Breaking News

Berita

Pendidikan di Dogiyai, Kapan Anak Negeri Berguru ke Luar Negeri?

Oleh Yulianus Edowai
Foto: Dukumen Penulis.
Kapan anak-anak negeri di Dogiyai berguru ke luar negeri? Kami, mahasiswa asal Dogiyai di kota studi Jayapura mengeluh demi kekurangan kualitas untuk berguru ke ke luar negeri. Ini kaca mata normal mahasiswa yang sakit sukma, karena minoritasnya pendidikan, baik domestik kendati luar maupun dalam negeri. Kami yang pernah nyatakan diri siap dan ke luar negeri, karena pendidikan adalah wahana utama untuk membangun pendidikan yang progresif melalui jaringan pendidikan formal di dalam negeri (kabupatennya sendiri langsung dengan berguru ke luar negeri), supaya ada jaringan pendidikan berguru ke luar negeri. Melalui itu, semoga akan memekarkan Indek Pembengunan Manusia (IPM) dan Sumber Daya Alam (SDM), agar akan nampak rana pendidikan berkualitas di Kabupaten Dogiyai.

Via jaringan pendidikan berguru ke luar negeri akan mendapat banyak informasi mengenai kualitas dunia pendidikan dan dari fondasi itu bisa dikaderisasi demi kualitas pendidikan, khususnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai yang erait kaitannya dengan instansi itu. Pemerintah Dogiyai yang erat kaitannya dengan Instansi pendidikan berguru ke luar negeri harus bijak untuk melobi kualitas pendidikan, baik dalam kendati luar negeri, dan juga lihat pendidikan itu sendiri; latar belakang, kualitas, serta kejeniusan. Pemda jangan asal mengirim anak-anak mulai dari jenjang pendidikan SMP, SMA/K, S-1, S-2 dan S-3 asal Kabupaten Dogiyai, yang kini ada di tiap-tiap kota studi, baik di Papua dan Papua Barat maupun di luar Papua.

Masalah pendidikan itu bukan masalah rekayasa, melainkan masalah utama dan harus dinomor-satukan. Oleh lantarannya itu maka, pemerintah perlu kontrol jaringan di wahana pendidikan Kabupaten Dogiyai yang masih tertidur ini. Fungsi pengontrolan dinas yang erat kaitannya dengan pendidikan dan pendidikan berguru ke luar negeri  harus segera dikontrol dalam jenjang pendidikan, yakni mulai dari TK, SD, SMP, SMA, bahkan kuliah, sesuai dengan sratanya yang ada, di seluruh Kabupaten Dogiyai, supaya akan legah memancar dian kualitas pendidikan di kabupaten tersebut. Modal untuk memberdayakan kualitas berguru ke luar negeri harus dimulai di dapur rumahnya, yaikni di sini, perhatian utamanya mulai jenjang pendidikan TK hingga SMA yang ada di Kabupaten Dogiyai, dalam hal fasilitas pendidikan harus diperhatikan, gedung sekolah harus dipermanenkan, tenaga pengajar harus perhatikan (utamakan naikanlah upah kerja mereka), setiap sekolah harus berpola asrama, sertakan juga, setiap sekolah harus ada perpustakaan. Jika begitu, berarti progresif dan berubah di rana baca wahana pendidikan Dogiyai. Ini harus dilakukan agar hal ini relevan dengan kabupaten-kabupaten lain: Nduga, Yahukimo, Mambramo Tengah, Lani Jaya, serta yang lainnya. Kami, mahasiswa kota studi Jayapuara asal Kabupaten Dogiyai mengharapkan, kualitas pendidikan dan berguru ke luar negeri segara dipulihkan dan dibangkitkan dari kebisuan, kekurangan, dan kebodohan, serta membangun dan memberdayakan SDM, dan IPM; wujudkan peradaban kualitas pendidikan baru yang di telusuri di wahana pendidikan.

Penulis tertarik dengan perkembangan pendidikan dan berguru ke luar negeri dari Kabupaten Nduga, karena Kabupaten Nduga merupakan panutan bagi kabupaten-kabupaten yang lain. Kabupaten Nduga telah memprioritaskan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Indek Pembangunan Manusia (IPM). Pemkab Nduga telah memberdayakan dua hal tersebut. Dan hingga saat ini, Anak negeri asal Nduga berada ke luar negeri, yaitu di Eropa, New Zealand, Australia, Jerman, Amerika, dan Inggris. Ini jatah di tiap tahun, mulai dari lahirnya Kabupaten Nduga hingga saat ini, kurang lebihnya 20 orang dikirimkan di negara-negara tersebut. Anak negeri asal Nduga kini berguru ke luar negeri karena Bupati Nduga, Yairus Kwijangge, S.Sos, M.Si., serta seluruh jajarannya memimpin dengan kebenaran yang baik dan takut akan pendidikan, serta Tuhan. Sehingga dari fondasi itu, wahana dan rana perkembangan pendidikan di Nduga kini bersekolah dan berguru di SMP, SMA, bahkan kuliah ke luar negeri di sekolah-sekolah yang ternama di Australia: St. Jhon,s Collegge Chatholic; University Darwin Australia, University Honololo Hawai America, dan juga beberapa universitas lain yang ada di beberapa negera tersebut. Pada hal, Kabupaten Nduga seumur dengan Kabupaten Dogiyai, tetapi perkembangan SDM, IPM, serta kualitas untuk membangun pembangunan pendidikan Kabupaten Dogiyai masih di bawah minoritas dan tertidur, karena Pemda Dogiyai hanya membuka  sebelah matanya saja.

