Breaking News

Berita

Buru-Buru Versus Duplikat

Oleh Ketty Y. Pigai
Foto: Beko.
Ini awal sebuah cerita indah yang berakhir dalam bayang-bayang penantian. Dahulu, sebuah cerita indah di antara dua insan yang dikenal melalui sebuah panggilan yang indah "Radup dan Rabu". Radup itu panggilan buat seorang raja dan Rabu itu buat seorang Ratu.

Alkisah, entah apa yang membuat panggilan nama yang indah buat sejoli ini begitu spesial. Hingga dalam sebuah panggilan itu memiliki energi dan kekuatan yang berakhir dengan sebuah kenyataan yang nyata dalam pribadi Radup dan Rabu.

Alkisah, kasih dan cinta di antara mereka selalu indah, dihiasi dengan canda dan perhatian yang beroman senyuman kebahagiaan. Rabu kini selalu dihiasi kebahagiaan yang menyelimutinya, hingga seuntai kata terucap dalam hatinya, "Dialah yang telah ku cari slama ini". Ini bukanlah hal biasa yang diucapkannya. Dahulu kehidupan suram selalu datang membayang paksaan dalam sebuah jalinan hubungan, hingga kerisaun dalam menjalani hidup, dan akhirnya menemukan seorang raja yang memiliki kepribadian yang tak dimiliki orang lain yang dikenalnya.

Radup menyatakan dirinya dalam sebuah kepolosan yang dihiasi kebohongan, kepolosan yang meyakinkan Rabu dengan segala sisi kehidupannya. Dulunya, Rabu pun terhanyut dalam buayan cerita indah si Radup.

Musim berganti. Bulan berganti bulan. Pagi itu bunga beseri ria. Ribuan suara senduh alam memperdengarkan suara indah menyambut datangnya sang mentari. Angin pun mengantarkan kesegaran akan ucapan syukur pada sang pemegang hidup. Pagi itu, sang ratu sedang memikirkan hal-hal yang terjadi, hal-hal yang mendahului hatinya di samping taman Roomone. Tiba-tiba, terdengar desis kepakan sayap kecil. Dengan keyakinan, tuan kumbang menghampiri sang ratu. Kumbang datang membawa sebuah keyakinan yang meyakinkan Rabu dalam hubungan yang diam-diam telah dirajut bersama sang pemenang hatinya kala itu. Tak ada maksud, namun itu keyakinan sang kumbang agar selalu menyayangi sang raja. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, sang ratu pun mendengar titah tuan kumbang yang tidak pernah tahu arah datang kumbang itu. Seribu tanya menerpa hatinya, "Apakah yang akan terjadi padaku dan dia? Untaian sang Ratu. "Mengapa si kumbang itu datang meyakinkan hal yang tidak pernah dipikirkan aku?” Kata sang ratu. Rabu seketika itu heran dalam seruan sang tuan kumbang. Kini, pulanglah sang ratu pada istana memikirkan semua hal yang membuatnya heran dalam kejadian di taman itu tentang si kumbang yang dapat berbicara dan semua titahnya yang mustahil bagi si Rabu. Ratu secepat itu mendapat sebuah kejernihan dalam pemikirannya, bahwa akan mengikuti titah sang tuan kumbang.

Musim berganti. Kisah cinta itu indah dalam sebuah kasih sayang yang indah. Kata indah, perhatian dalam kelembutan, dan perkataan sang raja selalu menjadi hiasan tidur sang ratu. Mimpi indah dalam kebersamaan itu terukir indah dalam hati sejoli ini. Tak tahu kisah ini akan berkelana sampai seujung harapan keduanya. Itu misteri di antara keduanya. Segala hal baik dari sang ratu diberikan setulus ia mencintai dan menyayanginya. Tiada perlu apa yang akan terjadi. Namun keyakinannya, “Jika ku tulus menyayanginya, pastilah ia menyayangiku.”

Namun kenyataan berkata lain. Ternyataoh... oh… Sebuah kekuatan mendahului cinta mereka. Panggilan di antara mereka, yaitu Rabu dan Radup pada akhirnya menjadi kemalangan yang menerpa kisah cinta ini. Oleh karena nama dan panggilan Rabu dan Radup, seolah-olah memiliki kukuatan. Hingga kedua nama itu diserukan oleh alam yang menyaksikan kisah ini, di mana langit pun menyatakan kebenaran, bahwa nama itu beraroma mistis yang memiliki sesuatu. Tiba-tiba, datanglah semilir angin menjelaskan kekuatan yang sama dari panggilan yang indah itu. Radup... 'Seorang Raja Duplikat’, di mana semua darinya selalu nampak sejauh pandangan sang ratu. Hingga Rabu pun menyatakan perasaan yang sama pada semilir angin yang melewati telinganya. Rabu yang kala itu sedang menyaksikan pernyataan itu di tengah kegundaan hendak langsung menyampaikan maksud yang sama dalam pernyataan desiran angin itu. Kemalangan akan kepolosan sang ratu membuatnya jatuh dalam penyesalan mendalam. (Bersambung...)
(****)
Buru-Buru Versus Duplikat Reviewed by Majalah Beko on 09.30.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.