Breaking News

Berita

Haruskah Pendidikan Papua Dibangun dengan Konsep Budaya Noken?

Oleh Yohanes Dogomo
Poster "Kamis Noken". Foto: Dokumen Penulis.
Pendidikan Papua Harus Dibangun Konsep Budaya Nokenkah?Stigma ini sangat besar dan sedang terjadi di lingkup Pemerintahan Papua. Berbagai bidang di Papua hendaknya dikaji dan dikembangkan potensi budaya sesuai Noken Papua. Ini harus dituliskan, dipadukan secara komprehensif, jika itu sekarang dijadikan pedoman pembelajaran dalam hakikat mata pelajaran, maupun mata kuliah, baik sekolah dan kampus.

Namun, berdasarkan stigma dengan budaya perkembangan sekarang (dari luar) kental, sehingga dampaknya terjadi dalam sistem pendidikan pembelajaran. Olehnya itu, sistem pendidikan Papua harus diupayakan secara strategis. Baiknya lagi diperdakan dan dikembangkan tiap orang Papua, sebab noken sudah terdaftar di UNESCO.

Noken merupakan nilai dan unsur yang mempunyai makna bagi orang Papua. Contoh kongkrit adalah ketika ada masalah dan harus diselesaikan secara Sistem Noken. Selain itu, saat Pemilihan Kepala Daerah/Bupati, Gubernur, DPRD, dan Presiden berdasarkan Sistem Noken, kendatipun UUD 1945 maupun UU KPU di NKRI ada.

Penulis melihat dari Cermin Noken Papua, ada beberapa yang dikupas dan digagaskan secara bentang, seperti mengenal Noken, memahami Noken, pemaknaan Noken dan menghargai Noken. Oleh sebab itu, “Kamis Noken” dijadikan dalam pendidikan Papua dan dibangun sesuai Noken Papua, bila mengenal tentang Noken itu sendiri. Pahami sebaik apa itu Noken, guna menjadikan Noken terwujud di dunia pendidikan Papua menuju Papua mandiri, maju dan sejahtera. Mengapa? Penggagas Noken, Titus Pekei mengatakan, Noken bukan tak benda, jika ditinjau dari makna Noken.

Noken merupakan warisan dari nenek moyang hingga sekarang. Tapi, pihak Pemerintah Papua tidak mengangkat dan meningkatkan ini di bidang pendidikan demi masa depan Papua. Momennya, Papua dibangun konsep Budaya Pendidikan Noken. Saya mengira bahwa pejabat Papua belum paham tentang sistem Noken. Maka itu, orang Papua harus paham makna Noken. Melalui noken terdapat beberapa aspek, seperti makna naturalis, makna sosiologis, makna antropologis, makna filosofis, makna normatif, dan makna psikologis. Pejabat yang sedang menjabat di birokrasi pemerintahan Papua, urgensinya, paham tentang Noken demi menuju pendidikan Noken sebenarnya.

Segala sesuatu akan diisi dalam Noken, sehingga siapa dia yang akan paham tentang Noken akan diwujudkan dalam berbagai program dan visi, lebih khususnya di bidang pendidikan di Papua sekarang. Mengapa dikatakan begitu? Karena pendidikan adalah penentu di Papua untuk suatu bangsa dan negara. Pendidikan senjata sangat ampuh dalam mengubah karakter seseorang. Ini hanya karena pendidikan. Papua sebagai tanah budaya yang terpopuler di mata dunia internasioanal, tidak lagi NKRI, bahkan Papua. Dengan adanya budaya, orang mengetahui dan dikenal berdasarkan budaya apa yang digunakan dan dipakai. Berdasarkan itu, Pemerintah Papua coba bangun di Papua melalui pendidikan yang berkarakter Noken-kah? Kendatipun sistem pendidikan diikuti dengan NKRI, pasalnya Papua-kan mempunyai Otsus. Otsus yang didesentralisasi, sehingga kebijakan dan peraturan yang ada, harus diupayakan Pendidikan Sistem Noken menuju Tanah Cenderawasih.

Saya prediksikan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) tidak akan berkembang dan meningkat, jika Noken tidak dipahami. Sebab, segala sesuatu ada di atas tanah. Masing-masing diciptakan sesuai kekayaan dan budaya. Orang Papua mempunyai budaya tradisional, salah satunya adalah Noken. Noken memiliki berbagai bentuk, baik ukuran besar dan kecil dengan keunikan yang menarik perhatian dunia. Bentuknya berbeda-beda, mulai dari anyaman, rajutan dan pintalan oleh mama-mama dan bapa-bapa Papua hingga sekarang.

Jika mau bangun momen, konteks, dan konsep Noken di bidang pendidikan, maupun bidang-bidang lainnya, pejabat Papua harus terapkan dan implementasikan sistem Noken sesuai kondisi real yang ada di Papua. Pejabat Papua harus bekerja secara harmonis demi meningkatkan SDM Papua demi masa depan Papua. Kita harus pahami tentang Noken, karena Noken merupakan kehidupan yang bisa disimpan dan rahasia.
(***)

*) Penulis adalah OAP, Pemerhati Perkembangan Pendidikan Papua
Haruskah Pendidikan Papua Dibangun dengan Konsep Budaya Noken? Reviewed by Majalah Beko on 17.53.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.