Oleh karena itu, pembangunan pendidikan adalah perhatian utama bagi pemerintah setempat, lebih khusus Pemda Dogiyai. Hal ini harus dilakukan demi mengatasi masalah buta aksara, membangun pembangunan pendidikan, dan berguru pendidikan anak negeri asal Dogiyai ke luar negeri. Setelah ke luar negeri, kembali mengimplementasikan penataan pembangunan pendidikan dan mengabdi di tengah-tengah masyarakat setempat berdasarkan yang diterapkan di jenjang pendidikan itu.

Sebagai kesimpulannya,  Pemerintah Kabupaten Dogiyai, dalam hal, dinas yang erat kaitannya jangan membuka dan membangun gedung SD, SMP, dan SMA saja di sepuluh distrik, yaitu Distrik Kamuu Barat, Kamuu Timur, Kamuu Selatan, Kamuu Utara, dan Kamuu, Moanemani, serta di Mapia, Distrik Mapia Timur, Mapia Tengah, Mapia Barat, Sukikai, dan Sukikai Selatan. Tetapi ini harus diperdayakan dan diprioritaskan dengan tenaga pengajar yang masih ada. Naikan gaji atau upah bagi para guru, serta guru-guru honoler yang ada di tiap-tiap sekolah di sepuluh distrik itu. Selain itu, Pemda Dogiyai perlu memfasilitasi aset-aset, serta sarana prasarana di tiap-tiap sekolah, seperti perpustakaan sekolah, asrama, baik putra kendati putri, buat Taman Kanak-kanak (TK), memberikan lahan bagi para tenaga pengajar, supaya siswa dan pelajar bisa mengerjakan tugas sekaligus belajar. Sediakan bis sekolah supaya pelajar dan tenaga pengajar dari Moanemani bisa turun mengajar dan belajar di Mapia, dan sebaliknya Mapia pun juga demikian. Jika Pemda Dogiyai membangun pembangunan pendidikan selaras dengan ilustrasi yang telah penulis tuliskan di atas, berarti visi dan misi dari Kabupaten Dogiyai akan terwujud dengan cemerlang dan nampak di mata nasional maupun internasional di dunia pendidikan. Bunyi Visi dan Misi Kabupaten Dogiyai adalah “Dogiyai Dou Ena”, terjemahannya “Dogiyai Pandangannya Cemerlang”. Ini merupakan modal untuk anak-anak negeri asal Dogiyai bisa berguru ke luar daerah maupun luar negeri dan menjadi jembatan progresif akan Dogiyai jadi Dogiyai yang cemerlang. Sehingga anak-anak negeri asal Dogiyai akan terbentuk dan simpatisan mengenai pendidikan, baik dalam maupun luar hati mereka, serta masyarakat adat Dogiyai dan tuan tanah Dogiyai, bahkan hati kami, mahasiswa asal Kabupaten Dogiyai menjadi euforia akan perhatian Bapak/Ibu pejabat Pemda Dogiyai. Oleh lantarannya, Bapak/Ibu pejabat Pemda Dogiyai, lebih khususnya Instansi yang erat kaitannya dengan pendidikan, jangan utamakan proyek untuk membangun gedung sekolah saja di berbagai tempat di daerah Dogiyai, melainkan dari dana-dana itu difungsikan, diprioritaskan untuk buta aksara, membangun pembangunan pendidikan, serta kualitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta membuka gerbang pendidikan formal dari Dogiyai ke luar negeri dengan bijak. Via pintu gerbang pendidikan itu, anak negeri asal Dogiyai bisa berguru ke luar daerah, bahkan luar negeri, baik di pendidikan sanitas/kesehatan dan pendidikan guru, serta yang lainnya yang perlu diperhatikan; pertambangan dan penerbangan, bahkan sosial-politik-hukum, agar tidak akan terjadi lagi kevakuman pendidikan di lingkungan Kabupaten Dogiyai.

*) Penulis Adalah Mahasiswa Universitas Cencerwasih, Fakultas Hukum, Jayapura-Papua
Pendidikan di Dogiyai, Kapan Anak Negeri Berguru ke Luar Negeri? Reviewed by Majalah Beko on 08.27.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.