Breaking News

Berita

Tiga Huruf : Mas Ojek Ko Jahat (Kisah Nyata)

Cewe Papua Melanesia
Cerita ini kisah nyata di Nabire. Tahun lalu tepatnya bulan Maret tahun 2015. Siang-siang sa start motor deng teman tong pigi ke RSUD Nabire. Tong pu tujuan di sana nih mo kunjungi tong pu sodara yang lagi sakit. Tong dua bawa ubi bakar, keladi, ikan dan tong dua beli jeruk buat sodara dong di rumah sakit. Setelah bawaan lengkap tong dua pigi kunjungi. Sampe di sana tong salaman tong kasih makanan yang tong bawa dan kitong cerita-cerita.

Syukur, sodara nih su membaik keadaanya. Dokter anjurkan untuk de banyak isterahat. Dari pada tong mengganggu de isterahat, teman nih de ajak keluar jalan-jalan. Tong keluar jalan keliling rumah  sakit. Rumah sakit Nabire tra terlalu besar. Tra terlalu sama deng rumah sakit di kota lain.

Siang itu tong dua keliling dari depan mulai dari UGD sampe ke belakang. Ada banyak pasien di rumah sakit ini. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan muda-mudi. Hampir seluruhnya di rawat inap adalah orang asli papua (OAP). Sayang sekali tong pu teman-teman ini. Usia belia yang masih semangat, energik, kuat tapi sayang sekali melihat dong terbaring lemah di kasur pasien.  Tra tau karena apa. Mungkin belum tau tentang pola hidup sehat, gizi buruk buat anak-anak, pergaulan bebas anak muda, lingkungan yang tra bersih dan sehat, udara kotor, limbah pertambangan liar.

Ah....pokoknya banyak. Tong tra tau apa pastinya karena di Papua trada penelitian yang bisa memastikan itu semua. Penyebab kematian anak-anak di Kabupaten Nduga saja dong tra peduli. Dong orang-orang penting di kesehatan, seperti kepala dinas, kepala puskesmas, dokter, perawat tra peduli deng tindakan preventif. Biarpun ada penelitian dong tra lakukan  betul-betul. Kadang data-data yang diolah adalah data siluman. Kenapa? Karena biarpun tenaga medis asal Papua de takut ke kampung-kampung tuk berikan upaya-upaya pencegahan. Makanya banyak orang papua terutama di kampung-kampung yang belum tahu tentang informasi kesehatan. Dong tra tau rawat diri jadi nanti su sakit baru ke rumah sakit. Jadi yang ada tindakan kuratif (pengobatan) trada tindakan preventif (pencegahan). Padahal upaya pencegahan itu penting untuk keehatan bangsa. “Lebih baik mencegah dari pada Mengobati”. Banyak mati, kasihan.

Kembalik ke Topik. Tong dua terlalu kasihan lihat tong pu teman-teman di rumah sakit itu. Tong keliling sampe di belakang. Tepatnya di depan ruang VCT (Volunter Counsuling and Test). Di samping ruang VCT ada ade perempuan orang papua seumuran SMP yang duduk merundukkan kepala. Tong dua mendekat dan lihat ade perem tuh dari dekat. Tong dari dekat lihat begini, ade perem nih de sedang menangis. Suara tangisannya tra keras, hanya air mata yang menetes. Sepertinya de malu kalo de menangis keras-keras.

Tong dua mendekati dia. Tong dua duduk samping dia dan tong kasih akua gelas yang tong beli di depan jalan. Tong kasih akua, ade dia minum deng tenang. Setelah itu tong dua tanya, kenapa ade de menangis. Ade perem nih terdiam sekitar lima menit. Kemudian de angkat kepala de tatap tong dua dengan tatapan sedih. Sepertinya de ingin bilang sesuatu tapi de macam takut-takut. Sa langsung bilang jangan takut dan ceritakan kenapa tadi ade menangis. Apakah ada orang yang pukul atau saudara sakit atau meninggal di rumah sakit ini. Ade de mulai cerita.

De cerita begini. Saat itu de SD kelas 6 di salah satu SD di SP (Pedesaan) Kota Nabire. Orang tuanya sudah lama tinggal di SP (Pedesaan) di Nabire. Jarak antara rumah mereka dan sekolah agak jauh. Saat itu ade perem (sebut saja Novi) sedang mempersiapkan diri untuk Ujian Nasional. Di sekolah sore-sore mereka ada tutor dan latihan LJK (Lembar Jawaban Komputer). Novi harus ke sekolah jam 3 sore dan pulang jam 5 sore waktu papua.

Novi tidak punya teman yang bisa berjalan bersama. Rumahnya jauh dari teman-teman. Mereka hanya bisa  bertemu di sekolah. Saat itu Novi selalu jalan kaki. Dia kuat dan cerdas. Novi cerita juga kalo dia sering mendapat rangking di kelas. Hal itu membuat Ade Novi punya semangat yang tinggi untuk ke sekolah berjalan kaki meskipun jaraknya jauh. Katanya ia sangat senang berjalan kaki karena sudah terbiasa dan juga cita-citanya kelak jadi polisi wanita (Polwan). Katanya dia harus kuat dan semangat apalagi untuk kajar cita-cita.

Saat itu pulang dari sekolah seusai ikut tutor. Kali ini de sangat lelah sehingga de menunggu ojek. Ada ojek mendekat. Mas, ojek katanya. Ojek itu membawanya ke rumah. Namun entah mengapa. Mungkin karena paras cantiknya ade Novi yang berkulit coklat cerah. Mas ojek dirasuki iblis. Di tengah jalan mas ojek menghentikan motornya. Katanya mau buang air kecil. Mas memerhatikan orang di sekeliling. Tidak ada orang dan kendaraan di sore itu. Suasana sangat sepih. Mas ojek menarik tangan Novi dan malampiaskan nafsunya secara tidak terhormat di semak-semak. Setelahnya, mas ojek menagancam Novi untuk tidak memberitahukan siapapun termasuk orang tuanya.

Mas ojek itu mengantarnya di pinggir rumahnya. Novi sangat lemas. Novi yang masih kecil itu takut ancaman mas ojek. Dia tidak memberitahukan apa yang terjadi pada orang tuanya. Dia hanya memendam dan mencoba kuat dengan pengalaman yang pahit itu.

Saat ini Novi duduk di kelas 1 SMP. Semangat belajarnya menurun. Daya tangkapnya berkurang. Novi merasa lemah tak bergairah. Ia merasakan hal-hal yang aneh. Dan saat itu ada penyuluhan tentang bahaya HIV AIDS di sekolahnya. Saat itu dia tahu tentang penyakit itu. Ada gejala yang hampir sama dialaminya. Ia ingin memastikan hal itu dengan tes HIV di VCT RSUD Nabire. Dan hasilnya dia didiagnosis sebagai positiv HIV AIDS.

Dengan air mata berlinang dia bercerita itu. Dia mangatakan dia tidak pernah pacaran. Bahkan dia tidak punya perasaan soal itu. Yang dia tahu adalah semangat belajar untuk menjadi Polisi Wanita (Polwan). Dia juga tak pernah melakukan hubungan intim dengan siapapun kecuali mas ojek saat dia SD kelas enam. Seuasi ceritanya dia menangis sejadi-jadinya namun kami mencoba menenangkan dan menganjurkan untuk mengikuti program yang diberikan dari VCT. Sayang , mas ojek ko jahat di atas Tanah yang membuat ko kaya.
(Jhon/Beko)

  
Tiga Huruf : Mas Ojek Ko Jahat (Kisah Nyata) Reviewed by Majalah Beko on 07.59.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.