Breaking News

Berita

Ketua Umum Tim Penolakan Mapia Raya: Masyarakat Mapia Harus ‘Perang’ Menolak Pemekaran Mapia Raya

Ketua Umum Tim Penolakan Mapia Raya, Medestus Musa Boma, Foto: Dokumen Pribadi.
Jayapura, Majalah Beko - - Ketua Umum Tim Penolakan Kabupaten Mapia Raya, Mudestus Musa Boma menyerukan, rakyat Papua, khususnya masyarakat Mapia harus 'perang' menolak pemekaran Mapia Raya. Ketua tim penolakan itu menegaskan, pemekaran Mapia Raya merupakan agen ekonomi politik kolonial dan kapitalis yang melanjutkan cengkeraman dan eksploitasinya di teritori Papua, khususnya di Mapia, Kabupaten Dogiyai.

“Indonesia bersama negara-negara lain di seluruh dunia dengan nafsu ingin bereksploitasi dan akan mengeruk isi perut bumi Papua yang ada di wilayah Maa Mapia ini yang kita kenal bahwa cadangan terbesar yang ada di seluruh dunia ini. Kami menolak degan tegas karena belum siap di segala lini yang kita lihat. Mereka mengulangi pola kompromi antinya, tanpa melibatkan orang Papua itu akan terjadi di Mapia, akan memenjara dan merampok hak kedaulatan ekonomi rakyat West Papua, di wilayah Mapia,” tulisnya dalam siaran pers kepada Majalah Beko, Senin (25/01/16).

Menurut Musa, membiarkan proses perjuangan pemekaran itu sama dengan membiarkan kolonial Indonesia dan para kapitalisme global terus mencengkeram teritori Papua bersama tim pemekaran Mapia Raya itu.

"Kami tegaskan adalah suatu bentuk hegemoni kapitalis global, yang tidak lain dan bukan untuk memantapkan kapitalisme global. Trik hegemoni ini sudah dan terus dialami bangsa-bangsa yang dijarah gurita kapitalisme global. Pemekaran ini suatu musibah kejam dan ancaman penghancuran rakyat Mapia oleh kokohnya sistem kolonialisme dan kapitalisme global,” jelasnya.

Dituliskan, orang Papua, khususnya masyarakat dan kaum intelektual Mapia harus melawan konspirasi dari tim pemekaran dan Jakarta yang adalah lonceng kematian bagi Mapia dan seluruh rakyat bangsa Papua.

"Mahasiswa, intelektual asal Mapia, senioritas asal Mapia termasuk Rakyat West Papua tidak boleh diam untuk pemekaran ini dan membiarkan berjuang pemekaran yang tidak ada manfaat sama sekali bagi rakyat setempat, nantinya akan beroperasi itu sama dengan membiarkan dan memelihara induk kejahatan yang telah menyangkal dan menghancurkan hak politik bangsa pribumi Papua, dan melahirkan penindasan dan pelanggaran-pelanggaran HAM baru di atas teritori West Papua melalui pemekaran itu,” jelasnya.

Musa menegaskan, orang Papua, khususnya masyarakat, kaum intelektual dan tokoh-tokoh di Mapia harus bersatu membentuk kekuasaan politik rakyat dengan menyatukan presepsi memerangi pemekaran ini.

"Rakyat West Papua lebih khusus dari rakyat Mapia, pemuda, Mahasiswa, tokoh agama, adat, perempuan, dan semua OKP segera bersatu membentuk kekuasaan politik dari rakyat, dengan mempererat simpul-simpul perlawanan. Kita tidak bisa lepas tangan, dalam kerapuhan. Membiarkan pemekaran itu dimekerkan, berarti kekayaan kita disedot dan dirampok. Kita tidak bisa membiarkan anak-anak negeri yang sementara berada di dalam sistem kolonial diperbudak dan dijadikan patroli ekonomi politik kolonial dan kapitalis. Pemekaran Ini sungguh musibah," tegasnya.

Dituliskan pula, orang Papua harus memerangi penguasa politik, ekonomi global, dan kapitalisme.

"Seluruh orang Papua yang sementara berada dalam sistem kolonial dan kapitalis, mulai dari gubernur, MRP, DPRP, bupati, walikota, dan para penguasa adat Papua, bahwa perang kita terhadap penguasa politik, pemekaran ekonomi global dan kolonialisme adalah mutlak hari ini, demi hari esok pasti," tulis Musa lagi.

Musa Boma sebagai ketua tim penolakan itu berjanji akan berdiri di garis yang paling depan untuk mengibarkan bendera perlawanan ‘perang’ menolak pemekaran itu terhadap kolonialisme dan kapitalisme global, karena menurut dia, tim yang memperjuangkan pemekaran Mapia Raya adalah bagian sah dari kapitalis.

(AP)
Ketua Umum Tim Penolakan Mapia Raya: Masyarakat Mapia Harus ‘Perang’ Menolak Pemekaran Mapia Raya Reviewed by Majalah Beko on 21.52.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.