Breaking News

Berita

HPN ke-70: Pers di Papua Jangan Dibungkam, Harus Kritis, Bijaksana dan Selektif

Hari Pers Nasional ke-70: Kebebasan Pers di Papua Dibungkam! Foto: Beko.
Manokwari, Majalah Beko - - Menanggapi Hari Pers Nasional (HPN) ke-70, 9 Februari 2016, Ketua Badan Ekslusif Mahasiswa (BEM) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Doni Donatus Gobai mengatakan, Pemerintah Indonesia jangan membungkam akses jurnalis asing masuk ke Papua.

Kami berharap, komitmen Pemerintah Indonesia dalam hal tidak membatasi jurnalis asing masuk ke Papua. Itu dapat direalisasikan, karena dengan kekhususan Papua sebagai daerah khusus yang tentunya dapat menjamin demokrasi,” katanya ketika dikonfirmasi Majalah Beko via Facebook, Selasa (09/02/16).

Menurut Doni, hal ini mesti dilakukan Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan nilai-nilai demokrasi yang diwujudkan dalam kebebasan pers.

Hari Pers Nasional yang ke-70 ini menjadi suatu momentum yang terpenting bagi perwujudan nilai-nilai demokrasi yang semestinya di negara ini, terlebih khusus di Tanah Papua. Sebagaimana kita ketahui bahwa keberadaan pers adalah merupakan corong dari demokrasi itu sendiri,” jelasnya

Lanjut Doni, “Di era globalisasi saat ini, kata Doni, keterbukaan informasi publik menjadi sesuatu yang sangat penting dan pers adalah sarana untuk mewujudkan itu, terlebih khusus di Papua, dengan berbagai permasalahan yang sangat kompleks, dan di sini membutuhkan peran pers sebagai sarana untuk menyuarakan itu.”

Selain itu, Doni mengapresiasi eksistensi media-media asal Papua dalam menyuarakan kebenaran dan keadilan di Tanah Papua.

Kami sangat mengapresiasi keberadaan media-media pers yang akhir-akhir ini sangat baik pertumbuhannya di Papua. Selama pantauan kami, sampai saat ini, keberadaan pers sangat membantu masyarakat dan pengguna media. Begitu banyak informasi maupun pencerahan yang bisa diberikan,” jelasnya.

Sementara itu, menanggapi pembungkaman pers di Papua, Wartawan Majalah Selangkah, Hendrikus Yeimo, mengatakan, pers di Papua harus lebih kritis dan bijaksana dalam mempublikasi berita, serta selektif dalam memberitakan.

Menurut saya, pers di Papua harus lebih kritis dan bijaksana dalam mem-publish berita di Papua, entah berita ekonomi, politik, pendidikan, budaya, dsb. Kemudian, saya memaknai hari pers sebagai hari yang dimana semua orang Papua untuk selektif dalam menggunakan media sosial, serta menuliskan segala sesuatu yang bermanfaat dan dapat dirasakan oleh banyak orang, baik dalam Papua maupun luar Papua,” kata penulis aktif di Komunitas Sastra Papua (Ko’SaPa) itu ketika ditanyai Majalah Beko via Facebook, Selasa (09/02/16).


(AP)
HPN ke-70: Pers di Papua Jangan Dibungkam, Harus Kritis, Bijaksana dan Selektif Reviewed by Majalah Beko on 19.57.00 Rating: 5
All Rights Reserved by MAJALAH BEKO ©Dedicated for West Papuan Property of CV Media Beko

Hubungi Kami

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.