BREAKING NEWS

Berita

Pembangunan Rel Kereta Api di Papua, Ipmapa Malang: Eksistensi Tanah Adat dan Ekologis Terancam, RTRW Papua dan Papua Barat Harus Direvisi

Peta Rencana Jalur KA di Papua. Foto: Ist.
Malang, Majalah Beko - - Dalam diskusi terbuka menanggapi Rencana Pembangunan Jalur Kereta Api (KA) di Papua oleh Pemerintah Pusat yang digelar di KPR Universitas Brawijaya Malang, Sabtu (30/01/16),  Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Papua (Ipmapa) Malang menyatakan, tanah adat dan kelestarian ekologis Papua terancam, sehingga Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Papua dan Papua Barat harus direvisi.

“Pembangunan jalur kereta api di Papua akan mengancam eksistensi tanah adat dan kelestarian ekologis Papua. Pembukaan hutan untuk jalur kereta api akan mengancam ekosistem satwa endemik Papua, salah satunya adalah Burung Cenderawasih yang kini menuju ambang kepunahan,” kata Yohanes Giay dalam diskusi yang dipaparkan Nelson Homer, ST.

Yohanes menegaskan, rencana pembangunan rel kereta api ini kebijakan Pemerintah Pusat dan tidak ada dalam RTRW Kabupaten maupun Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten dan RTRW Provinsi Papua atau Papua Barat, tidak ada rencana pembukaan jalur kereta api di Papua, bahkan untuk 20 tahun ke depan. Ini semua kepentingan politik dari Pemerintah Pusat. Jika rencana ini jadi, maka RTRW di Papua dan Papua Barat harus direvisi secara menyeluruh,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Senioritas Ipmapa Malang, Anthon Nawipa mengatakan, rencana pembukaan jalur kereta api di Papua adalah satu dari berbagai masalah yang terjadi di Tanah Papua saat ini.

“Bukan hanya masalah Infrastruktur dan jaringan jalan, namun berbagai masalah, mulai dari masalah sosial, ekonomi, politik hingga permasalahan budaya,” jelasnya.

Anthon juga meminta mahasiswa Papua jelih melihat permasalahan ini.

“Masalah  sudah ada di depan mata kita. Sekarang kita harus berbuat apa? Apakah kita hanya menonton apa yang terjadi di tanah kita? Atau kita harus menyuarakan? Itu semua kembali kepada kita mahasiswa Papua? Namun kendalanya, adalah mentalitas kita sebagai mahasiswa. Apakah kita sudah siap melawan ketidakadilan pembangunan yang terjadi di Papua selama ini? Atau kita akan tetap pulang dan sama dengan mereka yang dulu?” tutur Anthon.

Sementara itu, di kesempatan yang sama juga, Ketua Ipmapa Malang, Alfred Pekei mengatakan, diskusi seperti ini penting. Ipmapa Malang akan follow up masalah ini dan masalah lain yang terjadi di Tanah Papua.

“Diskusi seperti ini sangat penting, terutama topik-topik yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat terhadap Tanah Papua. Karena itu, kita akan terus melakukan follow up lanjutan untuk membahas permasalahan yang terjadi di Tanah Papua saat ini,” jelasnya.

Pantauan Majalah Beko, diskusi yang dimulai pukul 18.30 WIB hingga 20.00 WIB ini berjalan tertib dan diikuti belasan Mahasiswa Papua yang berada di Kota Malang.

(NE)
Pembangunan Rel Kereta Api di Papua, Ipmapa Malang: Eksistensi Tanah Adat dan Ekologis Terancam, RTRW Papua dan Papua Barat Harus Direvisi Reviewed by Majalah Beko on 09.44.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.