BREAKING NEWS

Berita

Pemda dan Intelektual Dogiyai Dinilai Tidak Peduli Kinerja RPM Simapitowa Jayapura

Logo RPM Simapitowa Jayapura. Foto: RPM Simapitowa Jayapura.
Jayapura, Majalah Beko - - Badan Pengurus dan anggota Rumpun Pelajar dan Mahasiswa Siriwo, Mapia, Piyaiye, Topo, dan Wanggar, (RPM SIMAPITOWA) di Jayapura menilai, Pemerintah Daerah (Pemda), serta intelektual Kabupaten Dogiyai tidak peduli kinerja dan kegiatan pembinaan RPM Simapitowa setiap tahun di Jayapura, Papua.

Kami biasa lakukan berbagai kegiatan saat penerimaan pelajar dan mahasiswa baru, di dalamnya ada berbagai kegiatan yang biasa kami laksanakan dan memberikan banyak materi kepada mereka untuk bekal menghadapi era globalisasi yang sedang menunggu di sana. Pengkaderan yang kini kami lakukan kepada mahasiwa baru ini untuk pemimpin masa depan yang mampu melihat, kritis, objektif, dan kapabilitas demi membangun segala bidang di Dogiyai nanti. Ini demi pemimpin masa depan Kabupaten Dogiyai dan selalu saja diabaikan. Mereka (pemda, red.) cuek terhadap mahasiswa asal Kabupaten Dogiyai yang kini kuliah di seluruh Indonesia, khususnya di Jayapura,” kata Mudestus Musa Boma, Senioritas RPM Simapitowa kepada Majalah Beko belum lama ini.

Selain pemerintah, kata Musa, kaum intelektual pun tidak menghargai Pengurus RPM Simapitowa.

Sikap tak hargai itu terlihat ketika ketidakhadiran kaum terpelajar dari Kabupaten Dogiyai yang ada di wilayah Jayapura dalam acara pelantikan Pengurus RPM Simapitowa di Jayapura dari dulu hingga saat ini. Hal ini secara jelas nyatakan bahwa, kepedulian terhadap kami sudah tidak ada lagi,” jelas aktivis Papua yang kini sedang kuliah di Fakultas Fisip, Uncen, Jayapura Papua itu

Boma menilai, ketidakhadiran intelektual Dogyai dalam pelantikan Pengurus RPM Simapitowa itu bagian dari budaya intelektual bangsa Indonesia yang tidak peduli dengan generasi muda, pemimpin masa depan.

Sehingga, kata Musa lagi, intelektual harus peduli terhadap kegiatan RPM Simapitowa.

“Malas tahu ini mungkin sudah membudaya bagi mereka itu dari dalu. Kami tak mengharapkan lagi intelektual Dogiyai malas tahu dengan generasi muda. Kami berharap intelektual harus lebih peduli dalam mempersiapkan masa depan pemimpin Dogiyai. Kami tidak mengharapkan hal ini terjadi ke depan,” katanya.

Harapan serupa disampaikan Markus Butu, Sekretaris RPM Simapitowa di Jayapura.

Pentingnya perhatian secara serius oleh pemerintah, karena orang yang pernah berpendidikanlah yang mampu menjalankan roda pemerintahan Itu. Kami selalu melakukan kegiatan. Ini demi persiapan untuk aset Dogiyai nanti. Oleh sebab itu, mau tidak mau, suka tidak suka, harus diperhatikan dengan baik. Selama ini, kami melakukan banyak kegiatan organisasi. Kadang kami buang surat permohonan saja tak pernah dijawab. Kalau begitu, setelah mereka ini tua, pengganti mereka ini siapa? Pastilah kami. Oleh sebab itu, perlu perhatikan secara serius kegiatan organisasi yang kami bisa lakukan itu,” katanya kepada Majalah Beko belum lama ini.

Sementara itu, Yonas Tebai, Mahasiswa AKPER YAMAS Jayapura, mempertanyakan kinerja Pemda Dogiyai soal asrama permanen mahasiswa asal Dogiyai yang hingga kini belum dibangun.

“Pengkaderan ini sangat penting. Tapi sampai saat ini, hal ini mereka tidak pernah berpikir. Itu hal yang aneh sekali dalam waktu yang sama. Sejak Dogiyai dimekarkan pada tahun 2008 hingga saat ini, pemerintah belum buat asrama juga dari rasa kecuwekan itu. Ini nyata bukan sesuatu seremonial yang kami sampai secara tertulis lagi,” katanya kepada Majalah Beko belum lama ini.

(MB/Beko)
Pemda dan Intelektual Dogiyai Dinilai Tidak Peduli Kinerja RPM Simapitowa Jayapura Reviewed by Majalah Beko on 12.13.00 Rating: 5
All Rights Reserved by Majalah Beko ǀ Situs Berita Online Papua ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.