Breaking News

Berita

Murid Sedikit dan Tim Pengajar Tidak di Tempat, Kepsek SD Negeri Gokodimi: Saya Tetap Hidupkan Sekolah

Piter kegou, Kepala sekolah SD Negeri Gokodimi. Foto: Beko/AP2.
Nabire, Majalah Beko - -  SD Negeri Gokodimi adalah salah satu sekolah dasar di Distrik Menou, Kabupaten Nabire. Jumlah siswa di SD ini hanya sedikit. Tim guru honor pun tidak berada di tempat tugas.

Kepada Majalah Beko, Sabtu (06/02/16) siang, Piter Kegou, Kepala Sekolah SD Negeri Gokodimi, mengeluhkan hal ini.

“Saya sangat sedih dengan keadaan sekolah seperti begini. Murid sedikit, yakni kelas I hanya 6 Siswa, kelas II hanya 2 Siswa dan kelas III hanya 1 siswa,” katanya.

Kata Piter, dirinya mengajar di sekolah tersebut setelah mendapat nota tugas serta surat ijin pembangunan SD Negeri Gokodimi dan dipindahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Nabire dari SMP Negeri Yaro.

“Saya sebenarnya guru SMP Negeri Yaro, tapi saya dikasih nota tugas oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire  dan Surat Ijin Pembangunan SD Negeri Gokodimi ini. Akhirnya, saya datang ke Menou,” jelasnya.

Katanya pula, dirinya mengabdi di SD Negeri Gokodimi sejak gedung sekolah dan perumahan guru belum dibangun hingga kini.

“Sementara gedung sekolah dan perumahan guru belum dibangun, saya mengajar anak-anak sekolah di sebuah pondok beratap terpal dan sekarang saya senang karena sudah ada gedung sekolah yang dibangun tahun 2008 dan rumah guru baru dibangun tahun 2015,” jelasnya pula.

Sebelumnya, lanjut dia, anak-anak didikannya banyak, sedangkan sekarang sedikit, bahkan bisa dihitung dengan jari. Sementara, kata dia lagi, ada 3 guru honor yang tinggal di Kota Nabire dan mendapatkan gaji buta saja.

“Dulu anak-anak banyak, tapi sekarang cuma sedikit saja. Anak-anak yang saya didik angkatan pertamanya sudah SMA kelas 2 dan ada 3 guru honor, tapi mereka tidak mengajar, tahunya mereka tinggal di Kota Nabire dan terima honor saja,” ungkapnya.

Piter mengakui, berkurangnya anak-anak didikannya dipengaruhi jarak dan medan.

“Ini karena pemukiman masyarakat di gunung-gunung dan jika para murid mau ke sekolah harus melintasi gunung-gunung  dan menyebrangi kali-kali besar yang tidak ada jembatan. Anak-anak yang  masih sekolah ini juga cuma anak-anak yang berdomisili di sekitar ibu kota distrik saja,” tuturnya.

Selain itu, kata Piter, keluhan ini pernah disampaikan kepada Bupati Nabire, Isaias Douw ketika berkunjung ke Menou tahun lalu.

“Saat Bupati Isaias Douw datang berkunjung, saya pernah jelaskan semua masalah pendidikan yang saya alami di Menou ini dan saya sampaikan untuk menjawab persoalan tersebut,” katanya.

Piter merindukan sekolah berbasis asrama. Dirinya meminta, Isaias membangun sekolah berbasis asrama agar masalah jarak dan medan yang dialami anak-anak didikannya teratasi, namun hingga kini, masih belum direalisasikan.

“Saya ingin sekali mau jadikan sekolah ini menjadi sekolah yang berbasis asrama, supaya anak-anak yang jauh bisa tinggal di asrama dan bisa didik mereka lebih baik lagi dan Bupati Isaias Douw pernah berjanji akan bangun asrama mini, tapi sampai sekarang belum dibangun,” tuturnya.

Dirinya juga mengatakan, masalah yang dihadapi ini tidak menjadi penghambat dalam menjalankan tugas besar yang diberikan Tuhan kepadanya.

“Walaupun saya sendiri mengajar dan banyak persoalan, saya akan tetap berusaha untuk tetap menghidupkan sekolah ini,  sebab itulah profesinya saya dan tugas besar yang Tuhan berikan kepada saya,” pungkasnya.

(AP2)
Murid Sedikit dan Tim Pengajar Tidak di Tempat, Kepsek SD Negeri Gokodimi: Saya Tetap Hidupkan Sekolah Reviewed by Majalah Beko on 22.07.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.