuatan pejabat Dogiyai. Dana kami belum berjalan baik hingga saat ini,” kata Bendahara PGRI Dogiyai, Maksimus Dogomo, S.Pd. kepada Beko Online.

Lanjut Dogomo, “Nanti Dogiyai mau bawah ke mana, karena dana-dana kami dipangkas oleh pejabat-pejabat tertentu melalui dinas-dinas terkait, yang bekerja sama, sehingga kami guru-guru sedang kecewa dan menangis karena pendidikan Dogiyai hampir punah.”

Padahal, kata Dogomo, dana pendidikan yang diberikan selama ini digunakan guru-guru untuk membangun falisitas sekolah dan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) anak-anak yang sedang sekolah di Dogiyai.

Oleh sebab itu, tambah Dogomo, Pemda Dogiyai harus menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai tupoksi dan dana pendidikan harus diberikan kepada guru-guru agar guru bisa memanusiakan manusia yang ada di daerah-daerah terpencil di Dogiyai.

Sementara itu, kepada Beko Online, Senin (02/11/15) siang, Kordinator Demo, David Goo, S.Pd, mengatakan, untuk menuntut aspirasi PGRI Dogiyai, PGRI Dogiyai akan menggelar dialog terbuka bersama DPRD, Bupati, Sekda, Asisten I dan II Inspektrat, BAPPEDA, dan dinas terkait Kabupaten Dogiyai pada Rabu (11/11/15) mendatang.

Lanjut Goo, “Guru-guru Dogiyai meminta 11 Oktober 2015 ini, akan dilakukan di kantor DPRD adalah Dialog baik DPRD, Bupati, Sekda, Asisten I, II, Inspektrat, BAPPEDA dan dinas terkait lainnya,” dituturkan saat orasi David.

Apabila pihak yang diundang tidak hadir, tambah Goo, PGRI akan mogok mengajar lagi.

“Guru-guru sepakat bersama dan mengambil satu keputusan bahwa, apabila Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Asisten I, II, Ketua DPRD, BAPPEDA, Inspektrat dan dinas terkait, maka kami akan mogok sekolah berlanjut,” tegasnya.

Aspirasi PGRI Dogiyai diterima Bupati Dogiyai yang diwakili Asisten II, Drs. Antonius Iyowau dan beberapa DPRD di antaranya, Markus Waine, Yeshekiel Anouw, dan Natalis Pekei, serta Komisi I DPRP, Elvis Tabuni.

Kami siap terima aspirasi dari guru-guru dan lebih terkait bagi honor-honor guru yang sedang ada di sekolah-sekolah dan kita akan lakukan dialog lanjut di kantor DPRD pada tanggal 11 Oktober 2015, kata Drs. Anton Iyowau.

Lanjut Iyowau “Aspirasi lain, itu harus sampaiakn kepada dinas terkait untuk menindak lanjutinya.”

Sementara itu, Komisi I DPRP, Elvis Tabuni mengatakan, dirinya membanggakan guru-guru Meepago, karena guru Meepago adalah perintis pendidikan di Wamena dan sekitarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, “Saya siap bertindak lanjuti masalah pendidikan di Dogiyai dan hari ini pun, saya sudah konfirmasi kepada Gubernur dan Sekda Papua.”

Dalam aksi ini, PGRI Dogiyai membawa sejumlah spanduk dan pamflet bertuliskan rasa kekecewaan PGRI Dogiyai atas pendidikan di Dogiyai, seperti “Turut Berduka Cita atas Kematian Pendidikan dari BAPPEDA”.

Hingga akhir, aksi ini berjalan aman dengan pengawalan Kepolisian Dogiyai. (YD/Beko)
Tuntut Hak Guru, PGRI Dogiyai Gelar Mogok Mengajar dan Demo Damai Reviewed by Majalah Beko on 19.04.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.