BREAKING NEWS

Berita

Mengangkat Ipmado Kota Studi Jayapura dari Kelumpuhan

Oleh Petrus Douw
Foto: Penulis.
Tulisan ini dipersembahkan untuk mahasiswa/i kota studi Jayapura dari Kabupaten Dogiyai. Tulisan ini tidak ditujukan kepada satu pihak, namun demi usaha menghidupkan Ipmado di Jayapura.

Ikatan Pelajar Mahasiswa/i Asal Dogiyai (Ipmado) kota studi Jayapura telah mengalami kelumpuhan kurang lebih 4 tahun. Ipmado lahir dan tersedia untuk pelajar dan mahasiswa yang benar-benar asal dari Kabupaten Dogiyai, sementara mengabdi dan kuliah di kota studi Jayapura. Penting mengangkat dan melanjutkan roda organisasi selama empat tahun telah mengalami kelumpuhan itu, ada pada kedua ikatan di bawah payung Ipmado: Simapitoa dan Lehim.  Kedua ikatan ini berdiri dan diatur secara keseluruhan di bawah payung Ipmado.

Ipmado memiliki kedudukan mengatur, mengarahkan, dan wewenang penuh untuk mengambil kebijakan serta bertanggung jawap terhadap kedua ikatan lokal. Ipmado di Jayapura mengalami kemunduran secara elastitas, adanya tidak saling kepercayaan, dan penggunaan wewenang terhadap Ipmado tidak berjalan dengan baik. Semua masalah di atas menumpuk, hingga badan pengurus yang pernah dibentuk pun tidak pernah mengundang para anggota Ipmado untuk musyawarah. Hal ini terjadi karena masalah yang tidak terungkap secara fakta.

Bibit masalah dalam Ipmado tidak dapat disembunyikan, entah antara mahasiswa akibat finansial dan kepemimpinan yang tidak saling mendukung, bekerja sama, dan bahkan tidak mampu mempersatukan kedua ikatan, Lehim dan  Simapitoa. Kedua ikatan local ini masih di bawah wewenang Ipmado, dan Ipmado yang harus memberi wacana dan wawasan dalam perkembangan organisasi serta mempersatukan mahasiswa asal  Dogiyai  pun tidak pernah ada kontribusi.

Boleh dikatatakan, penyelesaian masalah dan meluruskan kegagalan pemerintah dalam infrastruktur dan SDM di Dogiyai tahun belakang ini, kontribusi mahasiswa sangat kuat. Namun yang menjadi tanda kutip dalam hal ini, masalah tidak pernah terwujud dengan harapan aksi. Terus menggali kerja sama dan persatuan persepsi dalam satu kekuatan mahasiswa yang berasal dari kedua ikatan menjadi rapuh. Kenapa demikian? Wadah yang mengukuhkan mahasiswa dan saling membina serta mengkaderkan menjadi lemah. Sementara volume mahasiswa di Jayapura begitu banyak.

Isu persatuan dan kesatuan mahasiswa Dogiyai di kota studi Jayapura di hadapan masyarakat dan pemerintah begitu nampak positif. Hal ini terus diketahui oleh semua pihak, di mana mahasiswa Dogiyai melakukan berbagai aksi yang peduli terhadap masyarakat. Hal ini telah memburuk, sementara mahasiswa asal Dogiyai bimbang, belum bersatu, saling konflik dan bahkan tidak saling kenal keseluruhan. Bisa dikatakan perangkat dari sarana wadah yang layak untuk berkumpul, mengumpulkan persepsi, menggali ide untuk kepentingan mahasiswa dan masyarakat tidak konduktif.

Kedudukan Ipmado di Jayapura telah mengambil nama dan alih untuk mengatur kedua ikatan lokal, dan misi utama dalam menangani keluhan mahasiswa. Namun yang menjadi aktor dalam roda berjalan Ipmado adalah antara mahasiswa tidak saling percaya diri, kegagalan menjalankan tugas dan tanggunjawab tidak mampu mempersatukan mahasiswa dari kedua ikatan lokal. Dengan adanya itu, dengan tegas banyak senioritas yang menyimpan dendaman yang tentunya mengorbankan junior.

Perkembangan Ipmado kota studi Jayapura dengan kota lain sangat berbeda. Apalagi se-Jawa – Bali, sementara mereka melakukan kegiatan pengembangan diri di bawah payung Ipmado. Kota studi Jayapura mengalami kevakuman yang luar biasa. Hal ini tentunya menjadi pelajaran yang dapat dikutip dan bisa rekonsiliasi terhadap setiap penyimpangan yang sangat merugikan mahasiswa junior. Kami tegaskan kepada senior, mohon supaya jangan mengungkit masalah yang telah lumut, tetapi berpikir kritis untuk menghidupkan Ipmado di Jayapura sebagai satu wadah resmi yang mengangkat dan mempersatukan mahasiswa asal Kabupaten Dogiyai.

Ipmado berdiri tanpa busana. Sehingga sangat memalukan, sementara tidak ada orang yang bekerja untuk Ipmado di Jayapura. Konflik pemisahan antara mahasiswa dan niat untuk membubarkan Ipmado dari tengah mahasiswa telah ada sejak senioritas Ipmado tidak saling mempercayai tugas dan tanggung jawab yang dibebankan. Jadi, Ipmado di Jayapura seakan orang yang tanpa busana.

Menghidupkan Ipmado di Jayapura Tanpa Dendaman
Persatuan dan kesatuan serta perkembangan mahasiswa Dogiyai di kota studi Jayapura saat ini harus  berpikir jernih dan duduk mengevaluasi kembali sebagai wujud Ipmado. Hal ini harus dilakukan juga dengan bekerja demi niat yang baik, peduli terhadap mahasiswa dan tanpa mengungkit masalah-masalah lama yang tentunya antara kalangan senioritas.

Menghidupkan dan mengangkat Ipmado tanpa mengungkit masalah. Kami dari junior meminta supaya yang telah menjadi senioritas dari kedua ikatan dan pengurus yang ada, bisa duduk bersama-sama untuk ambil langkah. Jangan sampai ini memakan korban di atas korban yang adalah mahasiswa baru akibat dari perbuatan senioritas. Ipmado kota studi Jayapura harus hidup tanpa mengungkit masalah yang telah melumpuhkan jalan organisasi dan pemisahan mahasiswa asal Kabupaten Dogiyai.

*) Penulis adalah Mahasiswa Uncen  Jayapura
Mengangkat Ipmado Kota Studi Jayapura dari Kelumpuhan Reviewed by Majalah Beko on 09.59.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.